LOVE ME PLIS

LOVE ME PLIS
BAG 23



" Ya ampun Den... Kalo Jalan Tuh Ada Suara Gitu, Kan Biar Saya Gak Kaget," Kata Mitha Malah Mengomeli Majikannya.


" Lagian Kau Sendiri, Kenapa Teriak Teriak Begitu," Kata Dewa Tersenyum memperhatikan Mitha Yang Pakai Topi Seorang pria,


" Ini Semua Kan karena Kekasih Den Dewa itu," Kata Mitha dan Berjongkok kembali Dan mengerjakan Mencabuti Rumput lagi..


" Siapa Yang Kau Maksud," Tanya Dewa Pura Pura tak Tau.


" Siapa lagi Kalo Bukan Wanita yang Peluk peluk Den Dewa Tadi," Kata Mitha Kesal.


" Apa Kau Cemburu, Pada Zella" tanya Dewa dan Malah Ikut Berjongkok,


" Oooh Wanita Ular Itu Namanya Zella ya," Tanya Mitha pelan.


" Hmmm Kenapa, Apa kau beneran Cemburu," Tanya Dewa Lagi.


"Cemburu.... Man Mana Ada Saya Cemburu Den," Kata Mitha Mengelak.


" Saya Cuma.. Saya Cuma....tidak Suka Saja Padanya," Kata Mitha pelan mengelak Semuanya Bahwa ia Cemburu.


" Itu Sama Saja Kau Cemburu, Lagi Pula dia itu Bukan Kekasihku lagi," Kata Dewa pelan,


" Terus... Sedang apa Kau Disini," Tanya Dewa lagi.


" Den Dewa Gak Lihat Kalo Saya Lagi Bersihkan Rumput Ini," Kata Mitha Pelan.


" Di panas Hari Begini Kau Malah Mencabuti Rumput, Siapa yang Menyuruhmu," Kata Dewa aneh.


" Tidak Ada Yang Menyuruh, Lagian saya Pakai Pelindung Den, Nih lihat Saya Pakai Topi," Kata Mitha Lagi.


" Cantik... tapi Kenapa Cuma Kau Saja Yang Pakai Topi, pelayan Lainnya Tidak," Kata Dewa Bingung Kenapa Cuma Mitha Saja Yang Pakai Topi Pelayan Lain Nya Tidak.


" Ini Kan Di kasih sama Den Kenjo," Kata Mitha Pelan.


" Apa...!! Jadi Kenjo Yang Memberikan Ini Padamu," Kata Dewa pelan, Dewa Pikir topi Itu Adalah Alat Perlengkapan Untuk membersihkan Taman, Namun Dewa baru Sadar Topi yang Di Pakai Pelayannya Ini Harganya Puluhan Juta,


" Berikan Ini Padaku," Kata Dewa Dan Mengambil Topi yang di pakai Pelayannya itu dengan Paksa.


" Loh den.. Kok Di ambil Sih, Saya Kan Jadi Kepanasan Sekarang," Kata Mitha Kesal.


Dewa pun Membawa Pelayannya Itu Ke tempat Teduh.


" Ikut Aku Sekarang," Kata Dewa Di saat Dewa dan Mitha Melewati pelayan Yang Sedang Menyapu Rumput, Dewa pun Memberikan Topi Dewa,


" Nih Bi.... Pakai Ini," Kata Dewa Dan Malah Memakaikan Topi yang Dari Kenjo pada Pelayan Lain.


" Laah Den.. Kok Di kasih Sama Bi Dian sih Den," Kata Mitha Kesal Akan Kelakuan Majikannya Yang Semaunya itu.


" Itu kan Punya Den Kenjo, Saya Mau Kembalikan Nanti padanya Den," Kata Mitha Lagi.


" Bi..... Nanti Berikan Topi Itu sama Kenjo ya Bi," Kata Dewa Tegas.


" Baik Tuan Muda," Kata Bi dian pelan.


" Sudah Kan... Ikut Saya," Kata Dewa dan Dewa Pun Menggandeng Tangan Mitha Dan Membawanya Ke Tempat Teduh.


Mitha Pun Di Duduk kan Di tempat Teduh Itu.


" Kau Sampai Memerah Seperti ini karena Sinar Matahari," Gumam Dewa Saat memperhatikan Wajah Mitha Yang Memerah.


" Kan Cuacanya Lagi Panas Den," Kata Mitha Pelan.


" Lain Kali Jangan Melakukan Itu lagi," Kata Dewa Pelan dan Mengusap Pipi Mitha Yang Kemerahan Karena Sinar Mentari.


Mitha Yang Di perlakukan Seperti itu tiba Tiba Jantungnya Berdebar.


Daaaag...


Diiiiiiiig....


Duuug...


Suara Debaran Jantunya Mungkin Sampai Kedengaran Keluar.dan Mitha Takut Kalo Suara Debarannya Di Dengar Dewa.


KENAPA SAMA JANTUNG AKU,KOK MALAH BERDEBAR DEBAR SEPERTI INI SIH, dalam Hati Mitha Bingung kenapa jantung nya Berdebar Debar Seperti itu...


" Maksud Den Dewa melakukan Apa," Tanya Mitha Pelan,


" tentu saja Mencabut Rumput di siang Bolong Begini," kata Dewa dan Malah Menyentil Jidat Mitha Dengan Jarinya.


" aaaw Sakit Den," Ringis Mitha Karena Merasa Sakit di sentil Dewa.


" Lagian Siapa Lagi Kalo Bukan Kita Yang Bersihin Den," Kata Mitha Lagi.


Dewa pun Berdiri dari Jongkoknya dan Berkata Tegas Pada Semua Pelayan Disana agar Mendengarnya..


" Mulai Sekarang,,, Tidak Ada Pelayan Wanita Yang Membersihkan Taman Bunga Ini lagi, Biar Semua pelayan Pria Saja Yang Membersihkannya," Kata Dewa Tegas Pada Pelayan Pelayan Lainnya disana dan Semua Pelayan Wanita Yang Mengerjakan Taman Sangat Senang, Mendengar Dewa Berkata Seperti itu, dan perkataan Dewa Tidak Bisa Di Ganggu Gugat.


" Apa Kau Mau Makan Sesuatu," Tanya Dewa Pada Pelayannya.


" Makan Apa Maksud Den Dewa.." Jawab Mitha Bingung.


" Bukan Kah, Diterik Mentari Seperti ini lebih Cocok Memakan Sesuatu Yang Dingin, Bukankah Begitu," Tanya Dewa Lagi...


" Aaaaah Den Dewa Benar... Bagaimana Kalo Den Dewa Belikan Kita Semua ice Cream," Pinta Mitha.


" Tapi Bukan Den Dewa Yang Beli, Cukup den Dewa kasih Uangnya Pada Saya, Dan Saya Yang Akan membelinya," Kata Mitha antusias.


" Tidak Perlu Kau Yang Membelinya," Kata Dewa Lembut dan Menyentuh Pipi Mitha Sayang dan Membuat Jantung Mitha Kembali Berdebar.


YA AMPUN DEN, BISA COPOT JANTUNGKU KALO DEN DEWA PEGANG PEGANG LAGI, dalam Hati Mitha mengoceh.


" Pak Edi...." Panggil Dewa Pada Satpam Rumahnya.


" Iya Tuan Muda.."


" Tolong Belikan Ice Cream, Bermacam Macam Rasa,, Beli Saja 10 Atau 20," Kata Dewa dan Memberikan Uang 500 ribu pada Satpam..


" Kau Mau Rasa Apa Tha," Tanya Dewa Pada Mitha.


" Rasa Coklat saja Pak," Kata Mitha Pada Pak Satpam.


" Tolong Belikan satu Ice Cream Coklat Yang Paling Malah, Sisanya... Belikan Saja Pada Keperluan Makanan Kalian," Kata Dewa lagi dan Pak Satpam Pun Membelikan Apa Yang di Pinta Tuannya.


" Ya Ampun Den,,, Emang Ice Cream Macam Apa Yang Paling Mahal," Tanya Mitha Bingung Pada Permintaan Dewa Yang Mencarikan Ice Cream Coklat Yang Paling Mahal.


" Paling Mahal Juga 30 ribu den, Saya Saja Sering Beli Ice Cream, Itu Yang Paling Mahal,," Kata Mitha Lagi Karena Tau Bermacam Macam Ice Cream,


setau Mitha Yang Paling Mahal Cuma Harga 30 Ribu,. Dan Dewa Hanya Tersenyum Melihat Pelayannya Yang Tak Henti Hentinya Mengomel.


" Jangan terus Mengomel seperti itu." Kata Dewa dan Menangkup Kedua Pipi Mitha Dengan Tangannya.


" Nanti kau malah Tambah Jelek," Goda Dewa dan Memandang Mata Mitha Lebih Intens.


Perlakuan Dewa Yang seperti itu semakin Membuat pelayannya Salah Tingkah.


" Den Dewa Apaan Sih," kata Mitha dan Melepaskan Kedua Tangan Majikannya Dari Pipinya.


" Saya tuh Sudah Jelek Dari Sonohnya Den, Gak ada Sangkut Pautnya Sama Mengomel," Kata Mitha Pelan Dan Cemberut


" Kau Cantik Kok.. Aku Hanya Bercanda," Kata Dewa Tersenyum.


" Aaah iya... Nanti Aku Mau Membicarakan Sesuatu denganmu," Kata Dewa Lagi.


" Bicara Apa Den," Tanya Mitha Penasaran.


" Nanti saja, Cuma Kita Berdua," Kata Dewa membisikan Di telinga Mitha dan Membuat Mitha Semakin Salah Tingkah Saja,


Tak lama Pak Edi pun datang Membawa Ice Cream Sekantong Pelastik Penuh.


" Waaah Pak Edi..." Panggil Mitha Senang saat melihat Pak Edi membawa Sekantong Ice Cream penuh.


Dewa yang Melihat Tingkah pelayannya yang Seperti anak Kecil, hanya Tersenyum melihat Tingkahnya Itu.


" Pak Tolong Bagikan Ice Cream Ini pada Pelayan Lainnya," Kata Dewa pelan.


" Baik Tuan Muda,, Maaf Tuan Saya Cuma Menemukan Ice Cream yang Semahal ini saja," Kata Pak Edi memberikan Ice Cream Magnum Yang Mahal itu.


" Tidak Apa apa.. Terimakasih," Kata Dewa pelan.


" Kalo Masih Ada sisa, Kalian Berikan saja Pada Pelayan Yang Ada Di dapur juga," Kata Dewa Lagi.


" Kau... Ikut denganku," Kata Dewa Dan Menggandeng Tangan pelayannya Itu.