LOVE ME PLIS

LOVE ME PLIS
BAG 13



Dewa juga Belum Mengetahui Isi Hati yang Sesungguhnya,


Ia Masih Beranggapan Kalo Grazella yang Akan Tetap Di Nikahinya Nanti,


Akhir Akhir Ini Kesehatan Kakek Wijaya Semakin Memburuk Saja,


Semua Cucu Cucunya Sangat Hawatir Padanya,dan Mereka Semua Hadir Di sana,


Dewa, Rama, Raja, Kenjo, Dan Dion Pun Turut Hadir Di sana,


Dewa Terus Saja Memperhatikan Mitha Yang Membantu Ibu nya Merawat Kakek Wijaya Dengan Telaten Merawat Kakeknya Itu,


Kakek Wijaya Sangat Senang Bila Dekat Dengan Putri pelayan Pribadinya Itu... Seakan Ia Mempunyai Cucu perempuan.


Ia Selalu ingat Akan Janji Pada Ayahnya itu sebelum meninggal, Bahwa Kehidupan Putrinya Ia Serahkan Pada Kakek Wijaya, Namun Jika Tuhan Sudah memanggil Nyawanya Bagaimana ia Akan Merawat Anak dari Orang Yang telah Menyelamatkannya itu,


" Dewa...." Panggil Kakek Wijaya Pada Dewa Cucu Kesayangannya.


" Iya Kakek... Ada Apa.," Tanya Dewa pelan.


" Panggilkan, Pak Doni kesini," Kata Kakek Wijaya pelan.


" Maksud Kakek Pak Doni Pengacara itu," Tanya Dewa memastikan.


" Iya Nak, Panggilkan Dia Kemari," Kata Kakek Wijaya,


Dewa Pun Menelvon pak Doni dan Menyuruhnya Segera Kemari.


" Kenapa Kakek Memanggil Pengacara Di saat Kakek Sakit Seperti ini," Kata Dewa pelan Pada Kakeknya.


" Ada Yang Harus Kakek Uruskan," Kata Kakek Wijaya Pelan, ia Tak Mau Semua cucunya Tau kalo Ia Membuat Janji dengan Ayah Mitha Saat itu Mitha dan Ibu Mitha Pun Keluar dari Kamar Mitha dan Raja Pun Mengikutinya Di Belakang.


Tak Lama Pengacara itu pun Tiba, dan Langsung di suruh Masuk Begitu saja,


Sedangkan Semua Cucu Cucunya Di suruh Pergi dari Kamarnya.


" Tolong Jaga Kesehatan Kakek, Jangan membuatnya Setres, Kakek Lagi sakit seperti itu,Jadi Saya Mohon Jaga Kesehatannya," Pinta Dewa pada Pengacara Saat sebelum meninggalkan Kamar Kakek Wijaya,


Raja Yang Melihat Mitha Keluar Juga Memegang Tangannya.


" Tha..." Panggil Raja Lembut.


" Iya Den.." Jawab Mitha Pelan.


" Ah Maaf ya Den, Kita Tidak Jadi pergi saat itu," Kata Mitha Menyesal karena Mengingat Tak Bisa Pergi ke luar Dengan Raja saat itu.


" Tidak apa apa Kok, Kita Kan Bisa Pergi Lain Hari, Malam Ini Juga Kita Bisa" Kata Raja Lembut.


" Siapa Yang Akan Mengajak Mbak Mitha Pergi malam ini," Tanya Kenjo Menengahi Pembicaraan Mereka.


Dewa Yang Melihat Pemandangan Itu Hanya Memutar Bola Matanya jengah,


KENAPA SEMUA ADIK ADIKKU BAHKAN SEPUPUKU SAJA MENYUKAI PELAYANKU INI batin Dewa tak percaya.


MEMANG DIA CANTIK,TAPI....pikir Dewa Menggantung Saat Melihat Kenjo Sedang bersama Mereka dan Raja Malah marah Pada Kenjo.


" Kau Masih Bocah, Untuk Apa kau Mengajak Mitha Pergi Kencan Malam ini,," Kata Kenjo kesal Pada Raja Karena Berani mengajak Gadis Pujaannya Pergi.


" Yang Bilang Kencan Sama Den Raja Itu Siapa," Kata Mitha Menengahi Perdebatan antara Raja Dan Kenjo.


" Saya Sama Den Raja Kan Cuma Mau Jalan Jalan saja, Jangan Di samakan Dengan Kencan Den," Kata Mitha pelan.


" Kalo Kalian Cuma Berdua Saja Jalannya,itu Namanya Kencan Tha," Kata Kenjo tak Suka Kalo Ternyata Raja Juga Menginginkan Mitha


" Memangnya Kenapa, Apa Urusannya Dengan Kak Kenjo kalo Aku Memang Mengajak Mbak Mitha Kencan Malam Ini Juga," Kata Raja Malah Semakin Marah Saja,,


" Kau..." Kata Kenjo semakin Kesal Saja Pada Raja


" Den Raja, Sudah Jangan Di Tambah Lagi, Den Kenjo Juga, Aden Salah Faham," Kata Mitha Pelan dan Melerai Perdebatan Di antara Mereka Berdua.


" Ada Apa..Kenapa Kalian Malah Berantem Seperti itu," tanya Dewa saat menghampiri Keduanya,


Dan Keduanya Diam Seketika Saat Dewa Bertanya Seperti itu,


" Tidak Apa Apa Den, Hanya Salah Faham Saja," Jelas Mitha,


" Ooh.. Ah Ia Tha," Panggil Dewa tiba Tiba.


" Iya Den,"


Lagi lagi Raja tak bisa Mengajak Mitha Keluar. Dan Mitha Hanya Bisa Minta Maaf Pada Raja Saat ini.


DI KAMAR KAKEK WIJAYA....


" Maksud Anda tuan Besar," Tanya Pengacara itu bingung dengan Permintaan Tuannya.


" Tolong Katakan Padaku, Di antara Cucuku yang Ke Tiga, Siapa Yang Paling Bisa Menjaga Seseorang Yang Aku sayangi," Kata Kakek Wijaya pelan.


" Maksud Tuan Siapa Cucu Tuan Yang Ke tiga Itu," Tanya Pengacara Itu lagi.


" Siapa Lagi kalo Bukan, Dewa, Rama, dan Kenjo, yang kedua Cucuku masih Muda Muda dan Belum siap Untuk Menikah," Kata Kakek Wijaya Lagi pelan.


" Siapa Yang Tuan Besar Maksud Yang Akan Menikah dengan Cucu cucu tuan Itu," Tanya Pengacara itu lagi.


" Mitha... putri dari Orang Yang Telah Menyelamatkan Nyawa ku saat kecelakan itu," Kata Kakek Wijaya Lagi.


" Aah jadi Maksud Anda, Anak Dari Pelayan dan Supir pribadi Anda tuan," Tebak Pengacara Itu.


" Iya... Aku berhutang Budi Padanya, Dan Aku Menjanjikan Padanya Untuk menjanjikan Putri Putri nya Aman sentosa," Kata Kakek Wijaya


" Dan Menurutku, Menikahkan putrinya dengan Cucuku,Aku Bisa Tenang Meninggalkan Gadis Itu Nantinya," Kata Kakek Wijaya Lagi.


" Kalo Boleh,, Saya Ingin Melihat Gadis Itu lebih Dulu," Kata Pengacara Itu lagi.


Kakek Wijaya Pun Memencet tombol kusus untuk pelayan nya,


" Ada Yang Bisa Saya Bantu Tuan," Suara terdengar Dari Tombol itu dan Suara Itu Adalah Suara Ibu Sri..


" Tolong Buatkan Teh, untuk tamuku, Dan Suruh Putrimu yang Membawanya Kemari," Kata Kakek Wijaya, Dan ibu Sri Pun Menurutinya.


Tak lama Terdengar Ketukan Di Pintu kamar Kakek Wijaya.


Tok...


Tok...


Tok...


" Masuk," Kata Kakek Menyuruh Mitha Untuk Masuk


" Masuklah Nak," Kata Kakek Wijaya lagi.


Mitha Pun Menaruh Minuman Teh nya Itu di atas Meja,


" Silahkan Tuan," Kata Mitha Lembut.


Mitha Pun Pergi meninggal kan Kamar Kakek Wijaya Itu.


" Bagaimana menurutmu, siapa Yang Cocok dan Bisa Menjaganya," Kata Kakek Wijaya Lagi,


" Menurut Penglihatan Saya, Gadis Ini Cocok dengan Den Rama," Kata pengacara Itu menjelaskan Pendapatnya.


" Gadis Ini lembut dan Anggun, walau pun di besarkan di sebuah Kampung, Tapi Gadis Ini Benar Benar Cocok jika Menjadi Seorang Istri Keluarga Jaya Kusuma," Kata Pengacara Itu lagi.


" Aku tidak Tau, Kenapa Kau memilih Rama, Dia sedikit pun Tak pernah Berbicara Dengan Gadis Itu," Kata Kakek Wijaya menulusuri penglihatannya selama Ini,


" Lalu Siapa Yang Tuan Pilihkan," Tanya Pengacara Itu lagi.


" Dewa... Gadis ini sangat Cocok untuk Dewa," Kata Kakek Wijaya Lagi.


" Aku Harap Kau Bisa Mengabulkan Keinginanku Ini," Kata Kakek Wijaya Lagi.


Pengacara Itu pun Menganggukkan Kepalanya Tanda Setuju apa pun Perkataan Tuannya.


Kakek Wijaya Membuat Surat Wasiat Untuk Cucu Cucunya, dan Membagikan Semua Harta dan Membagikannya Rata,


Lalu Kakek Wijaya juga Membuat Wasiat Terakhir untuk Masa Depan Dewa saat itu Juga,


dan Menandatangani Surat Surat Wasiat Itu,


" Jika Aku Meninggal Nanti, Tolong Bacakan Surat Wasiat Terakhir, Dan Umumkan ini Tak Bisa Di Ganggu Gugat," Kata Kakek Wijaya Lagi meminta Permintaan Terakhir pada Pengacaranya,.


" Baik Tuan Akan Saya Lakukan, sesuai keinginan Tuan," kata pengacara itu pelan.


" Baiklah,, Terimakasih," Kata Kakek Pelan dan Sekarang Ia Bisa Tenang,