LOVE ME PLIS

LOVE ME PLIS
BAG 30



KENJO....


Kenjo Benar Benar Sudah Hilang Akal, Ia Benar Benar Merasa Marah Dan Kesal Pada Dewa Yang sekarang Sudah Menjadi Suami Mitha.


Segala Cara Akan Ia Lakukan untuk Memisahkan Mereka Berdua, Kenjo Sangat Menyukai Mitha Begitu Dalam. Sejak Pertama Bertemu pun Kenjo Memang Sudah Jatuh Hati Padanya.


Kenjo Benar Benar Sangat Mencintai Mitha,,


Setelah Dewa Menikah, Kenjo Keluar Dari Rumah itu dan Tinggal Sendiri di rumah milik Kakek Wijaya yang Kini sudah Menjadi Miliknya, Karena Kakek Wijaya Mewarisi Rumah Itu Untuk Kenjo.


Ibu dan Ayahnya Pun Sudah memiliki Rumah Sendiri dan Itu Juga Di belikan Oleh Kenjo Sendiri,


Dan Mereka Tak Tinggal Jauh Dari Kediaman Jaya Kusuma, Hanya Keluarga Kenjo saja Yang Keluar Dari Kediaman Jaya Kusuma Karena Itu Permintaan Kakek Wijaya dalam Surat Wasiat, Jika Dewa Sudah Menikah nanti Maka Rumah Kediaman Jaya Kusuma Milik Dewa Sepenuhnya,


Memang Dewa Tak Pernah Mengusir Kenjo dan Keluarganya Karena Menurut Dewa Terserah Saja Bila Mau Tinggal di Sana, Namun Jangan Pernah Mengusik Keluarga Barunya,, Begitulah Permintaan Dewa...


Karena Itu Juga Kemauan Kenjo Sendiri keluar Dari Kediaman Jaya Kusuma,


Lagi Pula Kakek Wijaya Juga Sudah Memberi Rumah Mewah yang Tak Beda jauh Dari Kediaman Jaya Kusuma dan Kenjo Pun Menyanggupi Keluar Dari Kediaman Jaya Kusuma, Ia Juga Tidak Akan Sudi Setiap Hari Melihat Gadis Yang Di Cintanya Bermesraan Dengan Kakak sepupunya Itu Makannya Ia Lebih Memilih Tinggal Jauh Dari Sana..


" Lihat Saja...Aku pastikan.. Gadis Yang aku Cinta Akan Menjadi Milikku," Kata Kenjo Nekat..


******..........*******........*******.........********.......


SEBULAN KEMUDIAN....


" Apa Ini," Tanya Dewa Saat Mitha Memberi Secarik Kertas Panjang Padanya..


" Tugas Tugas Saya Mas, Dan Ini Akan Menjadi Uang Gajihan Saya tiap Bulannya" Kata Mitha Pelan.


DASAR GADIS KECIL..ADA ADA SAJA ULAHNYA,dalam hati Dewa tersenyum melihat perilaku Mitha yang seperti itu.


" Ini kan udah Satu Bulan Mas, Tentu saja Sekarang Saya Gajihan Kan, Mas Tidak Lupa kan," Kata Mitha Tersenyum Manis Pada Suaminya..


" Saya tidak Lupa Sayank,," Kata Dewa Lembut dan Dewa pun Membaca Tugas Tugas Yang di tulis istrinya Di Kertas..


" Berapa Yang Harus Saya Bayar," Tanya Dewa Lagi..


" Mas Lihat Saja Tugas Tugasnya..." Kata Mitha.


" Baiklah..Jadi......." Kata Dewa dan Kembali Membaca Kertas Yang Di kasih istrinya..


" Menyiapkan Makan 500.ribu...


" Menyiapkan Air mandi 200 ribu...


" Menyiapkan Baju 200 ribu...


" Membantu Memakai Baju 100 Ribu...


" Membereskan Tempat tidur 300 ribu..


" Merapikan Kamar tidur 300 ribu..


Itulah Tugas Tugas Yang Mitha Catat..dan Dewa Belum Selesai Membacanya semua sudah Berhenti Saja Karena Terlalu Banyak Tugas Tugasnya...


" Bagaimana Kalo Kau Tambah Tugasmu," Kata Dewa Lagi memberi Saran...


" Apa Itu Mas," Tanya Mitha Penasaran.


" Kalo Kau Melayaniku Di Tempat Tidur,, Aku Akan Membayarmu 10 juta, Dengan Catatan Setiap Kali Kita Melakukan 'itu' Aku Akan Membayarnya., Dan Kau Bayangkan Saja Berpaa Kali Kita Melakukan Itu,, Aku akan Membayarnya Setiap Kali 10 juta, Bagaimana" Goda Dewa pelan dan Ia tersenyum Dengan Pemikirannya.


" jangan Salah paham..Aku tidak menganggapmu Wanita Murahan yang Di Bayar Tiap Malam," Kata Dewa Menjelaskan.


" Memangnya Ada pekerjaan Seperti Itu Mas,,," Tanya Mitha Polos.


" Memangnya Ada Gitu Pekerjaan Melayani Setiap Malam dan Di Gajih Juga," Tanya Mitha Penasaran.


Dewa Yang Baru sadar Kalo Mitha Benar Benar Polos Hanya Menepuk Jidatnya Karena Sudah Berkata Begitu..


JANGAN SAMPAI DIA MAU BEKERJA SEPERTI ITU.. pikir Dewa Was Was..


" Tentu Saja Ada...Tapi Itu Pekejaan Yang Kotor," Kata Dewa Tegas.


" Aaah...Jadi Pekerjaan Itu Kotor, Terus Kalo Kotor Seperti itu, kenapa Mas Menawarkannya Padaku untuk Memasukan Dalam Tugas Tugasku," Kata Mitha Pelan.


" Bukan Itu Maksudku Sayank..." Kata Dewa Dan Menjelaskan Pelan.


Dewa pun Menjelaskan Pelan Pelan Pada Istrinya yang masih Polos Itu..


" Jadi Maksud Mas, Kalo aku Melayani Mas Di Ranjang,, tidak Salah dan Tidak Kotor begitu," Tanya Mitha Saat Dewa Sudah Menjelaskan Kalo Melakukan Itu Tidak Kotor Asal Mereka Memang Sudah Menikah.


" Hmmm," Hanya Itu Yang Keluar Dari Mulut Dewa..


" Aku Tau.." Kata Dewa..


" Baiklah...Jadi Berpa yang Harus Aku Bayar," Tanya Dewa Mengalihkan Pembicaraan Yang Menjurus ke Hal Hal Yang Tak Senonoh itu.


" Kira kira... 15 juta Mas, Satu Bulan." Kata Mitha pelan..


" Bukankah Gajihmu Dulu saat Masih Menjadi Pelayan Ku 10 juta Perbulan," Tanya Dewa, Dan Mitha Pun Mengangguk.


" Jadi Gajihmu Hanya Naik 5 juta Saja," Kata Dewa Lagi..


" Tapi Kan Belum Mas Kasih Uang Belanja Perbulan Juga," Kata Mitha Pelan..


" Dan uang Untuk Kebutuhan Mas Juga Kan Belum Di hitung," Kata Mitha Lagi...


" Baiklah Baiklah...Aku akan Membayarmu Nanti Siang,, Bagaimana 100 juta Perbulan,Apa Cukup,," Kata Dewa lembut dan Mitha Pun Mengangguk Tanda Mengerti.


" tapi Nanti Kau Harus Ikut Dengan ku, Bagaimana," Tanya Dewa..


" Ikut Mas Kemana," Tanya Balik Mitha.


" Ikut Aku Menemui Ayahmu,..Bukankah Hari ini Adalah Hari Ulang Tahun Beliau," Tanya Dewa,,


Dewa Baru Tau tadi, Dan Itu juga Dari Ibu Mertuanya Yaitu Ibu Sri yang Tanpa Sengaja Meminta Ijin Pada Dewa Untuk Pulang Ke Kampungnya Karena Suaminya Ulang Tahun Sekarang...


" Aaaah Iya Mas...Aku Sampai Lupa Kalo Hari Ini Hari Ulang tahun Ayah," Kata Mitha pelan..


" Ya Sudah Bagaimana Nanti Kita Ke sana, Bersama Ibumu juga," Kata Dewa Lagi..


" iya Mas.." Kata Mitha Senang..


******.......*******..........*******..........******


" Apa....Jadi Semuanya Sudah Selesai," Kata Dewa Lewat Telvon Setelah Beberapa Jam Lalu.


" Baiklah...Apa kau Sudah Urus Semuanya..." Tanya Dewa Lagi...


" Baiklah... Terimakasih," Kata Dewa lagi Sebelum Menutup Telvonnya.


AKHIRNYA SELESAI JUGA,, ISTRIKU PASTI SENANG DENGAN BERITA INI, Dalam Hati Dewa Senang..


Dan Ia Pun Akan Merahasiakan Nya Terlebih dulu..


TAK BERAPA LAMA....


Dewa Dan Mitha Serta Ibunya Pun Melakukan Perjalanan Ke kampung Halamannya..


" Ibu Mau Beli apa Untuk Ayah," Tanya Mitha Pada Ibunya...


" Ibu akan Membelikan Makanan Kesukaan Ayah," Kata Ibu Sri pelan, dan Mengenang Kebersamaan Dengan Mediang Suaminya..


" Pasti Ayah Senang," Kata Ibu Sri Lirih Saat mengenang Kebersamaan Dengan Suaminya..


" Tentu saja Ibu...Ayah Pasti Senang," Kata Mitha Tersenyum.


" Kau Sendiri Mau Beli apa Untuk Ayahmu," Tanya Dewa Lembut.


" Hmmmm... Aku akan membelikan Bunga Kesukaan Ayah Mas," Kata Mitha Pelan.


" Memang nya Bunga Apa Yang Ayahmu Sukai," Tanya Dewa Lagi.


" Anyelir.." Kata Mitha Lembut,


" Anyelir...." Kata Dewa Tersenyum.


" Kenapa Ayahmu Selera Bunganya Sama Dengan Ibundaku," Kata Dewa Tersenyum...


" Oh Ya...Memangnya Ibunda Mas Suka Sama Bunga Anyelir sama Seperti ayah," Tanya Mitha Lembut.


" Hmmm...Apa Kau Tau arti Bunga Anyelir Itu apa," Tanya balik Dewa


" Setau Ku Bunga Anyelir Itu Artinya Cinta Ya, Iya Kan Bu," Tanya Mitha Pada Ibunya dan Ibunya Hanya Mengangguk, Ibu Sri Tau Betul Suaminya itu sangat Menyukai Bunga Anyelir karena Mengandung Arti Cinta yang Utuh..


dan Di Kediaman Jaya Kusuma Juga ayah Mitha Menanam Bunga Anyelir Miliknya dan tentunya Juga Milik Ibunda Dewa...


" Bukan Hanya Cinta Saja Artinya," Kata Dewa Lembut.


" Bunga Anyelir Memiliki Arti lainnya, Apa kau Tau itu apa," Tanya Dewa Lagi dan Mitha Pun Menggeleng Tanda Tak Tau


" Bunga Anyelir Juga bukan Hanya Memiliki Arti Cinta Namun memiliki Arti Bunga Para Dewa," Kata Dewa pelan.


" Dari sana lah Namaku Di ambil, Karena Ibundaku Sangat Menyukai Nya Jadi Menamaiku Dengan Arti Bunga Anyelir Itu, Yaitu Dewa," Kata Dewa Tersenyum...