Killer Teacher Fell In Love With Me

Killer Teacher Fell In Love With Me
Bab 41 - Tidak Mencerminkan Status



Tiba-tiba seseorang yang kehadirannya sangat tidak dinantikan datang menghampiri Eva dan kedua sahabatnya.


"Well, Eva si kaum udik juga ikutan?" Tanya seorang gadis dengan angkuhnya.


Yah, siapa lagi kalau bukan Indah dan Siska. Nyatanya walaupun sudah mendapatkan hukuman kelakuan mereka masih saja sama. Tetap melakukan bullying dan mengganggu siswa lainnya, tapi tindakannya kali ini tidak sekasar atau sekeras yang dia lakukan sebelumnya. Walaupun begitu, tetap saja tidak merubah apa-apa.


Mitha dan Grace memutar bola matanya malas. "Ngapain sih lo disini? Mau cari gara-gara ya?" Tanya Grace dengan tatapan tajamnya.


"Entahlah, gw kan gak ganggu kalian." Ujar Indah, lalu mendekatkan kepalanya ke telinga Grace. "Tapi, mungkin sahabat lo yang pantas diganggu." Lanjutnya dengan suara pelan namun, dapat didengar oleh Mitha dan Eva.


"Sudahlah, jangan ngeladenin mereka Grace. Gak ada untungnya buat kamu." Eva yang sedari tadi diam akhirnya membuka suara.


"Bener tuh, sudah dihukum kelakuan masih aja gak berubah. Kelakuannya tidak mencerminkan status yang dimilikinya. Gak malu apa." Cibir Mitha.


Perkataan Mitha sontak membuat Indah dan Siska meradang. Kesal dan marah bercampur menjadi satu. Namun, dengan perlakuan rasa kesalnya dia kendalikan.


"Lo tunggu aja! Huph!" Ancamnya kepada Eva. Lalu pergi bersama Siska dengan kakinya yang dia hentak-hentakkan di tanah.


"Udah guys, yuk masuk ke bus." Ujar Eva mengajak kedua sahabatnya yang sedari tadi naik darah bertemu dengan Indah dan Siska.


Eva, Mitha dan Grace pun memasuki bus lalu mencari tempat duduknya. Eva dan Mitha duduk bersama sedangkan Grace duduk dengan teman sekelas yang lain.


Duduk di dekat jendela merupakan hal yang paling disukai Eva ketika berpergian. Namun, seketika netra indahnya menangkap sepasang muda-mudi berjalan menuju bus yang berada di depannya


Dengan riangnya dan tanpa beban mereka berjalan sambil sesekali melemparkan candaan lalu tertawa.


Eva pun tersenyum miris, entahlah mungkin sekarang dia sudah melupakannya. Mengikhlaskan sesuatu yang memang tidak akan dia miliki.


'Luka hanya bisa menyakiti kita kalau kita biarkan luka itu menyakiti kita.' Ungkapan ini mencerminkan Eva yang hatinya terluka dan karena tidak ingin luka hatinya membuatnya terpuruk maka dia pun segera mengatasinya.


"Woi! Jangan bengong nanti kesambet loh." Mitha menepuk bahu Eva menyadarkannya. Namun, tepukan Mitha justru mengagetkan Eva.


"Ah, bikin kaget aja." Eva mengelus dadanya.


Mitha pun melihat ke arah kaca jendela bus mengikuti arah pandang Eva sedari tadi. Pada akhirnya dia tahu apa yang membuat sang sahabat sedari tadi hanya diam.


"Jangan pikirkan dia. Kamu harus move on. Eva kamu adalah orang baik, mungkin saja dia tidak pantas untuk dirimu. Percayalah Tuhan pasti akan mengirimkanmu orang baik yang akan menjadi takdirmu di kemudian hari. Bukankah orang baik akan ditakdirkan dengan orang baik juga?" Mitha menyemangati Eva.


*


Tak terasa mereka pun sampai di tempat tujuan. Perjalanan melelahkan yang ditempuh selama 4 jam akhirnya tergantikan dengan pemandangan di depan mata mereka. Hamparan rumput hijau, dengan pohon-pohon Cemara yang menjulang tinggi dan tak lupa pemandangan bukit hijau yang masih tampak asri. Sangat menyegarkan mata.


Mereka pun memasuki sebuah kawasan yang dimana kawasan tersebut merupakan villa yang disewakan. Villa tersebut merupakan milik keluarga Hendrawan yang tak lain keluarga Yoga.


Walaupun villa tersebut cukup besar, pastinya para siswa tidak akan muat beristirahat di dalam sana. Namun tenang, mereka mengambil tema camping, dimana semua siswa akan membangun tenda di halaman villa yang luas.


Eva, Mitha dan Grace saling bahu membahu membangun tenda yang akan mereka tempati.


"Bagi kalian yang sudah selesai membangun tenda, ayo kemari kita makan siang dulu lalu istirahat sebelum acara yang akan dimulai pada pukul 3 sore." Ujar Yoga memberi pengarahan.


*


Pukul 3 sore tepat, semua orang sudah siap untuk memulai kegiatan yang akan dilakukan.


"Selamat sore semuanya, saya selaku ketua OSIS ingin memberikan sambutan dan rentetan acara. Acara ini merupakan salah satu rancangan dari OSIS dan panitia acara untuk mengisi liburan semester ini. Acara kali ini akan diadakan 3 hari dua malam dan berlangsung mulai hari ini. Hari ini akan diadakan acara pembukaan dan beberapa game seru. Besok pada pagi hari kita akan mengadakan bersih-bersih di sekitaran bukit dan dilanjutkan dengan game di sekitaran bukit, lalu dilanjutkan dengan pembuatan api unggun. Dan hari terakhir akan diumumkan pemenang dari lomba sekaligus menjadi hari kepulangan kita. Sekian sambutan dari saya." Ucapnya menggunakan toa.


Dan seperti yang dikatakan Yoga sang ketos, hari ini seluruh siswa dari masing-masing kelas menunjuk salah satu perwakilannya untuk mengikuti game. Siapa yang menang maka akan mendapatkan hadiah.


Bersambung…….



Jangan lupa


Like 👍


Komen 💬


Vote


Gift 😗😗💐🌹