
" Kakak Kan Memang Baik Hati," Kata Raja Lagi...
" Oooh ya... Tapi...kenapa Aku Pernah Dengar Kau Memanggilku Si Pemarah," Kata Dewa Sinis..
UNTUK PENUMPANG PESAWAT NO TUJUAN AMERIKA SEBENTAR LAGI AKAN LEPAS LANDAS...
" aaah Den Raja,, Waktunya Berangkat," Kata Mitha Menengahi Kakak Adik yang Sedang Beradu Mulut itu.
Raja Pun Mendengarkan Apa Kata Gadis Yang Ia Cintai..
Raja pun Berpamitan Pada semua Keluarganya...
" Mom..Raja Pergi Dulu ya Mom, Jaga Kesehatan Momy," Kata Raja Dan Memeluk Momynya...
" Iya Sayang, Kau Juga,, Jaga Kesehatan mu Ya Nak Di sana," Kata Momy Di sela Tangisnya.
" Ayah..Raja Pergi Ya Yah, Tolong Jaga Momy untuk ku," Kata Raja Pamitan Pada Ayahnya.
" Tentu saja Nak.. Kau Tidak Usah Hawatir Ayah Pasti akan Menjaga nya, Belajarlah Yang tenang tidak Usah Memikirkan Apa pun," Kata Ayahnya Tegas Dan Memeluk Putranya itu..
" Aku pergi Dulu kak, Tolong Jaga Kedua Orang Tua Ku," Kata Raja Pada Dewa.
" Kau Ini... Memangnya Kedua Orang tuamu Bukan Orang tuaku Juga Apa," Kata Dewa Kesal.
" Kau Tidak Berkata Begitu pun Tugas ku Memang Untuk Menjaga dan Membahagiakan Mereka," Kata Dewa Lagi..
" Aku Tau.. Kakak Memang Hebat, Aku pastikan Aku akan Lebih Hebat dari Kakak Nanti, dan Aku akan Pastikan juga Merebut Gadisku Kembali," Kata Raja Di Sela Tawanya... dan Membuat Dewa Kesal saja karena Raja Masih Saja berpikiran ingin Merebut Calon Istrinya Itu.
" Tha.... Jaga Dirimu ya,, Jangan Menangis Saat aku Sudah Tak Ada Nanti.." Goda Raja Pada Gadisnya..
" Walau pun Aku Jauh Nantinya, Aku akan Tetap Mengingatmu," Kata Raja Berbisik.
" Jaga Dirimu Baik baik," Kata Raja Lembut dan Ia Pun Mencium Kening Mitha Lembut,
Perlakuan Raja Pada Mitha Membuat Dewa Kesal Setengah Mati karena Telah Berani Mencium Miliknya...
" Raja Kau Benar Benar Keterlaluan," Kata Dewa Menahan Amarah..
" Kau Lihat Tha...Bukankah Dia Memang Pemarah," Kata Raja Malah Menggoda Dewa.
" Kau Masih Bisa Membatalkan Pernikahanmu tha.." Goda Raja Yang Semakin Jahil Saja..
" Den Raja...." Panggil Mitha Tertawa karena Ulahnya..
" Kau Masih Ingat kan Apa Kataku, Jika Kak Dewa Tidak Membuatmu Bahagia, Bilang Padaku, Hari itu juga Aku akan menjemputmu," Kata Raja Tersenyum.
momy dan dan Ayah Raja Hanya Tersenyum melihat Anaknya menggoda Kakaknya yang Sedang Marah...
" Berhentilah Menggodaku Anak Nakal," Kata Dewa Kesal dan Malah Marah Marah..
" Den Dewa sudahlah, Den Raja Kan Hanya Menggoda Den Dewa Saja," Kata Mitha dan Memeluk Calon Suaminya Yang Menahan Amarah karena Perbuatan Adiknya itu..
Raja Hanya Tertawa Dan Pergi meninggalkan Mereka Semua..
" Bye... Semua," Kata Raja Sebelum Pergi...
" Dasar Anak Nakal," Kata Dewa Kesal.
****...****.....*****......*****...…****
SEMINGGU KEMUDIAN...
Hari ini adalah Hari Pernikahan Dewa Dan Mitha...
Dimana Kedua nya Melangsungkan Pernikahan Dengan Sederhana saja..
Itu pun Keinginan Mitha Sendiri, Ia Tak Mau Melakukan Pernikahan Dengan Mewah Mewah,
Dan Hanya Di Hadiri Keluarga Dan Kerabat Saja...
Nenek dan Adik kembarnya pun datang.
Mitha Sangat Senang Akan kedatangan Keluarganya...
Adik Adik Kembarnya Membisikan Sesuatu pada kakaknya.
" Kakak kapan Kakak Mau Beri pelajaran Sama Om Bonar itu," Bisik Adik Adik Kembarnya.
Aah benar Mitha Sampai Terlupa akan janjinya itu pada adik adiknya.
" Pasti dengan Segera," Kata Mitha pelan.
Ijab Kobul pun Sudah Terlaksana...
Kini mereka Berdua Sedang Istirahat Di Kamar Dewa..
" Apa Kau Lelah..." Tanya Dewa Saat Hanya Mereka Berdua Di sana..
" Sedikit Lelah Den," Kata Mitha pelan.
" Kenapa Kau Terus Memanggilku Den Seperti itu," Tanya Dewa Aneh kenapa Istrinya ini selalu menyebut nya Den terus.
" Aku kan Sudah Bilang.. Panggil Saja Mas Dewa, Itu kan Lebih Baik," Kata Dewa lagi.
" Maaf Den...Eh Maksud Aku Mas,," Ralat Mitha Cepat.
" Saya Kan Sudah Terbiasa Memanggil Mas Dengan Sebutan Aden, Jadi Maklum Saja," Kata Mitha Pelan.
" Tapi... Mas Lebih Suka Kau Memanggilku Mas Dewa bukan Den Dewa," Kata Dewa lagi..
" Mas Mau Mandi Dulu..." Kata Dewa pelan.
" Biar Saya Siapkan Dulu Airnya Mas," Kata Mitha Lembut Dan Berlari pelan ke kamar Mandi untuk menyiapkan Air Mandi Dewa.
Dewa Hanya Tersenyum melihat Gelagat Istrinya Itu...
APA DIA GUGUP, batin Dewa tersenyum.
Dewa pun Mempunyai Ide Untuk Menggoda istrinya..
" Sudah Mas," Kata Mitha Lembut.
" Tha..." Panggil Dewa Saat Sudah Berendam Di Bethup,
" Iya Mas," Jawab Mitha di depan Pintu kamar Mandi.
" Tolong Bantu aku Sebentar," Kata Dewa pelan.
" Bantu apa Mas..." Tanya Mitha yang Masih Di balik Pintu kamar Mandi.
" Masuklah Dulu..." Kata Dewa pelan.
Mitha pun Masuk Kedalam Kamar Mandi Lagi.
" Mas Butuh Bantuan Apa," Tanya Mitha Saat di samping Suaminya Yang Sedang Berendam.
Dewa pun Bangun Dari Kegiatan Berendam nya dan Menunjukan Otot Otok Sisfex di tubuhnya.
Baru Kali Ini Mitha Benar Benar melihat tubuh Dewa dengan Jelas.
" Tolong Gosokan Punggungku... Aku Tidak Sampai," Kata Dewa Lembut.
Mitha pun Menggosok Lembut Punggung Dewa..
" Kau Belum Mandi Juga Bukan," tanya Dewa lembut.
" Hmmm," Hanya Itu Yang Keluar Dari Mulutnya.
" Bagaimana Kalo Kita Mandi Bareng," Kata Dewa pelan dan Tiba Tiba Menarik Tubuh Mitha ke dalam Bathup Juga.
" Maaaaas...Kan Jadi Basah," Kata Mitha Terkejut Di tariik tiba tiba oleh suaminya seperti itu..
Dewa Yang Berencana Untuk menggoda nya Malah Ia Yang Tergoda, Karena Melihat Jiplakan Tubuh Mitha Yang Ternyata Sempurna karena bajunya Basah.
YA TUHAN.... KENAPA JADI AKU YANG TERGODA SEPERTI INI, batin Dewa
Mitha Yang Melihat Tatapan Dewa seperti itu padanya, ia pun Melihat dirinya dan ternyata Pemandangan Indah terpangpang Dengan jelas di Tubuhnya, Mitha Pun Menutupi Tubuhnya Yang Terlihat Itu..
" Mas Dewa lihat Apa.." Kata Mitha Kesal Pada Suaminya yang Melihat Tubuhnya Seperti itu..
" Aah tii Tidak Lihat Apa apa," Kata Dewa gugup dan Mengalikan Pandangannya dari tubuh Mitha Yang Menggoda.
" Mas Sih...Main Tarik Tarik saja, Jadi Basahkan Baju nya." Kata Mitha Kesal,
Dewa Hanya Tersenyum melihat Kekesalan Istrinya itu.
" Mas Jangan Lihat," Kata Mitha Kesal dan Dewa pun menurutinya sambil Tersenyum senang.
Mitha Pun Berdiri dan keluar dari Bathup itu dengan Masih Menutupi tubuh dengan Tangannya.
" Ambilkan Handuk untukku," Pinta Dewa pada Mitha
Mitha Pun Mengambil Handuk Yang Berada Tak Jauh Dari Dirinya, dan Memberikan Pada Dewa.
" Tolong Pegang Sebentar, Aku Mau Membersikan Badanku Dulu," Kata Dewa pelan, Dan Mitha Pun menurutinya.
Namun Saat Dewa mau berdiri Mitha pun membelakanginya...
" Berikan Handuknya.." Pinta Dewa..
Mitha Pun Memberikan Handuk Itu padanya.
" Bersihkanlah Tubuhmu," Kata Dewa Sebelum Keluar Dari Kamar Mandi.
Dan Mitha Pun Membersihkan Tubuhnya...
30 MENIT KEMUDIAN...
Dewa dan Mitha Sudah Memakai Baju tidur Masing Masing. Dan Dewa Duduk di tempat pekerjaannya sedang mengerjakan pekerjaannya untuk mengalihkan Pikirannya Dari tadi yang terus mengarah pada Tubuh Mitha yang Tadi ia lihat.
" Mas, Boleh Aku Minta Sesuatu," Tanya Mitha Pelan.
" Apa itu.." Jawab Dewa Ringan dan Tak Mengalihkan Pandangannya Dari Berkas Berkas Pekerjaannya.
" Apa Aku Boleh Meminjam Uang Mas," Kata Mitha Pelan.
" Uang... Berapa," Tanya Dewa pelan.
" Saya Juga Belum tau BerapA Pinjamnya," Kata Mitha jujur.
Dewa yang Bingung Dengan Ucapan Istrinya itu Menatapnya Aneh,
" Kalo Kau Tidak Tau Berapa Jumlah Uang Yang Mau Kau Pinjam, Bagaimana Aku Bisa Tau Uangku Cukup apa tidaknya," Kata Dewa pelan.
" Menurut Mas,,,Harga Warnet yang Biasa Berapa Harganya," Tanya Mitha pelan.
Dewa yang belum Mengerti dengan Jalan Pembicaraannya Merasa Bingung...
" Coba Jelaskan Dulu apa Maksudmu...Mas Benar Benar Tidak mengerti," Tanya Dewa.
Mitha pun Menjelaskan Semua Pada Dewa perihal Kehidupannya Dulu di kampung, Dan Janjinya Juga Pada Adiknya..
" Aaaah...Jadi kau ingin Membuat Yang Punya Warnet itu menutup Pekerjaannya, Karena Orang Itu Sering Menghina Keluarga Kalian," Tanya Dewa, Dan Mitha Hanya Mengangguk.
" Lalu Kau Berjanji pada Adik Kembarmu Itu Untuk Balas Dendam Pada Si pemilik Warnet itu untuk Menutup Warnet nya," Kata Dewa paham dan Mitha pun Kembali Mengangguk.
" Menurut Mas... Bagaimana, Apa Aku terlihat Jahat Ingin Memberi pelajaran pada orang Itu, Agar Tak Seenaknya Saja MenghinA Orang," Kata Mitha Lagi..
" Lalu Apa Yang Kau Inginkan," Tanya Dewa
" Aku Hanya Ingin Membuatnya Jera Saja Mas, Paling Tidak Menutup, Atau Meratakan Saja pekerjaannya itu," Kata Mitha Kesal Kala Ia Ingat Ucapan Pemilik Warnet Yang Soo itu.
" Baiklah,,, Serahkan Semuanya padaku," Kata Dewa Tegas...
" Siapa Nama Pemilik Warnet itu," Tanya Dewa lagi.
" Pak Bonar Sucipto Mas," Kata Mitha Menyebut Nama Yang Sudah membuatnya kesal setengah mati dan Nama itu pula Yang Membuatnya Tau akan Dendam..
" Baiklah," Kata Dewa Tegas.