Killer Teacher Fell In Love With Me

Killer Teacher Fell In Love With Me
Bab 51 - Percakapan Ibu Dan Anak



Saat ini, Eva sedang berada di dalam kamarnya sambil belajar untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian kelulusan yang hanya tinggal beberapa Minggu lagi.


Namun, dirinya malah termenung menatap kosong ke arah depan. "Pantas saja pak Theo baik kepadaku ternyata dia menyukaiku itu artinya perasaanku juga terbalas. Tapi, apakah kami bisa menjalin hubungan? Dia guru dan aku adalah muridnya dan lagi kamu berbeda 10 tahun." Pikirnya


Disaat Eva sedang berkecamuk dengan pikirannya, sang mama datang lalu masuk ke kamarnya. "Nak, kamu serius banget belajarnya." Ujar Mama Jessy yang membuat Eva terkejut.


"Mama bikin Eva kaget deh." Ujarnya mengarahkan tangannya di tengah dadanya lalu mengelus pelan.


Mama Jesy pun meletakkan nampan yang diatasnya berisi segelas susu dan biskuit camilan. "Minumlah susunya, lalu istirahat ya, walaupun belajar jangan sampai kecapean loh." Ujarnya.


Eva pun menghabiskan susu coklat hangat yang dibawakan oleh sang mama. "Ma, ada sesuatu yang ingin Eva tanyakan." Tiba-tiba Eva bertanya setelah meletakkan gelas susunya yang sudah tandas.


"Katakan saja." Jawab mama Jessy dengan penuh kelembutan.


Eva menaruh kepalanya di atas pengakuan mamanya, mereka sama-sama berada di atas tempat tidur. Elusan lembut tangan mamanya membuatnya sedikit lebih rileks. "Ma, salahkah aku jatuh cinta saat ini?" Tanyanya.


Mama Jesy pun tersenyum sembari mengelus surai panjang putrinya. "Jatuh cinta tidak salah dan mama tidak melarang namun, jika pacaran mama sedikit kurang setuju. Saran mama sebaiknya kamu pacaran setelah kamu lulus sekolah, supaya kamu lebih fokus belajar saat ini. Bukannya mama melarang tapi bukannya tugas siswa itu memang belajar?" Ujar Mama Jessy.


"Baik ma, Eva mengerti."


"Hmm, katakan pada mama siapa yang kamu sukai?" Goda mama Jessy.


Pipi Eva pun merona dibuatnya. "Ah mama,"


Namun, mama Jessy lagi dan lagi menggoda putrinya. "Katakan saja, mama penasaran nih."


"Em, sebenarnya ma, Eva menyukai salah satu gu-guru di s-sekolah. Tapi Eva be-belum yakin sama perasaan Eva sendiri." Ucap Eva gugup.


Mama Jesy pun tersenyum. "Oh begitu. Mama tidak akan melarangmu menyukai siapapun, asalkan orang yang kamu sukai tidaklah suami orang. Tapi ingat pastikan dia menyukaimu juga, dan memiliki sifat yang baik, bisa membuatmu bahagia dan dapat melindungimu nantinya." Ujarnya.


Eva mengangguk lalu beranjak dari paha sang Mama menuju tempat tidur. "Eva akan tidur sekarang ma, Good Night!" Ucapnya.


Kening Eva pun dikecup oleh sang mama. "Have a nice dream!" Lalu pergi dari kamar putrinya.


Diluar, mama Jessy mengubah raut wajahnya yang semula tersenyum bersama putrinya tiba-tiba memperlihatkan wajah pucat yang penuh dengan kesakitan. "Mama hanya berharap disaat mama pergi nanti kamu menemukan seseorang yang dapat melindungimu dan dapat dijadikan tempatmu bersandar ketika terpuruk." Batin mama Jessy seolah dirinya akan segera pergi dari dunia.


Eva bersekolah seperti biasanya, belajar dan bercengkrama seperti biasa dengan dua sahabatnya. Namun, Eva sekarang ini sedikit menjaga jarak dengan pak Theo.


Pak Theo sendiri tahu jika siswi kesayangannya sedang menjaga jarak kepadanya dan hanya mengikutinya. Tapi pak Theo tidak tinggal diam dia terus saja memberikan hal-hal kecil kepada Eva. Seperti menaruh coklat dan bunga di loker milik Eva atau sekedar menelepon atau bertukar pesan dikala dirinya senggang dan tidak dalam suasana sekolah.


Seperti saat ini dimana pak Theo sedang mengajar di kelas Eva. Membagi antara hubungan kerja dan pribadi dilakukan oleh pak Theo dengan profesional. Di Kelas dia hanya fokus mengajar.


"Baiklah kerjakan soal nomor 17, contoh soal yang seperti itu yang biasanya muncul ketika ujian." Titahnya yang sekarang sedang berada di belakang kelas. Semua siswa pun mengerjakannya dengan serius tanpa banyak bicara.


Pak Theo pun melangkahkan kakinya menuju sebuah meja dimana Eva saat ini fokus mengerjakan tugas yang diberikannya. Dilihatnya Eva sedang terganggu karena anak rambutnya yang diterbangkan angin, karena Eva duduk di bangku belakang dekat dengan jendela. Tangan nakal pak Theo pun menyelipkan anak rambut Eva tanpa diketahui oleh sang empunya dan seluruh siswa.


Eva sontak terkejut, sensasi geli seperti tersengat dia rasakan. Seorang gadis yang awam akan cinta mendapatkan perlakuan yang mengejutkan dari gurunya, pasti akan terkejut untungnya Eva tidak berteriak bisa gempar seluruh ruangan.


Eva pun mendongak menatap pak Theo dengan netra tajamnya yang indah, sementara yang ditatap hanya memperlihatkan wajah dingin tanpa dosanya lalu melangkah pergi menuju depan kelas. Meninggalkan Eva dengan wajah merahnya antara salah tingkah dan geram karena menahan kesal.


Bersambung…….


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa


Like 👍


Komen 💬


Vote


Gifnya


weehh othor dah crazy up nih 😌😘😘