Killer Teacher Fell In Love With Me

Killer Teacher Fell In Love With Me
Bab 87 - Tidak Ingin Kehilangan Lagi



Di ruang tamu dengan suasana yang masih sangat mencekam.


Kemarahan Eva saat ini sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Dengan cepat Eva menghempaskan tangan tuan Davies yang menggenggam tangannya. "Kau, kau ingin menemui ibuku kan? Maka temui dia di surga!" Sentak Eva.


Membuat ketiga orang itu terkejut bukan main. "Nak, a-apa maksudmu?" Tanya tuan Davies.


"Ya, mamaku sudah meninggal beberapa bulan yang lalu karena penyakit yang dideritanya. Demi menghidupi ku dan menyekolahkan ku mama rela tidak berobat dan membiarkan penyakit menggerogoti tubuhnya. Kami begitu saling melengkapi Mama berjuang bekerja untuk menghidupi ku sementara aku bekerja paruh waktu setelah sekolah hanya untuk membawa mama berobat."


"Walaupun mama sedang sedih, namun mama sama sekali tidak memperlihatkan kesedihannya. Selama ini mama tidak pernah membicarakan hal yang berkaitan dengan masa lalunya. Waktu kecil ketika aku dihina tidak mempunyai ayah aku bertanya kepada mama namun, mama hanya tersenyum dan berkata bahwa mama adalah ibu sekaligus ayah bagiku. Aku baru tahu apa yang dihadapi mama selama 20 terakhir ini dan penyebabnya adalah anda Tuan Davies. Anda adalah orang yang memb*nuh mama secara tidak langsung!" Eva mengungkapkan seluruh unek-unek yang ada di dalam hatinya yang selama ini dipendamnya sendirian.


Tuan besar Helios dan nyonya Hanna hanya bisa menunduk diam, karena bagaimanapun sebagian penderitaan yang dialami oleh Eva adalah karena ulahnya yang terlalu egois. Egois karena tidak ingin putrinya tersakiti dan egois karena ingin mendapatkan cinta walaupun harus melewati cara yang ekstrim. Sehingga mengorbankan kebahagiaan orang lain.


Sementara Theo mencoba menenangkan istrinya yang keadaannya tidak baik-baik saja, nafasnya memburu dan air mata terus berjatuhan dari matanya.


"Nak, maafkan ayah." Ucap lirih Tuan Davies.


"Memaafkan? Semudah itukah? Jika semua kesalahan mudah di maafkan bukankah kedepannya akan mengulang kesalahan yang sama lagi?"


"Anda tahu tuan Davies, ketika aku melihat teman-temanku yang dijemput dan dimanjakan oleh ayahnya terkadang aku merasa iri. Di dalam pikiranku berputar beberapa pertanyaan. Kenapa aku tidak mempunyai ayah? Apakah ayah menyayangiku? Ataukah ayah sama sekali tidak mengharapkan kehadiranku sehingga ayah membuang mama dan aku?" Ujarnya.


Tuan Davies menggeleng dengan cepat. "Tidak! Itu tidak benar! Aku dan mamamu sangat menyayangimu bahkan kami sangat mengharapkan kehadiranmu." Ucap tuan Davies lalu memeluk putrinya yang menangis tersedu-sedu.


"LEPASKAN! LEPASKAN AKU! Aku tidak ingin mendengar apapun lagi, pergi! Pergi kalian dari sini. PERGI!!!" Eva berteriak histeris. Beberapa saat setelah berteriak tiba-tiba saja penglihatannya mengabur badannya terasa lemas lalu tak lama, Eva pingsan tak sadarkan diri.


Bruk!


"Eva!!"


Pekik semua orang yang kaget ketika melihat Eva pingsan. Dengan cepat Theo menggendong lalu membawanya ke kamarnya.


Theo mencoba membangunkan Eva dengan menepuk pelan pipinya. Tak berhasil Theo pun mengoleskan minyak angin, namun, Eva tidak sampai membuka matanya karena Eva sudah tertidur karena mendengar helaan nafas yang teratur. Alam bawah sadarnya menuntunnya untuk tidak sadar dalam beberapa saat kedepan.


Theo kembali turun dimana Tuan Davies, nyonya Hanna dan tuan besar Helios masih berada di ruang tamunya. "Bagaimana keadaannya?" Tanya Tuan Davies, merasa sangat khawatir dengan keadaan putrinya.


"Eva baik-baik saja, mungkin dia hanya sedikit kelelahan karena habis jalan-jalan. Dia juga sedikit syok dan tertekan karena mendengarkan kebenaran dari kalian." Jawab Theo. "Aku harap kalian bisa memberikan Eva waktu untuk mencerna dan memikirkan keadaan serta situasi yang mendadak ini." Lanjutnya lagi.


"Baiklah kami pamit undur diri. Maaf kami telah membuat keributan." Ucap nyonya Hanna tak enak hati. Lalu nyonya Hanna menuntun ayahnya kembali ke mobil.


Theo tersenyum. "Tidak masalah." Sahutnya


"Baik, aku akan berusaha." Jawab Theo.


Dengan berat hati tuan Davies meninggalkan kediaman dimana putrinya saat ini sedang tak sadarkan diri.


*


Beberapa jam terlewati, saat ini jam sudah menunjukkan pukul 3 dini hari. Di atas tempat tidur, Eva mengerjapkan matanya perlahan. Disaat dirinya sudah tersadar sepenuhnya, bisa dirinya lihat suaminya yang tertidur tepat disampingnya, bahkan posisi tidurnya tidak bisa dibilang baik. Bagaimana tidak Theo tidur duduk dibawah dengan kepalanya yang berada di tepi ranjang, bukannya itu posisi tidur yang tidak nyaman?


"Hu-huby?" Ucap Eva lirih.


Theo terbangun ketika sayup-sayup dirinya mendengar suara lembut istrinya. "Kamu sudah bangun? Apakah ada yang sakit? Atau kamu mau minum air?" Tanya Theo dengan suara khas bangun tidurnya.


Eva menggeleng dengan cepat. "Hubby, jika tadi itu adalah mimpi tolong bangunkan aku." Ujar Eva menatap ke depan.


"Itu kenyataan sayang." Sahut Theo lalu memeluk istrinya dari samping.


"Hatiku, hatiku sangat sakit. Kenapa mereka tega melakukan itu? Apa salahku dan mama?" Ucap Eva memegang dadanya. Sesak rasanya menerima kenyataan yang begitu pahit.


"Aku tidak bisa berkomentar untuk masalah ini. Tapi aku mohon tenangkan dirimu dan berpikirlah dengan kepala dingin. Pikirkan baik-baik sebelum kamu bertindak, sejatinya jika kamu salah bertindak maka hasilnya tidak akan baik." Ujar Theo memberi sedikit masukan kepada Eva. Eva mendengarkannya lalu mengangguk. Disaat seperti ini Theo memang paling bisa diandalkan. Theo bisa memposisikan dirinya dengan baik tidak condong memihak siapapun.


"Baiklah, sekarang tidurlah. Hari masih gelap." Ujar Theo merebahkan tubuh Eva.


"Peluk." Ucap Eva. Theo tersenyum lalu berbaring di sisi ranjang yang masih kosong lalu memeluk istrinya. Tak lupa dirinya juga memberikan kecupan kecil di kening Eva.


Eva mendusel di dada Theo mencari posisi ternyaman nya. Indra penciumannya pun menghirup dalam-dalam harum maskulin yang keluar dari tubuh suaminya. Tak lama mereka pun memasuki alam mimpinya.


...Bersambung….....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Yo, author mau nyampein sesuatu nih...


...untuk Rabu dan Kamis author gak bisa up karena masih dalam rangka hari raya Nyepi (btw othor tinggal di Bali😗) Jadi saat 2 hari itu koneksi internet bakal diputus jadi gak bisa internetan dan imbasnya gak bisa up. Tolong dimengerti ye😘😘😘...


...Dan othor mau mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1945 bagi Umat Hindu yang merayakan😇😇...