
Saat ini.
"Aku rasa pertanyaanmu, aku yang perlu menjawabnya." Ucap Nyonya Hanna. Lalu kembali menceritakan kejadian di masa lalu.
*
*
...Masih di masa lalu...
Satu bulan telah berlalu, hubungan Davies dan Jessica sangatlah harmonis, bisa dibilang pasangan itu tengah bersemangat menantikan kelahiran putri mereka. Ya, setelah melakukan USG ternyata diketahui bahwa Jessica tengah mengandung anak perempuan.
Sementara hubungan Hanna dan Davies sedikit merenggang dan hanya sebatas hubungan profesional. Itu membuat Hanna semakin benci kepada Jessica.
Suatu hari, ketika Davies tengah keluar kota. Jessica menerima sebuah paket yang tidak diketahui apa isinya. Namun, terpampang namanya di depan nama penerima. Padahal dirinya tidak merasa ada membeli suatu barang.
Dengan rasa penasarannya Jessica membuka paket tersebut, betapa terkejutnya dia ketika melihat sebuah alat tes kehamilan yang menunjukkan garis dua dan sebuah surat di dalamnya. Jessica membuka lalu membaca surat tersebut.
...‘Kepada Davies, aku ingin kamu melihat apa yang aku berikan. Lihat alat itu, menunjukkan garis dua, Davies, lihat aku sedang mengandung. Mengandung buah hati kita. aku tidak menyangka baru sekali kita melakukannya sudah menumbuhkan benih di dalam perutku. Setelah kau datang, aku ingin bertemu denganmu.‘...
...~Hanna Helios’~...
Bagai ditusuk sebuah pedang yang sangat tajam, hati Jessica sangat sakit ketika membaca surat itu, berbagai macam pikiran negatif membayangi pikirannya. Apakah suaminya selama ini bermain-main di belakangnya? Namun, dengan cepat Jessica membuyarkan segara pemikiran itu. Bagaimanapun dia sangat percaya kepada suaminya.
Dengan hati-hati dirinya melangkah menuju telepon rumah lalu memencet nomor telepon suaminya. Dan tak lama telepon pun tersambung.
"Hal-"
📞 "Sayang, kapan kamu akan menceraikan istrimu?" Tanya Hanna.
"Sebentar, setelah dia melahirkan aku akan menceraikannya dan langsung menikahimu." Ujar Davies.
Deg!
Dengan cepat Jessica menutup sambungan telepon. Bagaimana bisa telepon Davies diangkat oleh Hanna, ada apa sebenarnya? Tiba-tiba saja nafasnya tidak beraturan lalu beranjak menuju kamarnya. Dengan pikiran yang masih kacau, Jessica mengemasi pakaian dan barang-barang yang menurutnya penting. Dirinya tidak ingin dipisahkan dengan anaknya maka daripada itu Jessica memilih pergi dan hanya membawa uang 10 juta untuk dirinya bertahan hidup.
Sementara dalang dibalik kejadian itu tengah merayakan kemenangannya. "Hahaha, Jessica kau sangatlah bod*h, kau akan kalah jika berurusan denganku. Davies hanya milikku!" Ucapnya dengan senyum seringainya.
Ya, paket yang dikirimkan oleh Hanna hanyalah rekayasa semata karena dirinya dan Davies belum pernah sekalipun melakukannya. Dan untuk sambungan telepon tadi, Hanna menyewa seseorang untuk meniru suara Davies. Dan ya sekarang rencananya sudah berhasil dan tinggal membujuk Davies agar bersamanya.
Dua hari setelahnya Davies pulang dari luar kota. Namun, baru sampai rumah dirinya tidak mendapati istrinya ada di rumah. Dengan cepat dia menuju kamarnya menatap setiap sudutnya, namun, netranya menangkap sepucuk surat yang berada di atas nakas.
'Aku pergi, lakukan apapun yang kamu mau.' isi surat itu singkat.
"Ti-dak, kamu kemana sayang? Kumohon jangan tinggalkan aku." Ucap Davies
*
Di sisi lain, di sebuah mansion mewah Hanna tampak frustasi karena cintanya tidak digubris oleh Davies, sehingga membuatnya meminta tolong kepada ayahnya. "Ayah, tolong putrimu ini, satukan aku dengan Davies. Ayah aku sangat mencintainya kumohon. Ini pertama kalinya aku memohon padamu ayah, tak bisakah ayah mengabulkannya?" Ujar Hanna memelas dihadapan sang ayah.
Tuan Helios tampak menimbang ucapan putrinya dia sendiri tahu perbuatan putrinya yang demi ingin memiliki Davies rela melakukan berbagai macam cara untuk memisahkan mereka.
Melihat ayahnya diam, Hanna mengambil pisau lalu mengarahkannya ke pergelangan tangannya. "Jika ayah tidak bisa mengabulkannya maka aku akan mengakhiri hidupku!" Ucap Hanna dengan serius.
Sontak membuat tuan Helios terbelalak. "Nak, kamu jangan melakukan hal gegabah. Ba-baiklah jika itu keinginanmu maka ayah akan membujuk Davies." Ujar tuan Helios. Ya, kebenaran didepan mata seolah tertutupi oleh ego seorang ayah yang hanya memiliki seorang putri. Mau bagaimanapun tuan Helios tidak ingin melihat putrinya menangis.
Tak lama, tuan Helios mendatangi Davies mengungkapkan niatnya ingin menikahkan putrinya dengan dirinya. Pada awalnya Davies menolak namun, karena ancaman yang diberikan oleh tuan Helios membuat Davies tidak bisa berkutik dan akhirnya menikah dengan Hanna sampai saat ini.
...Flashback end....
*
*
Kembali ke masa kini.
Theo dan Eva tampak mendengarkan apa yang diucapkan oleh nyonya Hanna. Namun, Eva terlihat mengepalkan tangannya saat mendengarkan.
"Maafkan, aku dan putriku yang sudah membuatmu dan ibumu begitu menderita." Ujar tuan Besar Helios meminta maaf kepada Eva.
"Benar, maafkan aku atas kejadian di masa lalu. Dan kini aku sudah mendapatkan balasan atas perbuatanku, aku kehilangan anak yang kukandung." Ucap nyonya Hanna. Ya, selama menikah dua tahun setelahnya dirinya mengandung namun keguguran karena rahimnya mengalami komplikasi dan pada akhirnya harus diangkat sehingga sampai saat ini dirinya sama sekali tidak bisa mempunyai keturunan.
Melihat Eva putrinya terdiam diperlukan Theo, Tuan Davies menghampirinya lalu menggenggam tangannya. "Maafkan ayah nak, karena tidak becus dan tidak tahu keberadaan kalian. Nak, dimana ibumu tinggal? Ayah juga ingin meminta maaf pada ibumu." Tanya tuan Davies.
Namun, kali ini kemarahan Eva sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Dengan cepat Eva menghempaskan tangan tuan Davies yang menggenggam tangannya. "Kau, kau ingin menemui ibuku kan? Maka temui dia di surga!" Sentak Eva.
Membuat ketiga orang itu terkejut bukan main.
Bersambung……
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Aiyo, jangan lupa...
...Like 👍...
...Komen 💬...
...Vote...
...Gift 😗...