
" Kalian membicarakanku Seakan Aku Tidak Ada Di sini saja," Kata Dewa Kesal pada Kedua Orang yang sedang Membicarakan nya..
" Kak...SepErtinya Ada Yang Berbicara Ya," Tanya Mitha Pura Pura Tak Mendengar.
" Kayanya Iya...Tapi siapa Ya," Jawab Rama Yang Juga Sama pura Pura Tak Mendengar Dewa Bicara..
" Kayanya Raja Iblis Deh Kak," Kata Mitha Tersenyum Manis Pada Rama dan membuat Dewa Kesal,
" Sayank...Sudahlah Biarakan Saja Mereka," Kata Zella Ikutan Kesal Juga..
" Kau Dengar kak, Ternyata Ada Syetan Juga di sini," Kata Mitha Pelan dan Rama Hanya Tersenyum mendengar Perkataan Mitha Yang menganggap Dewa Iblis Dan Zella Syetan.
" Kau Benar Sayang," Kata Dewa Lagi dan Kembali Bermesaraan Dengan kekasihnya..
" Anggap saja Mereka Tidak Ada," Kata Zella Tersenyum,...
" Bagaimana Kalo Kita Ke Kamarmu saja Sayank,," Ajak Zella.
" Kau Benar juga Sayank...Mungkin Kita Bisa Membuat Anak terlebih Dahulu," Kata Dewa Sengaja Membuat Mitha Kesal Dan Marah, Dewa Ingin Tau Bagaimana Reaksi Istrinya..
" Ya ampun Kak,, Iblis Dan Setan Mau Berbuat Kemaksiatan, Apa Yang Harus Kita Lakukan Kak," Kata Mitha Sinis dan Malah Semakin membuat Dewa Kesal saja.. Bukan nya Cemburu Mitha Malah Sengaja Membuat Dewa Kesal Saja.
" Menurutmu Apa Yang Harus Kita Lakukan Tha," tanya Balik Rama Pada Mitha dan Malah Sengaja Membantu Mitha Untuk Membuat Dewa Kesal.
" Bagaimana Kalo Kita Sembur saja Si Raja Iblis nya,kalo Tidak Kita Kerangkeng saja Agar Tidak Tergoda Dengan syetan Yang Terkutuk," Kata Mitha Cekikikan.
" Kau Benar Juga Tha..Lalu Si Syetannya Akan Kita Apakan Nanti," Tanya Rama Yang meladeni Guyonan Mitha Yang Menakutkan.
" Tentu saja Kita Bakar, Kalo Tidak Kita Musnahkan Saja, Biar Tidak Mengganggu Kehidupan Orang Lain Juga, Bagaimana," Tanya Balik Mitha dan Ia Malah Cekikikan.
" Kalian Ini..." Kata Kata Dewa Terputus Karena Ada Suara Bell Berbunyi..
Ting...
Tung...
Ting...
Tung...
Pelayan Pun Berlari Membukakan Pintu..
" Maaf Tuan Muda Besar,, Ada Den Kenjo," Kata Pelayan..
" Suruh Masuk Saja Bi," Kata Mitha Pelan dan Tak Memperdulikan Tatapn Dewa Yang Tajam Padanya.
" Baik Nyonya.." Kata Pelayan Itu Lagi.
" Tuan Rumah Di Sini Kau Apa Aku," Tanya Dewa pada Mitha..
" Tentu saja Kau Mas, Tapi Bukankah Aku Ini Istri Pemilik Rumah Ini," Kata Mitha Pedas.
Tak lama Kenjo pun Masuk..
" Pagi..." Sapa Kenjo Pada Semua..
Kenjo Terkejut saat Melihat Zella Berada Di Sana Namun Ia Stabilkan Lagi Keterkejutannya.
" Pagi Juga Kak," Sapa Balik Mitha dan Tersenyum.
Dewa Yang Melihat istrinya Terus Tersenyum seperti itu pada Orang lain Membuat Ia semakin Kesal Saja.
DASAR GADIS KECIL NAKAL, APA DIA SENGAJA INGIN MEMBUAT AKU MARAH.pikir Dewa Kesal.
" Bagaimana Luka Mu," Kata Kenjo.. Kenjo Sudah Tau Tentang Kejadian Semalam, dan Itu Juga Mitha Yang Memberi Taunya dan Ia Benar Benar Menyesal Tidak Mengantarnya Pulang lebih Dulu saat itu dan malah Membiarkannya pulang Sendirian..
" Aku Baik Baik saja Kok Kak, Untung Ada Yang Menolongku," Kata Mitha Berbohong Mitha Tidak Mau Orang Orang Tau tentang Keahliannya.
" Maaf Kan Aku Tha Gara Gara Aku Tak Mengantarmu Pulang semalam Kau Malah Mendapat Masalah, Mulai Sekarang Aku akan Terus Menjemput dan Mangantarmu Pulang Tha," Kata Kenjo.
" Aku Takut Terjadi sesuatu lagi padamu Nantinya," Kata Kenjo lagi..
" Tidak Perlu.." Kata Dewa Sinis..
" Aku Yang akan Mengantar Dan menjemput nya Mulai Sekarang," Kata Dewa Tegas.
" Tapi Kak...Bukankah Kakak Selalu sibuk dengan Kekasih Kakak yang Cantik Ini,," Kata Rama Pelan.
" Lebih Baik Mitha Di antar Kenjo saja," Kata Rama Lagi.
" Kak Rama Benar, Biasanya Kan Kak Kenjo Yang selalu Menjemput dan Mengantarku pulang, Semalam Kan Kak Kenjo Tidak Bisa Mengantarkan juga Kan Ada Bos Besar Kami yang Harus Di Layani Dengan baik Bukan," kata Mitha Lagi.
" Jadi Mas Tidak Usah Mengantarku atau pun Menjemputku," Kata Mitha Tegas.
" Ayo Kak Kita Berangkat Saja Sekarang," Kata Mitha pelan dan Mengajak Kenjo..
Dewa benar Benar Marah Pada Kelakuan Istrinya Yang tak Menuruti apa perkataannya.
APA SEKARANG DIA TIDAK MAU MENDENGARKAN KU LAGI, batin Dewa Kesal.
" Yang Suamimu Itu Aku Apa Kenjo Hah," Tanya Dewa Pada Mitha..
" Kenapa Kau Malah Ingin Yang Menjemputmu Itu Kenjo bukan suamimu," Kata Dewa.
" Apa Kau Mau Mendengar Orang Lain Berkata buruk tentangmu Bahwa kau Wanita tidak Benar Nantinya.." Kata Dewa Lagi.
" Pertanyaan Itu Juga Sama Padamu Mas, Yang istrimu Itu Aku Apa Zella," Tanya Mitha Pelan.
" Kenapa Kau Lebih Mementingkan Dia Ketimbang Aku," Kata Mitha Lagi..
" Sebelum Mas Berbicara Buruk Padaku, Mas Lihat Dulu Kelakuan Mas Seperti apa, Baru Mas Bisa Menilai Aku Sesuka Mas," Kata Mitha Seblum Pergi..
" Dan Satu lagi...Aku Belajar Seperti ini Juga Mas Yang ajarkan," Kata Mitha Lagi.
" Bukankah Seorang Istri Akan Mengikuti Suaminya Bagaimana Pun Kelakuannya." Kata Mitha Lagi dan Ia Pun pergi.
" Ayo Kak," Ajak Mitha Pada Kenjo.
Kenjo Tersenyum dalam Hati Melihat Mereka Bertengkar Seperti Itu..
Dewa Benar benar Sakit Mendengar Perkataan Mitha Yang seperti Itu..
istrinya Memang Benar..Apa Yang dia Katakan Memang Benar Adanya..
APA AKU MEMANG KETERLALUAN.pikir Dewa..
" Sayank..." Panggil Zella Lembut.
" Bagaimana Kalo Kita Ke kamar sekarang," Kata Zella Lembut dan Mengajak Dewa..
" Kalian benar benar Menjijikan," Kata Rama Dan Pergi keluar ia Tidak Mau Menyaksikan Kelakuan Mereka Yang akan melakukan Hal Hal Yang tak senonoh, Begitulah Pikir Rama..
Namun Dewa Berpikir Lain, Ia Sedikit pun Tak ada Niat untuk Bercinta Dengan Zella Karena Dewa Masih Memegang Teguh Pendiriannya Ia Tidak Akan Pernah Menyentuh Wanita Selain Istrinya Nanti, Begitulah Pendirian Seorang Dewa yang ia Pegang Hingga Sekarang..
Memang Benar Mereka Berdua Sudah Berpacaran Lama Namun sedikit Pun Dewa Tidak Pernah Menyentuh selain Berciuman saja,
Zella Memang Selalu Menggodanya Namun Dewa Tak Pernah Sedikit pun Untuk tergoda, Dewa Memang Pernah Melihat tubuh Telanjang Zella Saat Dia Dengan sengaja Menggoda Dewa,, Namun Dewa Dengan Lembut Malah Menutup Kembali Tubuh Itu dan Berkata..
" Kita akan Melakukan "itu" Setelah Kita Menikah nanti" Kata Dewa Dulu..
Dewa Yang Berpikiran Kolot Seperti Itu Membuat Zella Kesal Saja Dan Melampiaskannya Dengan Laki laki Lain tanpa Sepengetahuan Dewa dan Dewa Tak Tau Itu semua, Dan Beranggapan Kalo Zella Wanita Baik Baik,
" Sayang." Panggil Zella Lagi dan Membuyarkan Lamunan Dewa.
" Ada apa," Tanya Dewa Pelan..
" Ayo...Sayang,!! Bukan Kah kau Tadi Mengajakku Untuk membuat Anak," Goda Zella Lagi..
" Kau Tau Sendiri Bukan, Bagaimana aku,, Mana Mungkin Aku Bisa Menyentuhmu sedangkan Kau Bukan istriku," Kata Dewa lagi..
" Lebih Baik Kau Pulang dulu Saja, Dan untuk Beberapa Hari Tolong jangan Kemari dulu," Kata Dewa Lagi.
" Tapi sayang," Kata Zella Protes.
" Maafkan Aku..Tolong Pulanglah," Kata Dewa Tegas Dan Tak Mau Di Protes lagi..
Zella Pun mengalah Dan Ia Pun Pulang..
Dewa Semakin Merenungi Perbuatannya...
APA CARAKU SALAH...AKU HANYA INGIN MELIHAT BAGAIMANA REAKSI ISTRIKU SENDIRI..dalam hati Dewa.
AKU MEMANG MENCINTAI ZELLA DAN AKU JUGA TIDAK SEDIKIT PUN LUPA PADA APA YANG TELAH ISTRIKU LAKUKAN DULU SAAT AKU TERPURUK KARENA ZELLA JUGA,dalam Hati Dewa mengingat Bagaimana istrinya sellu ada Di sampingnya saat ia sendirian.
Karena itulah Dewa tidak Bisa Melepaskan istrinya..