
" Baiklah," Kata Dewa Tegas.
" Aku akan Membuat nyaJera.." Kata Dewa Lagi. Dan Ia Pun Menelvon Bawahannya Untuk meyelidiki Orang Yang Di Pinta Istrinya Itu.
Dan Dewa Mempunyai Pikiran Lain Untuk Membuat Istrinya Senang.
" Jika Aku Sudah Melakukan apa Yang Kau Pinta, apa Balasannya untukku," Tanya Dewa pada Mitha Istrinya.
" Saya Akan Membayar Berapa Pun yang Mas Pinta, Lagi Pula Saya Juga Gak Minta Gratisan Sama Mas kok, Saya Akan Membayarnya," Kata Mitha pelan.
" Terus Dari mana Kau mendapatkan Uang Untuk membayar Padaku," Tanya Dewa Lagi.
Mitha Juga Bingung ia Dapat uang dari mana.
" Tidak Tau,"Kata Mitha pelan dan Ia Melihat Cincin Kawin di Jari manis Nya Dan berpikir untuk Menjualnya Nanti.
APA AKU JUAL CINCIN PERNIKAHAN SAJA YA, pikir Mitha Tersenyum..
Dewa yang Melihatnya sedang menatap Cincin Pernikahan pun Langsung Memperingatinya.
" Awas Saja Kalau Kau menjual Cincin Pernikahan Kita hanya Untuk Membayar ku," Tebak Dewa mengenai sasaran.
Mitha Hanya tersenyum Karena Dewa tau pemikirannya
MAS DEWA TAHU SAJA KALO AKU MAU MENJUALNYA, pikir Mitha tersenyum.
" Itu adalah Cincin peninggalan Alhm..Ibundaku Dan Aku Memberikannya Padamu Agar kau menjaganya Bukan Menjualnya," Kata Dewa Tegas.
OH JADI CINCIN INI PENINGGALAN MEDIANG IBUNDA MAS DEWA, pikir Mitha Dan Terus Menatap Cincin Itu.
LALU AKU HARUS MEMBAYAR PAKE APA,,batin Mitha bingung..
" Lalu Saya Harus Bayarnya Pake Apa Mas," Tanya Istrinya bingung.
" Bagaimana Imbalannya Kalo Bukan Uang," Kata Dewa Lagi...
" Kalo Bukan Uang...Terus Apa," Tanya Mitha Bingung.
" Nanti saja Aku pikirkan Lagi... Sekarang Belum Terpikirkan olehku." Kata Dewa lagi..
" Tapi Jangan Yang Aneh Aneh Mas," Kata Mitha Pelan.
" Iya Mas Tau.. tidurlah..Apa kau Tidak lelah Hmm," Tanya Dewa lembut..
Mitha yang bingung Mau tidur dimana Ia Pun mengambil Bantal dan Selimut dan Malah menaruhnya di Kursi panjang.
" Kenapa Kau malah Tidur di sana," Tanya Dewa Bingung melihat Istrinya Malah Tidur di Kursi Panjang.
" Memangnya Kenapa Mas," Tanya Balik Mitha..
" Apa kau Tidak Mau Tidur di Ranjang Bersama ku," Tanya Dewa lagi.
" Bu Bukan Begitu Mas," Kata Mitha Malah Gugup.
" Apa Kau Takut Padaku hmm," Goda Dewa lembut...
" Ti Tidak... Tentu Saja Tidak, Kenapa Aku Harus Takut pada Mas," Kata Mitha Semakin Gugup.
" Kalo Tidak Takut Padaku...Kemarilah...Tidurlah Di sini," Kata Dewa Pada Mitha Dan Menepuk Nepuk Tempat tidur Di Sisinya agar Mitha Menghampirinya..
" Tenang Saja...Aku tidak akan Menyentuhmu, tanpa ijin Darimu," Kata Dewa lagi menenangkan Mitha Yang Sedikit Takut padanya.. Begitulah pemikiran Dewa Saat ini.
" Kemarilah...." Panggil Dewa lembut.
Mitha Pun Menghampiri Dewa Dan Tidur Di sisinya..
" Apa Kau Takut Padaku.." Tanya Dewa lembut.
" Sejujurnya sih Saya Sedikit takut Mas.." Jawab Mitha Jujur akan Ketakutannya.
" Kau tenang Saja...Aku tidak akan Menyentuhmu tanpa ijin Darimu," Kata Dewa lagi.
" Tapi....Kalo Kau Mau...Aku akan Melakukannya Sekarang juga," Kata Dewa menggoda Istrinya.
" Maaaas.." Panggil Mitha Takut dan Bermaksud Kembali Lagi tidur Di Kursi panjang, Namun Dewa Memeluknya dan Menenangkan nya..
" Aku Hanya Bercanda," Kata Dewa Tertawa karena Istrinya ketakutan..Akan Kelaukan Jailnya.
" Maafkan Aku Mas... Aku Hanya Ingin Melakukannya Setelah Aku Menyukai dan Jatuh Cinta Pada Mas," Kata Mitha Pelan.
" Baiklah...Aku akan Menunggumu sampai Kapan pun," Kata Dewa lembut.
" Tapi.... Apa boleh Setiap Malam Aku Memeluk mu," Tanya Dewa Lembut..
Dan Mitha Pun Hanya Mengangguk Tanda Setuju dengan pertanyaan Dewa.
Dewa pun Tertidur lelap di Pelukan Mitha.
Berbeda Dengan Dewa,, Mitha Justru tak bisa Tidur sama Sekali, Ia Merasa Aneh Di peluk Seperti itu,
MAS DEWA BENAR BENAR SUDAH TIDUR...pikir Mitha Dan ia Pun berbalik Menghadap Dewa,
TERNYATA SUDAH TIDUR..Dalam Hati Mitha Tersenyum melihat Dewa yang tertidur dengan damai..Dan tentunya Dewa sangat tampan apa lagi jika tertidur seperti itu.
Mitha Terus Saja Memperhatikan Wajah Tampan Dewa,
" Kenapa Kau malah Menatapku Seperti itu..," Tanya Dewa yang Masih Menutup Matanya.
" Aku tau Aku Memang Tampan dan Menggoda," Gumam Dewa lagi dan Membuka Kedua Matanya Dan Menatap Mitha Dengan Lembut.
" Apa kau tidak sadar Dengan Air liurmu yang mengalir itu," Goda Dewa yang Hanya Bercanda.
Namun Mitha Benar Benar memeriksa Ujung Bibirnya Takut Takut Kalo Yang Di Katakan Dewa Memang Benar.
Dewa yang Melihat itu pun Langsung Tertawa Geli Karena Ulah Mitha yang Langsung Memeriksa Bibirnya.
" Aku Hanya Bercanda Sayank..." Goda Dewa dan Memeluk Mitha Dengan Sayang..
" Mas Ini.... Menggodaku Terus iiih..," Kata Mitha Kesal Dan Memukul Dada Dewa pelan..
" Habisnya...Kau Gampang Sekali percaya Seperti itu, Jadi Aku tak Bisa Berhenti Menggodamu." Kata Dewa Gemas Pada Istrinya
Dan Ia Malah Memeluk Kembali Istrinya Itu...
" Mas.." Panggil Mitha Lembut..
" Hmmm..." Hanya Itu yang Keluar Dari mulut Dewa.
" Mas... Bangun Dulu," Kata Mitha Pada Suaminya Yang Terus saja Memejamkan Matanya.
" Apa..." Kata Dewa Singkat dan Tak Membuka Matanya dan Malah Tersenyum.
" Mas...Apa boleh aku kerja," Tanya Mitha pelan.
pertanyaan Mitha Membuat Dewa terbangun dan membuka kedua Matanya.
" Kau ingin kerja Apa lagi..." Tanya Dewa bingung dengan permintaan istrinya yang malah Meminta Bekerja Sedangkan Dewa Mempunyai Segalanya.
" Setelah Jadi Istri Mas, Apa Masih boleh Aku jadi Pelayan Mas," Kata Mitha Pelan.
" Kau ini Aneh... Kalo sudah Jadi Istriku kenpaa Kau masih mau Jadi pelayanmu," Kata Dewa Dan Menopang tangannya untuk menyangga Kepalanya,
" Aku kan Masih Butuh Uang Mas, Kalo Aku Gak Kerja dari mana Aku punya Uang," Kata Mitha Polos.
" Kau ini..Kau kan Istriku, Jadi Uangku Uangmu, Hartaku Hartamu, Apa pun Yang Aku miliki itu semua Milikmu," Kata Dewa lagi.
" Mulai sekarang kan Kau akan Menjadi Nyonya Dewa di rumah ini, dan Semua Isi rumah Dan pelayan Pelayan Lain nya Tanggung Jawab mu sekarang," Kata Dewa lembut.
" Tapi apa aku Bisa Menjadi Nyonya Seperti itu Mas," Tanya Mitha pelan.
" Kau Pasti Bisa Sayank..Aku tau Kau Pasti Bisa," Kata Dewa lagi.
" Terus Kalo Aku Bukan Pelayan Mas, Mas Mau Mengambil Pelayan Lain Gitu," Selidik Mitha,
" Tentu saja Tidak," Kata Dewa pelan.
" Aku sudah Punya Istri kenapa Aku Harus Membutuhkan Pelayan Lagi, Kau kan Bisa Melayaniku Di Rumah...Apa lagi Melayaniku Di tempat Tidur," Kata Dewa Menggoda Istrinya..
" Maaaaas...Aku Serius," Kata Mitha.
" Mas Juga Serius..." Kata Dewa Lembut.
" Aku Membutuhkan Uang Mas,," Kata Mitha Pelan.
" Baiklah,, Berapa Uang Yang Kau Butuhkan," Kata Dewa lelah tak mau Berdebat.
" Mas...Aku Tidak mau Uang Mas Dengan Percuma, Aku kan Bisa Menjadi pelayan Mas Lagi tapi Mas Menggajiku, Bagaimana," Pinta Mitha..
" Jadi Maksudmu...Kau masih Mau Menjadi Pelayan Ku, Dan Aku Menggajimu, Begitu.." Kata Dewa,
Dan Mitha Mengangguk Anggukan Kepalanya.
" Baiklah..Terserah Padamu Saja Sayangku," Kata Dewa dan Memejamkan Kembali Matanya.
" Beneran Mas.." Kata Mitha Antusias senang, Karena Dewa sangat Senang Akhir Akhir ini ia pun akan Menuruti Apa Kata Istrinya Itu.
" Hmmmm...Tidurlah...Sebelum Aku tiduri," Ancam Dewa, Dan dengan secepat kilat Mitha pun Membaringkan Kembali tubuhnya...
Dewa pun tersenyum dengan Ulah Nya...