
Sebuah mobil Limosin mewah berhenti tepat di depan gedung dimana acara kelulusan diadakan. Tiga orang gadis, ah tidak salah satu dari mereka sudah bukan gadis lagi, turun dari mobil Limosin berwarna hitam itu dengan anggunly.
Mitha, Grace dan Eva sangat cantik dengan wajah yang dipoles dengan sederhana dan pakaian kebaya serta bawahan yang berupa rok batik yang sangat mewah. Mitha dengan baju kebaya warna birunya, Grace dengan baju kebaya warna merah mudanya dan Eva dengan kebaya warna pastelnya. Dan rambut yang ditata dengan rapi dan indah.
Ketiganya masuk ke dalam ruangan acara dengan berjalan anggun bak model. Bahkan semua menatap ketiganya dengan tatapan berbinar bahkan ada yang sampai menganga.
Mitha dan Grace duduk di tempat dimana disana sudah bertuliskan namanya. Namun, tidak dengan Eva karera saat ini sedang diajak ke sudut ruangan oleh Yoga.
"Ada apa?" Tanya Eva yang ingin cepat-cepat meninggalkan Yoga. Apalagi jika suaminya melihatnya berinteraksi dengan Yoga, tidak bisa dibayangkan apa yang akan menimpanya.
Yoga menggaruk pelipisnya. "Em, begini eh untuk kejadian yang sudah berlalu maafkan aku." Ucapnya. "Kau benar aku terlalu bodoh dan naif juga egois. Tidak peka dan suka mempermainkan hati orang. Aku akui aku salah." Lanjutnya.
"Maafkan aku karena tidak peka terhadap perasaanmu, dan aku juga akan meminta maaf kepada yang lainnya. Sungguh aku sudah mendapatkan hasil dari perbuatan ku." Ucapnya penuh penyesalan.
Eva tersenyum. "Akhirnya, aku tahu kamu kan berubah. Lagipula aku sudah lama memaafkanmu.Dengan meminta maaf tidak akan membuat derajat seseorang menjadi tinggi atau rendah dan orang yang memaafkan pasti memiliki hati yang mulia. Bukankah seorang manusia tidak luput dari kesalahan? Sejatinya tidak ada manusia yang terlahir sempurna bukan? Jadi mari kita lupakan masa lalu dan mulai membuka lembaran baru." Jawab Eva.
"Terima Kasih! Terimakasih, karena kamu sudah mau memaafkan ku! Tapi aku ada sedikit permintaan." Ujarnya.
Eva mengerutkan keningnya. "Permintaan apa?" Tanyanya.
"Maukah kamu menjadi sahabatku lagi? Bercengkrama dan bergembira bersama seperti dulu?" Tanya Yoga. Lalu mengulurkan tangannya.
Eva mengangguk. "Tentu! Bahkan aku sudah menganggapmu sebagai kakak laki-lakiku." Membalas uluran tangan Yoga.
Setelahnya, Eva dan Yoga kembali ke tempat duduk mereka masing-masing karena acara yang akan segera dimulai. Dan sambutan demi sambutan dari kepala sekolah beserta komite dan beberapa undangan menu ruangan tersebut. Sampai akhirnya acara inti pun dimulai.
Satu persatu para siswa berjalan menaiki podium untuk mengambil ijazah dan akan dikalungkan mendali oleh kepala sekolah dan guru. Lalu dilanjutkan dengan bersalaman dengan para guru.
Dan tiba saatnya Eva berjalan mengambil naik ke atas panggung. Namun, tidak seperti siswa lainnya, yang mana penyerahan ijazahnya akan diberikan oleh kepala sekolah, dirinya justru diberikan oleh pak Theo suaminya. Dengan senyum yang mengembang antara keduanya, Theo menyerahkan sendiri surat kelulusan kepada muridnya yang juga istrinya.
"Selamat, akhirnya kamu lulus juga." Ucap Theo sambil mengalungkan mendali.
"Terimakasih pak, atas bimbingannya." Sahutnya. Eva menunduk lalu hendak pergi. Belum sempat dirinya melangkah, pak Theo justru menahannya dan mencium keningnya tepat di hadapan banyak orang, membuat Eva melebarkan kelopak matanya.
Sontak aksi nekat Theo menggemparkan semua orang yang berada di ruangan tersebut. Ada yang berteriak histeris karena Eva beruntung mendapatkan kecuppan dari pak Theo dan ada yang membicarakan hal yang tidak-tidak karena iri kepada Eva.
"Gila! Bisa-bisanya pak Theo menciummu di depan umum! Aish! Aku jadi mau." Ucap Grace.
Mitha menoyor kening sahabatnya yang kelewatan somplak. "Jadi, nyonya bagaimana rasanya ditatap oleh fans suamimu sendiri?" Ledek Mitha.
"Rasanya seperti mau mat* tau ga? Tatapannya horor bener, lebih serem dari tatapan emak-emak yang Tupperware nya diilangin oleh anaknya." Ucap Eva.
Sontak Grace dan Mitha tertawa sangat keras. "Hahahaha!" Begitu juga Yoga yang tersenyum ketika melihat sahabat masa kecilnya sudah bahagia dengan orang yang tepat baginya.
*
Tak terasa saat ini sudah sampai di penghujung acara, ada yang masih duduk di kursi dan ada yang sudah keluar ruangan untuk berfoto dengan keluarganya. Namun, dari tiba-tiba lampu padam membuat semua orang panik ketakutan lalu menyalakan senter di ponsel pintarnya. Dan lampu kemudian menyorot ke atas panggung dimana disana berdiri seseorang dengan setelan jasnya yang rapi.
Eva pun terkejut karena seseorang itu bukanlah orang lain, namun suaminya sendiri.
Theo mengambil mikrofon. "Kepada seseorang yang sangat aku cintai, selamat atas kelulusanmu. Aku berdoa yang terbaik untukmu. Hari ini aku berdiri disini hanya untukmu, di sekolah inilah aku bertemu dengan cinta pertamaku dan juga menyemaikan cinta kami berdua. Dan sekarang orang itu sudah menjadi istriku." Ucap Theo tersenyum menatap Eva.
Semua orang pun terlihat berkaca-kaca karena melihat sisi romantis guru killer tersebut. Dengan cepat Eva menuju ke atas panggung menemui suaminya. "Hubby" ucapnya lirih disaat sudah sampai di atas panggung.
Theo menyerahkan buket bunga kepada Eva. "Evangeline Dorius, I love you my wife." Ucapnya membuat semua orang yang menonton menatap mereka tak percaya.
"Me too my husband." Sahut Eva menerima buket bunga itu lalu langsung berhambur memeluk Theo dengan eratnya.
Sontak melihat itu, semua orang di dalam ruangan tersebut bersorak sorai, bahkan orang-orang yang berada di luar kembali ke dalam untuk melihat adegan romantis tersebut. Bahkan para guru-guru yang melihatnya bertepuk tangan karena tidak menyangka jika Theo menikahi muridnya sendiri.
Bersambung…..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Aiyoo, maaf telat up karena tadi masih ada kegiatan di kampus. ...
...Dan ya besok othor bakalan crazy up jadi ditunggu aja ya😗😗😗...