
NAMA : REVAN DWI ADINUGRAHA.
USIA : 29 TAHUN.
KARAKTER : TAMPAN, BAIK, KALEM, COOL, DAN KAYA RAYA.
TB : 180 CM.
BB : 68 KG.
NAMA : MELODY PUTRI ADINUGRAHA.
UMUR : 6 TAHUN.
Inilah Visual Revan dan Putrinya Melody.
DI KEDIAMAN ADINUGRAHA...
Mitha di sambut Hangat Oleh Mamahnya Revan.
" Terimakasih Nak sudah Mau datang," Kata Mamah Revan Senang Saat melihat Mitha Dan Kenjo Datang.
Mamah Revan Hanya Tersenyum saat Melihat Dewa Hanya Diam Saja Di belakang Mereka.
" Permisi Nek...Dimana Kamar Melody nya," Kata Mitha pelan.
" Ah iya tunggu sebentar," Kata Mamah Revan Dan Mengantarkan Semuanya Ke Kamar Melody.
" Ini Kamarnya Nak," Kata Mamah Revan.
" Masuklah.," Kata Revan Pelan dan Menyuruh Mitha Masuk Ke Kamar Melody.
Mitha Pun Masuk dan Melihat Gadis Kecil Itu Terbaring Lemah Di Ranjang Tidurnya..
Mitha pun Langsung Menghampiri Melody dan Memegang Tangan Nya,
Semuanya juga masuk Ke Kamar Melody, Dewa Benar Benar Kasihan Melihat Melody Yang Terbaring Lemah, Ia Merasa Menyesal Karena Sudah Tak Mempercayai Revan Kalo Putrinya Sakit.
" Kakak Cantik." Panggil Melody lemah dan Matanya Masih Terpejam Baru Kali Ini Mitha Mendengar Melody Memanggilnya Seperti Itu. Biasanya Melody Hanya Diam dan Mengangguk Atau Menggeleng Geleng kan Kepalanya.
" Kak Mitha,Kakak Cantik," Panggil Melody Lagi dan Dari tadi Terus Saja Memanggil Manggil Namanya.
" Dari Kemarin Dia Memanggil Manggil Namamu Nak," Kata Mamah Revan pelan.
" Kayanya Melody Sangat Merindukanmu Nak," Kata Mamah Revan Lagi, Mamah Revan Yang Sudah Di Bilang Tua, Hanya Memikirkan Kesehatan Cucunya Saja.
" Kakak Cantik," panggil Melody pelan.. Melody Memang Sering Memanggilnya begitulah Kata Mamah Revan Padanya.
" Kak Mitha..." Panggil Melody lagi..
" Iya Sayang...Kakak Di sini," Kata Mitha Lembut Dan Menyentuh Pipi Melody Yang Panas Sekali.
" Kakak Di sini sayang," Kata Mitha Pelan dan Menyentuh Tangannya lembut.
Dengan Berlahan Mata Melody Terbuka dan Melihat Mitha Ada Di Hadapannya, Melody sangat Senang Melihat Mitha Ada Di Rumahnya.
" Kakak Cantik," Panggil Melody Senang Dan Langsung Memeluk Mitha.
" Hai sayang," Sapa Mitha Lembut.
" Bagaimana Keadaanmu Sayang," Tanya Mitha Lembut.
" Apa...Melo Cantik Kakak Sudah Makan," Tanya Mitha Lembut Pada Melody dan Memanggil Melo seperti Biasa Ia Memanggilnya.
" Melody Belum Makan Nak," Kata Mamah Revan Putus Asa.
" Aaah bagaimana Kalo Kakak Suapi, Mau kan Sayang," Tanya Mitha Lembut dan Melody pun Mengangguk.
" Ini Nak Makananya," Kata Mamah Revan dan Memberi Makanan Melody pada Mitha.
Mereka Semua Pun Meninggalkan Mitha dan Melody Berdua saja Di Kamar.
" Seperti nya..Putrimu Menyukai Nak Mitha Van," Kata Mamah Revan Di Hadapan Semuanya.
" Aku Tau Mah.." Kata Revan pelan.
" Ya Sudah Kalo Begitu Nikahi saja Gadis Itu, Itu akan Menjadi Lebih Baik, Dan Melody juga Pasti Senang," Mamah Revan pelan.
" Tapi Maaf Nyonya...Istriku Tidak Mungkin Menikah Karena Dia Sudah Punya Suami," Kata Dewa Pelan.
" Apa.,, Apa Gadis Itu sudah Menikah," Tanya Mamah Revan Dan Revan Mengangguk.
" Aaah Maaf kan Saya Tuan... saya Tidak Tau Kalo Gadis Itu sudah Menikah," Kata Mamah Revan Kecewa.
" Tidak apa apa Nyonya," Kata Dewa Pelan.
Revan Hanya Diam Saja. Revan Juga Tau Kalo Pernikahan Mitha dan Dewa Di Paksa Oleh Mendiang Kakek Wijaya dulu, Revan Juga Tau Kalo Dewa Mempunyai Kekasih Dan Revan Juga Tau Kalo Dewa Sangat Mencintai Kekasihnya Itu.
Revan Sudah Menelusuri Kehidupan gadis Itu Jauh Jauh Hari,
Namun Revan Tetap Saja Menyukai Gadis Itu walaupun Ia Sudah Menikah..
Revan Berpikir Mungkin Suatu saat Mereka Akan Berpisah Juga Bukan, Apa lagi Mitha Dan Dewa tidak Saling Mencintai. Begitulah Pemikiran Revan Saat Ini..
" Kasian Sekali Melody,," Kata Mamah Revan Kecewa.
" Dari Kecil Sudah Di tinggal Kedua Orang Tuanya," Kata Mamah Revan Lagi..
" Maksud Anda Nyonya.. Kehilangan Kedua Orang Tuanya, Bukankah pak Revan Adalah Papih dari Gadis Kecil Itu," Tanya Dewa penasaran.
" Bukan...Revan Bukan Papih Dari Melody,, Papih Melody bernama Reihan kakaknya Revan, Mereka Berdua meninggal Saat Kecelakaan, Dan Untungnya Melody Tak Di Bawa mereka Berdua," Jelas Mamah Revan.
" Maksud Nyonya...Jadi pak Revan Paman Melody," tanya Dewa.
" Betul sekali,, Karena Revan sangat Menyayangi Keponakannya Itu dia Membiarkan Melody Memanggilnya Papih dan Mengadopsi Keponakannya itu menjadi Putrinya," Kata Mamah Revan Pelan.
" Ooh.." Dewa Benar Benar Kagum pada Revan Di usia Muda Seperti ini dia Berani Mengambil Keputusan untuk Mengangkat Keponakan Menjadi Anaknya..
ternyata Kenjo Saja Baru Tau Kalo Melody bukan Putri Kandungnya, Malah Kenjo Selalu Berpikir Kalo Melody adalah Anak hasil Dengan Wanita Wanita yang Revan Kencani, Ternyata pemikiran Kenjo salah Bahwa Melody Adalah Keponakannya,
" Nenek...Obat Untuk Melody Yang Mana," Tanya Mitha Tiba Tiba dan Mengangetkan Mereka Semua.
" Aah tunggu sebentar, biar Nenek Ambilkan," Kata Mamah Revan pelan.
" Biar Saya Saja Nek," Pinta Mitha Saat Mamah Revan Mau Memberi Melody Obat.
" ini Nak," Kata Mamah Revan Dan Memberikan Obat Melody Pada Mitha.
Mitha Pun Kembali Ke Kamar Melody dan Memberi Obat Pada Melody..
" Beruntung Sekali anda Tuan Menikahi Nak Mitha, Dia Sudah Baik, Cantik, Lemah Lembut," Kata Mamah Revan Pada Dewa, Dan Dewa Hanya Tersenyum mendengar Ucapan Mamah Revan Padanya.
" Andai saja Gadis Itu belum Menikah,, Saya Juga Mau Menjadikannya Menantuku Di sini," Kata Mamah Revan Jujur,
" Tapi Sayang...Gadis Baik Itu Sudah Menikah," Kata Mamah Revan Kecewa.
" Mah...Sudah lah Jangan Membicarakan ini lagi," Kata Revan Pelan.
" Kau Juga...Seharusnya Di Usiamu Yang Sekarang Sudah Tua Seharusnya Sudah Menikah,, Kau Malah Belum Menikah Menikah," Kata Mamah Revan Kesal pada Putranya Ini.
" Mah...bukannya Aku tidak mau menikah, Mamah Tau sendiri Melody Seperti apa jika Aku Berdekatan Dengan Wanita lain, Dia Pasti Tidak Akan Suka," Kata Revan.
Revan Memang Selalu Bergonta Ganti Pasangan ia Melakukan Itu agar Melody Memilih Milih Siapa Yang Pantas Untuknya,, Namun Melody sedikit pun Tak Menyukai Wanita Wanita Yang Di Kencani Revan, Dan Ketika Melody Menyukai Wanita dan Cocok dengannya, justru malah Istri orang...
DI KAMAR MELODY...
" Kakak Cantik, Kakak Akan Menginap Di sini Kan," Tanya Melody saat Sudah Minum Obat Dan Kini Melody Selalu Berbicara Banyak dengannya.
" Kakak tidak Bisa Sayank,," Kata Mitha Lembut.
" Kenapa,,!! apa kakak Cantik Tidak Suka Aku," Kata Melody pelan Dan Seperti ingin Menangis..
" Bukan Begitu Sayank," Kata Mitha Lembut dan Memengang Pipi Lembut dan Chabi Melody.
" Kakak sangat Menyukaimu, Malah Ingin Rasanya Kakak Bawa Ke Rumah Kakak," Kata Mitha Tersenyum..
" Kalo Begitu Kakak tinggal saja Di lumah Melo dan Jadi Mamah Melo Kak," Kata Melody lugu..
" Kakak Tidak bisa Sayank," Kata Mitha Lembut.
" Melo Boleh Kok Panggil Mamah sama Kakak, tapi Kalo Kakak Tingal Di Rumah Melo.. terus Siapa Yang akan Menjaga Dan Merawat Pangeran Kakak," Kata Mitha Lembut.
" Jadi Melo Boleh Panggil Mamah Sama Kakak," Tanya Melody senang.
" Tentu saja," kata Mitha Tersenyum.
" Pangelan...Emang Mamah Punya pangelan," Tanya Melody penasaran.
" Tentu Saja...Mamah punya Pangeran," Kata Mitha Lembut.
" Kalo Mamah Punya Pangelan lalu siapa Pangelan aku," tanya Melody yang Semakin Bawel Saja
" Tentu Saja Pengeran Melody itu Papih," Kata Revan Saat Masuk dan Mendengarkan Perkataan Mereka Berdua Revan Sangat Senang Mendengar Melody Kini Banyak Berbicara...