
...🙈🙉🙈🙉...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Theo dan Eva menikmati makan malamnya dengan romantis. Dengan bunga mawar merah dan lilin yang bercahaya di dalam ruangan yang temaram tersebut, karena Eva sengaja mematikan lampu agar suasananya sedikit int*m.
Dentingan sendok dan garpu itu pun sudah tidak terdengar lagi. Namun, suara merdu yang sangat membuat Theo candu lah yang menggema saat ini. Ya, dihadapan kue yang diatasnya lilin sudah ada lilin yang menyala Eva sedang menyanyikan lagu ulang tahun kepada suaminya.
🎶 Happy birthday to you, Happy birthday to you~
🎶 Happy birthday, Happy birthday ~
🎶 Happy birthday my Love~
Setelah nyanyian merdu dari Eva selesai, Theo pun meniup lilin yang berada di atas kue tart itu. "Terimakasih sayang, ini adalah ulang tahun yang sangat berkesan bagiku. Bisanya aku merayakannya sendiri karena jauh dari mommy dan Daddy, tapi sekarang ada kamu my lovely wife." Ucapnya lalu mengecup kening Eva istrinya.
Eva tersenyum, memperlihatkan senyum manisnya. "Sudah menjadi kewajiban aku kan buat suami bahagia. Sekarang ayo kita makan kue nya, aku ngiler liatnya. Dan tunggu aku akan memberikanmu hadiah yang spesial." Jawab Eva.
Theo tampak penasaran lalu bertanya kepada Eva yang sedari tadi memotong kue yang penuh dengan cream putih dan coklat. "Aku penasaran apa sih hadiahnya, kasih bocoran lah." Ucap Theo yang memeluk Eva dari belakang dan menaruh dagunya di atas bahu Eva.
"Come on, beritahu aku apa hadiahnya." Rengek Theo. Eva mengambil kue lalu mengarahkannya ke mulut Theo. "Aku gak mau makan kue nya kalau kamu belum beritahu apa hadiahnya." Theo merajuk. Sementara Eva hanya bisa menyunggingkan senyumnya melihat kelakuan suaminya yang manja. "Oke aku beritahu ya, hadiahnya itu sangat istimewa. Jadi sebelum itu kamu makan gih kuenya." Ucapnya lalu memaksakan suaminya memakan kuenya sampai cream kuenya belepotan di sekitaran bibir Theo.
Theo merasakan wajahnya yang belepotan pun ingin mengerjai istrinya dengan menaruh cream tepat di bibir Eva dengan jarinya. Lalu dengan cepat Theo menyambarnya. "Mphhhhh!" Eva terkejut sampai melototkan matanya. Walaupun begitu dia sangat menikmati perlakuan suaminya.
Theo melepaskan tautannya. "Manis." Ucapnya singkat, dengan senyuman mengembang di bibirnya. Sementara Eva merona dibuatnya. "Jangan main nyosor aja! Sekarang tutup matamu dengan kain ini Hubby." Eva menyerahkan penutup mata berwarna hitam.
"Untuk apa?" Theo tampak bingung. Dengan cepat, Eva memakaikan penutup mata itu dan tidak menghiraukan ucapan suaminya. Lalu menuntun suaminya menuju kamar mereka. "Sayang, kita mau kemana?" Tanya Theo.
"Shuttt! Ikuti saja." Bisik Eva sensual. Membuat bulu kuduk Theo bergidik.
Sesampainya di dalam kamar, Eva sama sekali belum membuka penutup mata suaminya. Namun, dirinya mengambil sebuah tas yang didalamnya berisi baju yang akan dipakainya. "Sayang kamu dimana?" Tanya Theo.
"Jangan buka penutup matanya, dan tunggu aku." Sahut Eva. Lalu dengan cepat menuju ruang ganti memakai baju di dalam tas yang diambilnya tadi. Theo berdiri diam.
Lalu tak lama, Eva selesai berganti pakaian lalu mendekati suaminya yang begitu patuh akan perkataannya. Eva menjinjitkan kakinya untuk melepas penutup mata suaminya, karena tingginya dan suaminya sangat berbeda. Penutup mata itu jatuh ke lantai.
Theo membuka matanya perlahan agar menyesuaikan sinar yang masuk ke matanya. Sampai akhirnya Theo terbelalak karena melihat Eva yang memakai pakaian yang sangat menggugah gair*hnya.
Glek!
Eva memeluk suaminya. "Tentu saja memberikan hadiah spesial dariku." Tangannya bermain membentuk pola abstrak di dada bidang suaminya. Sontak, membuat nafas Theo memburu menahan sesuatu.
"Sayang, apakah kamu bersedia melakukannya?" Theo bertanya. Bukannya menjawab, Eva justru membuka satu persatu kancing baju yang melekat di tubuh suaminya. Bagai tali yang putus, dengan cepat Theo meellumat bibir istrinya dengan sangat agresif. Mennyesappnya atas dan bawah dengan perasaan menggebu.
Jujur saja Theo sangat menantikan datangnya hari ini. Bisa saja dirinya meminta istrinya melakukan kewajibannya namun, Theo tidak melakukan itu dan justru menunggu istrinya yang memintanya terlebih dahulu.
Theo melepaskan kemejanya dengan cepat lalu mendorong tubuh Eva ke arah kasur tanpa melepas ciiumannnya. Eva mengalungkan tangannya ke leher suaminya dan memperdalam ciiumannnya.
"Ngh!" Leguhh Eva tatkala lidah Theo menyeruak masuk ke dalam mulutnya.
Sejenak mereka menghentikan aktivitasnya karena nafasnya yang tersengal-sengal. Theo menatap mata Eva dalam seolah semua perasaan cinta yang dimilikinya terpancar di matanya. "Aku bertanya sekali lagi, apakah kamu menginginkannya? Jika tidak aku bisa menghentikannya sekarang." Ujar Theo memberikan Eva pilihan.
Dengan cepat Eva mengangguk. "Lakukan saja, aku adalah hadiahmu malam ini!" Ucap Eva yakin.
Tak bisa menahannya lagi, Theo dengan cepat menindihh lalu mennciumm bibir Eva dengan rakusnya lalu turun menuju area lehernya. Sesekali mengecuppnya dengan keras sampai menimbulkan bercak berwarna merah kebiruan.
Dimalam yang panjang itu, Theo membuka hadiah spesial dari istrinya dengan sangat antusias. Bahkan suara bahagia milik Theo dan Eva yang sedang memadu kasih menggema memenuhi ruangan tersebut. Sesekali mereka menyebutkan nama masing-masing dengan sayangnya sampai akhirnya suara yang sangat memabukkan keduanya lantang terdengar.
Keduanya memadu kasih sampai pagi hari. Sampai tepat pukul 3 pagi suara kenikmatan mereka berhenti dan digantikan dengan suara hembusan nafas yang teratur pertanda mereka kelelahan dan saat ini sedang tertidur pulas.
*
*
*
Pagi harinya pukul 8 pagi.
Bersambung…..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Sorry gak bisa bikin yg hot-hot takut nanti direview nya lama. Bayangin aja sesuai pikiran dan imajinasi kalian ya 😅😅...
...Inget Vote hari Senin loh sekarang ðŸ¤ðŸ˜Œ...