
Keesokan harinya.
Theo dan Eva berangkat ke sekolah bersama, mereka datang pagi-pagi sekali agar terhindar orang-orang yang mungkin melihat mereka berduaan nantinya. Seperti biasa, di dalam mobil sebelum menuju kelas dan ruangan masing-masing, mereka akan menyempatkan untuk bermesraan.
Seperti saat ini, sedari tadi Theo terus merengek agar istri kecilnya memberikannya sebuah ciu*an agar dirinya bersemangat ketika bekerja.
"Sayang~, kiss ya." Theo merengek memperlihatkan wajah memelasnya dengan mata yang melebar seperti anak kucing.
Eva menggeleng. "No, nanti kalau ada yang liat gimana?" Tolak Eva.
Mendengar jawaban seperti itu, Theo merubah ekspresinya menjadi datar dan tak bersahabat. Lalu tiba-tiba dirinya turun dari mobil dengan cepat meninggalkan Eva yang masih berada di dalam mobil. Eva menghela nafasnya, karena tingkah suaminya yang sangat manja dan sedikit kekanakan.
"Pak Theo!" Panggil Eva. Namun, bukannya berbalik, Theo tetap melangkahkan kakinya meninggalkan Eva.
"Sayang!
"Hubby!"
"My Husband!"
Setelah beberapa kali memanggil, akhirnya Theo berhenti dikala Eva memanggilnya dengan kata yang terakhir. Eva pun berdiri tepat di depan Theo, lalu memeluknya dengan erat. "Maafkan aku ya, jangan marah nanti cepet tua loh. Kalo kamu tua terus aku gimana?" Ucap Eva.
Theo geleng-geleng kepala. "Heh, makin pinter ya kamu. Kalau aku tua kamu mau cari yang muda gitu?" Sahut Theo mencubit hidung Eva.
Eva hanya menanggapinya dengan kekehan. Eva lalu berjinjit mendekatkan wajahnya ke wajah suaminya, lalu mencium sekilas bibir suaminya dengan kelembutan. Namun, secepat kilat Theo memegang tengkuknya guna memperdalam ciuman nya.
Mereka berc*Uman sampai Eva kehabisan nafas karenanya. "Ish, bibir aku jadi bengkak nih!" Cebik Eva.
Theo mengelus pelan bibir Eva, membersihkan sisa saliiVa yang masih menempel di sana. "Gak terlalu kelihatan kok. Ya udah, sekarang kamu ke kelas gih, tapi inget istirahat keruangan ku." Ujarnya.
"Hmm, aku ke kelas dulu ya, bye!" Ucap Eva seraya melambaikan tangannya lalu menjauh dari parkiran khusus guru.
Namun, baru saja Eva berjalan menjauh, Mitha dan Grace sudah menatapnya dengan senyum sumringah. "Heh, enaknya pengantin baru." Ucap Mitha.
"Ho'oh, udah main sosor aja, atau mungkin kamu sudah itu-itu ya?" Selidik Grace yang menyatukan jari telunjuk kedua tangannya dengan alisnya yang naik turun. Mendengarnya, Eva sudah malu bisa dipastikan wajahnya saat ini memerah seperti tomat atau kepiting yang baru saja direbus.
Melihat temannya malu, bukannya berhenti Grace malah semakin menggodanya. "Jadi, kamu sudah melakukannya? Tanya Grace lagi. Eva hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Bagaimana rasanya?" Tanya Grace yang sangat antusias jika membicarakan hal-hal yang berbau dewasa.
"Pertama kali mungkin agak sakit dan perih, tapi setelahnya aku menikmati- ups!!" Dengan cepat Eva menutup mulutnya dan merutuki dirinya karena terpancing pertanyaan Grace.
Grace menyipitkan matanya dengan senyum mes*m nya. " Heh, apakah rasanya begitu enak? Aku jadi pengen deh tapi aku gak punya pacar. Soalnya seleraku agak tinggi ya, aku suka pria dewasa yang seperti pak Theo." Ceplos Grace.
Buk!
Dengan cepat Mitha memukul bahu sahabatnya itu dengan keras, membuat Grace meringis kesakitan. "Aduh! Sakit tau Mit!"
Tinggalkan percakapan mereka yang gak ada faedahnya.
*
*
*
Hari demi hari pun berlalu dan sekarang hari kelulusan pun sudah tiba. Sekarang ini Eva, Mitha dan Grace sedang berada di kediaman Grace untuk berdandan. Maklum saja untuk hari kelulusannya saja Grace menyewa penata rias dan busana yang terkenal.
Tiba-tiba ponsel Eva yang berada di atas meja berdering. "Ha,"
📞 "Halo sayang, I Miss you!" Ucap Theo memotong ucapan Eva.
"Me too. Jadi, biarkan aku berhias ya agar cepat datang. Dan berhenti meneleponku, kamu sudah menelpon 10 kali tahu!" Ucapnya pelan agar tidak kedengaran oleh Mitha dan Grace di sebelahnya. Namun, tentu saja Mitha dan Grace tersenyum geli karena mendengarnya.
📞 "Tapi aku sangat merindukanmu, sedetik kamu tidak ada di sisiku seperti 1 tahun bagiku!" Sahutnya.
"Udah deh gak usah gombal! Sekarang nurut, jangan ganggu aku lagi." Ucap Eva.
📞 "Sebelum itu, beri aku kiss." Ucap Theo diseberang sana dengan seringainya.
Mau tidak mau, Eva menjauhkan dirinya lalu memberi kecuppan dari sambungan telepon. "Sudah aku tutup dulu." Ucap Eva dan cepat-cepat menaruh ponselnya di tempat semula.
"Ekhem! Cie-cie, bener kata orang kalau jatuh cinta dunia serasa milik berdua, yang lain ngontrak!" Sindir Grace.
"Bener tuh, gak kasian apa sama kita-kita yang jomblo ini?" Ujar Mitha.
"Jomblo? Sorry ya, aku tuh gak jomblo aku udah punya ayank tau!" Ujar Grace.
Mitha terkekeh. "Affa Iyah? Memang siapa sih pacar kamu?" Tanya Mitha.
"Ayank aku itu Cha Eun Woo tau!" Ucapnya.
Mitha dan Eva pun sontak tertawa. "Hahahaha, Grace stop halu!" Ucap Mitha dan diiyakan oleh Eva. "Bener tuh!"
Grace pun kesal dan memonyongkan bibirnya. "Awas ya, aku akan cari pacar yang lebih dewasa kayak pak Theo! Semoga saja nanti aku ketemu." Ucapnya.
Eva dan Mitha hanya bisa geleng-geleng kepala karena Grace yang sangat ingin berpacaran dengan pria dewasa. Mungkin saja salah satu cita-citanya menjadi sugar baby.
Bersambung…….
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Hmmm, othor rencana Sabtu atau Minggu crazy up cuma, cuma like nya itu loh ih bikin greget 😬😬😬...