
JADI RAJA MAU MENGAJAK PELAYAN KU ITU JALAN, batin Dewa saat sudah berada di kamarnya.
KENAPA HARUS PELAYANKU SIH, PEREMPUAN DI LUAR SANA KAN BANYAK YANG MENGANTRI INGIN PERGI DENGANNYA, KENAPA HARUS PELAYANKU MITHA, dalam Hati Dewa tambah Kesal, Baru Kali Ini Dewa memanggil Nama Pelayan Pribadinya dalam Hati.
PASTI GADIS KECIL ITU AKAN MINTA IJIN DARIKU KAN, dalam Hati Dewa lagi.
TAPI...KENAPA AKU SEAKAN INGIN MELARANGNYA YA, pikir Dewa Aneh.
AAAH SUDAHLAH...TERSERAH SAJA, dalam Hati Dewa Merasa Bingung Dengan Pemikiran nya itu.
" Sudah lah..lebih baik Aku mengerjakan Pekerjaanku Saja," Kata Dewa merasa Aneh Dengan Hati Dan pikirannya yang Selalu Aneh jika bersangkutan dengan pelayan kecilnya Itu
Dewa juga bingung, Akhir Akhir ini Perasaannya Pada Grazella Semakin Memudar Saja,
Padahal Di Hati Dewa Ada Rasa ingin Menikahinya, Namun Semua Itu Sirna kala Sifat Grazella yang Semakin Hari Semakin Berubah saja,
Dan Entah Kenapa Kini Grazella Selalu menyangkut Pautkan Dengan Teman Seprofesi teman Model nya Itu, Dan Dewa belum Tau siapa Model Temannya itu, Laki Laki atau perempuankah Dewa Sendiri Tak Tau,
Dewa juga Menyuruh Seseorang Untuk membuntuti Grazella Kekasihnya Itu,
Bukan apa apa, Karena Dewa Ingin Membuat Kekasihnya Itu menjadi Seorang Istri Keluarga Jaya Kusuma Jadi Tidak Ada Salahnya bukan, memata matai Dirinya, Karena Dewa Tak Mau Salah Memilih istri Nantinya.
Karena Merasa Lama Menunggu Pelayannya Dewa pun berhenti Mengerjakan Pekerjaannya Sebentar, dan Malah Mengambil Hanpone Miliknya.
" Aku lupa belum Meminta No hpnya," Kata Dewa saat baru sadar kalo dirinya Belum Mendapatkan no telvon pelayannya itu.
Dewa pun terpaksa Bangun Dari Kursinya dan Keluar Untuk melihat Kenapa Pelayannya itu lama Sekali.
Baru saja Mau menuruni Anak Tangga Dewa Sudah melihat pelayannya Itu Sedang Berbicara Dengan Kenjo dan Sangat Akrab di mata Dewa.
Kedekatan Mereka Berdua Semakin Membuat Mood Dewa Semakin Buruk Saja,
" Hei...kau," Panggil Dewa menggema Di Setiap Sudut ruangan.
Mitha Yang Kenal Dengan Suara Majikannya langsung memperhatikan Majikannya Itu yang Seperti menahan Amarah.
ADUH GAWAT, SAMPAI LUPA AKU KALO DARI TADI DEN DEWA MANGGIL,dalam Hati Mitha Takut Di Marahi Dewa lagi, Apa lagi den Dewa Lagi Di Mood yang Kurang Baik saat ini.
Berbeda dengan Kenjo, ia Malah Santai saja menghadapi Sepupunya Itu.
" Iya Den," Jawab Mitha Sedikit Takut Takut.
" Saya kan memanggilmu Dari tadi, kenapa Kau belum Naik Naik Juga," Kata Dewa Sedikit Kesal Pada pelayannya Yang Selalu tebar Pesona Kepada Setiap Pria.
" Iya Den Maaf," Kata Mitha Pelan,
" Sory Kak Dewa, Tadi Gue yang....." Kata Kata Kenjo Terpotong Suara Serak dan Dalam Milik Dewa yang Tegas.
" Saya tidak Berbicara Padamu," Kata Dewa sinis dan Dewa pun malah meninggalkan Mereka.
Dewa pun Kembali Masuk Ke kamarnya.
Tak Lama Mitha pun Mengetuk Pintu kamar Dewa.
Tok...
Tok...
Tok...
" Masuk," Jawab Dewa dari dalam.
Mitha Pun Masuk,
" Maaf Den Tadi Sa......" Perkataan Mitha Langsung Di potong Begitu saja Oleh Suara Dalam Dewa yang Begitu Seram.
" Memang nya Salah Saya Apa Den, Saya Kan Hanya Berbicara sebentar sama Den Kenjo saja," Kata Mitha Malah Bersuara dan Membuat Dewa Semakin Marah Saja,
" Kau itu pelayan Pribadi Saya Atau Pelayan Pribadinya Hah," Kata Dewa Kesal karena Pelayannya Selalu Menyauti perkataannya.
" Setau Saya... Pekerjaan Seorang Pelayan Pribadi Tidak Lebih dari mengurusi Majikanya Saja, Dan Majikannya Itu tidak Berhak Mengikutcampuri Urusan Pribadi Pelayan pribadinya juga Bukan," Kata Mitha Semakin Berani Saja melawan Majikannya.
" Dan Aden tidak berhak ikut Campur urusan pribadi Saya, Saya mau Tebar Pesona Sama pria mana pun itu urusan Saya, Karena Saya Juga Tak Ikut Campur Urusan Pribadi Aden," Kata Mitha tegas, Mitha Benar Benar Bingung pada Majikannya Sebenarnya Di mana Letak Kesalahannya hanya Mengobrol Dengan Sepupunya Saja itu di katakan Tebar Pesona, Mitha Benar benar kesal Pada Majikanya itu.
" Hanya Karena Saya Pelayan Pribadi Den Dewa, Den Dewa Jadi Seenak nya Sama Saya, Saya Hanya Pelayan Pribadi Aden, Bukan Kekasih Apa lagi Budak Den Dewa," Kata Mitha lagi meluapkan Kekesalannya Pada Majikanya Yang Selalu Seenaknya padanya.
BENAR JUGA YANG DIA KATAKAN,pikir Dewa membenarkan,
KENAPA AKU MALAH MARAH MARAH PADANYA, batin Dewa juga bingung ada Apa Dengan Dirinya.
DIA ITU PELAYANKU BUKAN KEKASIHKU,APA LAGI BUDAKKU,batin Dewa mengingatkan.
KENAPA AKU MARAH SEAKAN AKU CEMBURU MELIHAT KEDEKATANNYA DENGAN PRIA LAIN, pikir Dewa lagi.
TIDAK BENAR NIH OTAKKU, pikir Dewa lagi membenarkan.
" Kalo Aden Marah Sama Kekasih Aden, Jangan Melampiaskannya Pada Saya, Saya kan Tidak Tau Menau Tetang Urusan Aden Itu," kata Mitha Lagi Terus Saja Mengomelinya
Karena Tak Tahan dengan Omelan Pelayan Kecilnya Itu Dewa Pun Membekap Mulut Mungil Mitha Dengan Tangan besarnya.
" Hmmmmmm..emmmm" Gumam Mitha Di Sela Bekapan Tangan Dewa dan Dewa Juga Malah Memeluknya Erat.
" Kau Bisa Diam Tidak," Kata Dewa pelan dan Malah memeluk Mitha.
Mitha Yang Mendapat Perlakuan Aneh Seperti itu berusaha Membebaskan Diri dari pelukan Dewa,
" Kalo Kau Semakin Berontak Aku akan Semakin Erat memeluknya," Ancam Dewa pelan di telinga Mitha.
Mitha pun Terdiam tak melawan Lagi, Dan Dewa pun Melepaskan Pelukan Serta bekapan di Mulut Kecil Mitha.
" Maaf,, Aku Memang salah, Karena Merasa Kesal Pada Kekasihku, Jadi Kau Yang Jadi Sasaran Kemarahannya," Kata Dewa malah Menyalahkan dirinya Karena Mungkin menurutnya Ia Kesal Pada Kekasihnya dan Malah Melampiaskan Nya pada Pelayannya begitulah pemikirannya Saat ini,
Mitha hanya Diam Saja Tak bersuara, Karena Merasa Masih kesal Pada Majikannya itu,
" Aku tau aku salah, Tapi Kau Jangan dekat Dekat Dengan Kenjo seperti itu," Kata Dewa lagi.
" Memangnya.... Apa salahnya Kalo saya Juga Dekat sama den Kenjo, Lagi pula saya tidak dekat sama Den Kenjo saja Kok Den, Saya Juga Dekat sama Den Rama, Den Raja, Dan Den Dion," Jelas Mitha lagi merasa Bingung Dengan sifat Dewa yang Selalu melarangnya Dekat dengan Keluarga Den Dewa Semua.
" Apa Lagi Den Kenjo Jago sekali Masak, Tadi Saya Cuma Minta Di ajarkan Masak saja Sama Den Kenjo Den," Jelas Mitha Pelan.
" Kau kan Bisa Di Ajarkan Mbak Eka, Bukan Kenjo, Aku tidak Suka Kau Terus memperhatikannya, Aku juga Tak Suka Kau Jadi Lupa Merawatku Nantinya" Kata Dewa merajuk Seperti anak Kecil yang Membutuhkan Kasih sayang Seorang Ibu, dan dewa yang Masih Kekeh tidak mau kalo Pelayan Pribadinya Dekat dekat dengan Kenjo.
Mitha pun Mengalah Saja Dan Mengangguk Anggukan Kepalanya Tanda Setuju dengan ucapan Dewa saat ini.
Mitha Pikir Dewa Hanya Membutuhkan Kasih Sayang dan Perhatian lebihnya Saja, Jadi Dewa Merasa tak Suka Kalo ia Dekat dekat dengan Orang lain, karena Takut Perhatiannya Teralihkan Pada orang lain dan Bukan Pada Dewa Lagi, Begitulah Pemikiran Mitha Saat ini.
APA DEN DEWA TAKUT, KALO PERHATIANKU INI TERALIKAN PADA ORANG LAIN, batin Mitha Menebak Nebak Sikap Dewa Yang Seperti itu.
" Kau hanya Boleh, Menjadi Pelayan Pribadiku saja," Kata Dewa pelan
" Tidak Boleh Menjadi Pelayan Orang Lain," kata Dewa lagi dan Malah Memeluk Mitha,
Mitha pun memeluk Dewa dengan Sayang,
YA TUHAN...ADA APA SEBENARNYA DENGAN SIKAP DEN DEWA SAAT INI, KENAPA DIA SEAKAN TAKUT KEHILANGAN SESEORANG YANG BERARTI UNTUKNYA, pikir Mitha heran.
mereka berdua tak tau, kalo Dewa seperti itu, ia merasa cemburu,karena Dewa belum mengetahui isi hati yang sesungguhnya....