LOVE ME PLIS

LOVE ME PLIS
BAG45



21 : 00. WIB..


" Kok Sendiri...Dimana Kenjo," tanya Dewa Saat Berada Di luar Sengaja Menunggu istrinya pulang..


" Ooh Kak Kenjo Sedang Menemui Teman Nya, Dan sedang mengadakan Reunian bersama teman Temannya.." Kata Mitha pelan.


" Mas Ngapain Di Luar, Ini kan Udah malam Mas," Tanya Mitha Lagi


" Mas Sedang Menunggumu," Kata Dewa Pelan.


" Tumben Banget Mas Menungguku," Tanya Mitha Penasaran..


" Tidak apa apa..Aku Hawatir saja Sudah Malam Begini Kau Malah Baru Pulang," Kata Dewa..


" Lain Kali Kalo Kau Tidak Di Antar Kenjo Pulang, Kau Lebih Baik Telpon Aku saja," Kata Dewa Lagi..


" Iya Mas, Aku Masuk Dulu Ya," Kata Mitha Pelan Dan Ia Pun Masuk... Namun Dewa Memegang pergelangan Tangannya dan Dewa Tahan..


" Kenapa Dengan lenganmu.." Tanya Dewa saat Tak Sengaja Melihat Luka Yang Berdarah Di Lengan Mitha.


" Aah Ini... Tadi aku Terjatuh," Kata Mitha Pelan.


" Tidak Mungkin..Aku tau kau Bukan Gadis Yang Seceroboh Itu, Katakan Padaku Ini kenapa," Kata Dewa Merasa Curiga. Dewa Tak Percaya Penjelasan Istrinya Karena Yang Ia Tahu Istrinya Bukan Gadis Ceroboh seperti itu.


" Aah...Tapi Mas Janji Tidak Akan Marah," tanya Mitha pada Dewa dan Dewa pun Mengangguk.


" Tadi Pas Pulang Kerja Ada Dua Pria Mencegat Aku Mas, Dan Mereka berniat jahat Padaku, Dan Saat aku Memberi mereka pelajaran Gak Sengaja Aku terjatuh..Untung Aku gak Kenapa Napa Mas," Kata Mitha Menjelaskan Pada Suaminya...Dewa Yang Mendengar Nya pun Ingin Rasanya berada Di sana dan Melindungi Istrinya Itu.


" Maaf kan Aku..Aku malah Tidak Bisa Menjaga Dan Melindungimu." Kata Dewa Pelan.


" Mulai Besok..Biar Mas Saja Yang Mengantar Dan Menjemput mu," Kata Dewa lagi..


" Tidak Usah Mas, Lagiankan Aku Juga Bisa Jaga Diri," Kata Mitha Pelan.


" Mas Tau Kau Bisa Jaga Diri, Tapi Setidaknya Mas Bisa Menjaga Dan Melindungi Kamu Kan," Kata Dewa...


" Apa Tidak Merepotkan Mas," Tanya Mitha.


" Tentu saja Tidak Kau Kan Istriku, Sudah Kewajiban ku Melindungi dan Menjaga mu,." Kata Dewa lembut.


" Dari pada Mas Lihat kamu Pulang dengan Begini...Mas Malah Semakin Hawatir," Kata Dewa Lagi..


" Baiklah Mas,, Terserah Mas Saja," Kata Mitha.


" Ya Sudah sekarang..Kita Obati Lukanya Ya,, Biar tidak Infeksi," Kata Dewa Dan membawa Mitha ke Ruang Tamu dan mendudukanya Di sana.


" Tunggu di sini, Mas Ambilkan Kotak Obat Dulu," Kata Dewa Lembut dan Mitha Pun Mengangguk..


Tak lama Dewa pun Kembali dengan Membawa Kotak Obat..


" Bi...Tolong Ambilkan Air Hangat," Kata Dewa Menyuruh bibi mengambilkan Air hangat Untuk membersihkan Luka Istrinya tak Lama Bibi Pun Membawa Sebaskom Kecil air Hangat.


" Terimakasih Bi," Kata Dewa pelan.


Dewa pun Membersihkan Luka Mitha Yang Berdarah dengan Air hangat Itu.


Mitha Meringis Kesakitan saat Kapas Hangat Menyentuh Lukannya..


Dewa Yang Melihat Luka Di lengan Istrinya Lumayan Besar sedikit Meringis seperti Merasa kan sakit Yang istrinya Rasakan..


" apa...Sakit," Tanya Dewa pada Istrinya..


" Sedikit Perih Saja Mas," Kata Mitha Pelan.


Dewa pun Meniup luka Di lengan Istrinya Dengan Lembut..


" Oia Mas Apa Aku Belum Cerita Tentang Pak Revan," Tanya Mitha Pelan saat Dewa Membersihkan Luka Nya..


" Maksudmu Revan Yang papihnya Gadis Kecil yang Kamu Tolong Itu Bukan," tanya Dewa penasaran.


" Iya...Mas tau... Ternyata Bos Aku Dia loh Mas," Kata Mitha Menceritakan kejadian Tadi Siang.


" Jadi Maksudmu Yang Punya Resto itu pak Revan yang Itu," Tanya Dewa lagi..


" Iya Mas..pak Revan Papihnya Melody, Tadi Saja Aku Bertemu Dengan Melody Di Sana Mas," Kata Mitha Senang.


" Apa Kau sesenang Itu Bertemu Melody," Tanya Dewa..


" Kalo Kau sesuka Itu Pada anak Kecil kenapa Tidak Kita Buat saja," Goda Dewa lembut.


" Mas Ini...Emangnya Semudah Itu apa Buat Anak," Kata Mitha Pelan.


" Tentu Saja Mudah...Kita Tinggal Berkeringat Berdua Lal......." Kata Kata Dewa Terputus Karena Tangan Mitha Menutupi Mulutnya.


" Sttttttt Mas Jangan berkata Seperti Itu Di sini," Kata Mitha Dan Menaruh Telujuk Di Bibirnya.


" Kenapa Memangnya." Tanya Dewa malah Semakin Menggoda Istrinya.


" Nanti Para Pelayan Dengar Mas, Kan Malu," Kata Mitha Pelan.


" Memangnya Ada Siapa..Para Pelayan Saja Sudah Pada Istirahat, Jadi...Kita bisa......" Kata Dewa lagi dan Malah Menggoda Istrinya..


" iiiish... Mas, Sudah Ah Aku Mau Naik Ke kamar Dulu," Kata Mitha Pelan Dan meninggalkan Dewa Yang tersenyum melihat Istrinya Yang Semakin Malu saja.


KEESOKAN HARINYA...


seperti Biasa Tiap Pagi Pasti saja Selalu Datang Zella ke Rumah Dewa...


" Sayank..." Panggila Zella Saat Melihat Dewa Sedang Duduk Dan Meminum Kopi di Ruang Tamu dan Itu Juga Bersama Dengan Rama, Namun Zella Tak Pernah Malu dan Langsung Memeluk Dewa mesra dan duduk di pangkuan Dewa..


Mitha Yang Memperhatikan Hanya Menggeleng Melihat Kelakuan Mereka Berdua Yang Malah Bermesraan, Rama Semakin Kesal Saja Saat melihat Kemesraan Dewa dan Zella di Depanya Dan Juga istrinya.


" Ya Ampun Kak, Apa Kalian Tidak Punya Rasa Malu Bermesraan Seperti ini di hadapanku dan juga Istrimu Sendiri," Tanya Rama Kesal Melihat Kelakuan Mereka Yang Seperti Sengaja.


" Malu...Ini kan Rumahku Sendiri, Lagian Kan Cuma Hanya Ada Kamu sama istriku saja, Lagian Istriku saja Tidak Keberatan," Kata Dewa Asal dan Malah Semakin Mencium Zella lembut Dewa sengaja Melakukan Itu karena Ingin Mengetahui Perasaan Istrinya..


" Iya...Istrinya Dewa Saja Tidak perduli,, Kenapa Kamu Yang rewel Si Ram," Kata Zella Tersenyum pada Rama.


Rama Pun Meninggalkan Mereka dan Menghampiri Mitha Yang Sedang di Dapur..


" Tha...Apa Kau Tidak Sedikit pun Merasa Kesal Pada Kelakuan Suamimu Itu," Tanya Rama Pada Mitha.


" Kesal...Kenapa Aku Harus Kesal Kak, Biarkan Saja Mereka, Toh Itu kan Keinginan Mereka Bukan ke inginanku," Kata Mitha Tak Perduli dan Dewa Juga Mendengarkannya..


APA PERASAANYA GADIS KECIL ITU TERBUAT DARI BATU.... KENAPA TIDAK PUNYA PERASAAN SEDIKIT PUN PADAKU.. dalam Hati Dewa Kesal..


" Tapi Tha...Kak Dewa Kan Suamimu," Kata Dewa.


" Iya Aku Tau..." Kata Mitha.


" Tapi Dia Bukan suami Yang Aku Cintai," Kata Mitha Pelan, Dewa Yang Mendengarnya Sedikit Menaikan Alisnya..


APA... JADI GADIS KECIL INI SEDIKIT PUN BELUM MENCINTAIKU, Dalam hati Dewa kesal saat mendengar Perkataan Istrinya.


" Kalo Dia Suami Yang aku Cintai... Aku Juga Tidak Akan Tinggal diam,, Dan malah.... Aku Akan Mengusir Wanita Yang berani Menggoda Suamiku," Kata Mitha Lagi..


" Apa Sedikit Pun Kamu tidak Mencintai Dewa," Tanya Rama Dewa Yang Sedikit Mendengar Pun Merasa Penasaran Dengan jawaban Istrinya...


" Cinta...Mas Dewa Saja Tidak Sedikit Pun Mencintaiku, Jadi Untuk Apa Aku Harus Mencintainya," Kata Mitha Ketus.


OOH...APA AKU HARUS MENCINTAINYA DULU, BARU GADIS KECIL INI AKAN MENCINTAIKU dalam Hati Dewa...


" Kau benar Juga... Kak Dewa Tidak Pantas Mendapat kan Gadis Baik Seperti mu," Kata Rama Sedikit Keras, Rama Sengaja Berkata Seperti itu agar dewa Mendengarnya..


Dewa Hanya kesal Mendengar Percakapan Mereka..


" Aku harap...Kakakku Itu Melepaskan mu Saja," Kata Rama Sedikit Keras.


" Gadis Baik seperti Mu tidak Pantas Bersmaa Laki laki Yang sedikit pun Tidak Mencintaimu," Kata Rama Lagi..


" Siapa Tau kan, Kalo Kakakku Itu melepaskanmu Ada Pria Baik yang mencintaimu dan Akan Membahagiakanmu," Kata Rama Lagi..


" Mungkin Setelah Kau Mencintai Pria Lain, Kakakku Itu akan baru sadar Dengan Kelakuannya Yang sekarang," Kata Rama Lagi.


" Apa Dia Tidak Ingat Bagaimana Perjuangan Mu saat Dia Tidak Bisa Berjalan, Dan Di tinggalkan KEKASIHNYA saat itu," Kata Rama Lagi sengaja Mengingatkan Kejadian Dewa saat Tak Bisa Jalan Dulu.


" Sudahlah Kak, Jangan Di ingat lagi," Kata Mitha pelan.


" Belum Tentukan Mas Dewa Ingat semua Itu," Kata Mitha Lagi..


" Di pikiran Mas Dewa kan Hanya Nama Zella Seorang Kak, Jadi Tidak Ada Lagi Ruang untuku di Hatinya," Kata Mitha Pelan..