Killer Teacher Fell In Love With Me

Killer Teacher Fell In Love With Me
Bab 65 - Berbuat Macam-Macam



Tuan Davidson dan Mommy Irene sontak terkejut. "APA?!!" Pekik keduanya. Lalu menatap tajam putranya yang sedang susah payah menelan salivanya.


"Apa yang kamu lakukan?! Kau menikahi anak dibawah umur! Apakah kau ini ped*fil hah?!" Ucap Tuan Davidson dengan suara dinginnya.


"Te-tenang dad…."


"Bagaimana bisa tenang! Apakah kau memaksa gadis yang tidak berdosa ini hah? Atau kau sudah berbuat macam-macam kepadanya sebelumnya? Oh God!" Tanya mommy Irene yang memikirkan hal yang tidak-tidak.


"No mom! Lebih baik kita duduk dan berbicara santai, aku akan menjelaskannya." Ujar Theo. Tuan Davidson dan mommy Irene menuruti ucapan putranya lalu duduk di sofa dan diikuti oleh Theo dan Eva yang duduk berhadapan dengan kedua orangtuanya.


"Bicaralah!" Ujar tuan Davidson dengan tegasnya. Membuat Theo dan Eva berkeringat dingin.


Theo menghirup udara lalu menghembuskannya, lalu mulai bercerita. "Aku dan Eva bertemu pertama kali di jalan dekat toko baju dan kami bertemu lagi di sekolah, lama-lama aku jatuh cinta kepadanya." Ujarnya lalu kembali menceritakan mengenai alasannya menikahi Eva karena kehilangan mamanya dan sendirian. Eva yang mendengar suaminya bercerita tentang pertemuan pertamanya jelas sangat terharu.


Mommy Irene mendekati Eva lalu memeluknya. "Eva sayang, sekarang kamu sudah tidak sendirian lagi, anggap saja mommy seperti mamamu ya." Ucapnya. Eva mendengarnya terdiam dan tanpa sadar air matanya menetes karena menerima kehangatan dari mertuanya. Eva pun membalas pelukan mommy Irene.


"Mommy ingin bertanya satu hal, apa Theo sudah melakukan hal yang tidak-tidak?" Tanyanya membuat Eva seketika menunduk malu.


Theo mendekati istrinya lalu memeluknya. "Mom, sudah jangan membuat istri Theo malu." Ujarnya.


Mommy Irene mengedikkan bahunya. "Siapa tahu kamu sudah ehem-ehem terus tiba-tiba punya anak kan?" Ucapnya. "Oh iya, kami tidak akan memaksamu untuk hamil dan punya anak dalam waktu cepat, mommy tahu kamu masih sekolah dan sebentar lagi kuliah. Kami tidak ingin kamu meninggalkan impianmu hanya karena itu, dan lagi kami ingin kamu melanjutkan kuliahmu karena bagi kami pendidikan itu sangat penting. Namun, itu kembali lagi kepada kalian, karena kalian yang menjalani pernikahan ini." Lanjut mommy Irene.


Eva dan Theo mengangguk mendengar nasihat dari mommy Irene.


"Sudah, saat ini sudah jam makan malam. Ayo kita makan!" Titah tuan Davidson.


*


Mereka semua pun menuju meja makan dan makan dengan tenang. Namun, Eva terlihat sedikit murung, melihat pemandangan keluarga bahagia di depannya itu jujur membuatnya iri. Namun, kehangatan dan diterimanya dirinya dengan baik oleh keluarga suaminya membuatnya bahagia. Setidaknya impiannya memiliki sebuah keluarga yang sempurna sudah terkabulkan.


Masih di meja makan, saat ini semua orang sedang menikmati hidangan penutup. "Kalian malam ini menginap disini ya? Lagipula besok hari Minggu loh." Ucap mommy Irene.


"Tapi mom,"


Eva menyela pembicaraan keduanya. "Baiklah mom, kami akan menginap disini." Ucap Eva. Yang membuat sang ibu mertua menjadi sangat senang.


"Baiklah kalian bisa tidur di kamar Theo yang dulu, kamar itu sering dibersihkan kok." Ujarnya. "Apa kalian tidak ada drama pisah ranjang atau kamar kah? Seperti yang ada di novel-novel?" Tanya mommy Irene.


Tuan Davidson pun menyenggol pelan lengan istrinya. "Sudah! Jangan bertanya hal-hal yang aneh lagi. Atau ponselmu akan Daddy sita karena kebanyakan baca novel sesat." Ujarnya. Membuat Mommy Irene mencebik kesal. "Ya, mommy kan hanya bertanya saja." Sahutnya.


*


"Aku belum tahu, namun untuk saat ini aku belum ingin hamil dan memiliki anak terlebih dahulu. Karena aku masih berpikir untuk melanjutkan kuliah." Sahutnya.


Theo membawa istrinya ke dalam pelukannya. "Baiklah kalau begitu, kita akan menunda memiliki anak untuk sekarang. Dan kita akan menunggu sampai kamu lulus kuliah kelak." Ujarnya.


Eva tersenyum lalu mencium sekilas bibir suaminya. Namun, Theo justru menahan tengkuk istrinya dan melummat bibirnya dengan rakus. Sampai akhirnya pasangan pasutri itu pun tertidur setelah melakukan sesi ciiuman panas.


*


Pagi hari menyapa, Eva pun terbangun ketika mendengar suara burung yang saling bersahutan di luar rumah. "Emmm." Eva menggeliat pelan, sampai suara serak mengagetkannya. "Good morning, ayo segera bersiap." Ucap Theo sembari memberikan kecupan selamat pagi. Eva pun beranjak lalu menuju kamar mandi. "Oh iya, mommy tadi memberimu pakaian pakailah itu." Lanjutnya lagi dan diangguki oleh Eva.


20 menit kemudian Eva sudah selesai bersiap-siap lalu turun bersama suaminya untuk mengikuti sarapan bersama.


"Mom, dad, kami akan pulang sekarang." Ujar Theo setelah menghabiskan sarapannya.


"Kenapa begitu cepat? Mommy bahkan belum mengobrol banyak dengan menantu kesayangan mommy." Sahutnya.


"Sudahlah mom, kayak gak tau pengantin baru aja." Ucap tuan Davidson setelah menyeruput kopinya. Jawaban dari suaminya membuat mommy Irene berdecak kesal. "Huh, ayah dan anak sama saja!"


"Baiklah Eva, ayo ikut mommy, ada beberapa barang yang ingin mommy berikan padamu." Ucapnya lalu menyeret Eva bersamanya. Dan Eva pun hanya pasrah.


Saat ini Eva dan mommy Irene pun sudah sampai di suatu ruangan. "Nak, ini adalah beberapa perhiasan yang mommy siapkan untuk menantu mommy nantinya. Karena kamu sudah menjadi menantu mommy jadi, mommy akan memberikan semuanya kepadamu." Ujarnya lalu menyerahkan beberapa kotak perhiasan.


"Tapi mom, bukankah ini terlalu banyak?" Tanya Eva yang tak enak.


"Tapi menurut mommy, ini masih sedikit. Apa perlu mommy ambilkan lagi?" Ucap mommy Irene. Dengan cepat Eva menggelengkan kepalanya. "Tidak mom, ini sudah cukup." Sahut Eva.


"Oh iya, mommy juga sudah memasukkan hadiah dari mommy dan Daddy di mobilmu. Jadi, berbahagialah hmm." Ucap mommy Irene lalu memeluk menantunya.


Bersambung…..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Yahuu, hari ini othor up 2 bab🙂 ...


... lupa like, komennya loh 😗😗...