Killer Teacher Fell In Love With Me

Killer Teacher Fell In Love With Me
Bab 66 - My Killer Teacher My Husband



...Last!...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Satu Minggu sudah berlalu setelah kunjungannya dari rumah mertuanya. Kehidupan rumah tangganya bersama suaminya berjalan cukup harmonis walaupun ada kalanya sedikit cekcok karena dirinya yang masih keras kepala dan belum bisa mengimbangi kedewasaan suaminya.


Hal yang lumrah jika terjadi pertengkaran ringan di sebuah hubungan suami-istri bukan?


Saat ini karena weekend, Eva menghabiskan waktunya di rumah dan melakukan hal-hal yang ingin dilakukannya seperti saat ini dirinya sedang berusaha membuat cookies. Namun, disaat dirinya fokus menguleni adonan, ponselnya tiba-tiba berbunyi. Dilihatnya di layar ternyata sang ibu mertua yang meneleponnya. Eva menghentikan semua kegiatannya lalu mencuci tangannya yang masih kotor karena terkena tepung.


"Halo mom? Ada apa menelponku?" Tanya Eva menjauh dari dapur.


📞 "Halo menantu kesayangan mommy, bagaimana kabarmu dan Theo?" Tanyanya.


"Kami baik-baik saja mom." Sahutnya.


📞 "Yasudah, kecemasan mommy sedikit berkurang. Begini nak, mommy ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepada Theo namun, ponselnya tidak aktif tolong sampaikan salam kami ya. Dan ya kami juga sudah mengirimkan hadiah untuknya." Ujar mommy Irene.


Tep!


Ulang tahun? Suaminya saat ini sedang berulang tahun dan bodohnya dirinya tidak tahu. Bahkan tadi pagi dia asik berbicara mengenai lauk yang akan dimasak siang harinya. Bodoh!


📞 "Eva kenapa kamu diam saja?" Tanya mommy Irene yang tidak mendapatkan sahutan.


Eva pun kembali sadar dari pikirannya. "Ah iya mom, Eva akan sampaikan. Dan hati-hati diperjalanan ya mom." Sahut Eva mencemaskan kedua mertuanya yang saat ini sedang berada di Kanada.


📞 "Ohoho, tentu saja kami akan berhati-hati. Tunggu saat mommy pulang, mommy akan memberikanmu beberapa oleh-oleh yang sudah mommy beli." Ujarnya.


Eva menelan salivanya pasalnya hadiah yang waktu ini saja belum semua dipakainya dan sekarang mertuanya ingin memberikannya beberapa barang yang mungkin akan habis dipakainya bila dipakai selama beberapa tahun.


"Ah belikan seperlunya saja mom." Ujarnya tidak ingin membuat hati mertuanya terluka. Dirinya tidak bisa menolak karena bagaimanapun mommy Irene memiliki niat baik untuk membelikannya. "Kalau begitu sampai jumpa mom." Lanjut Eva lagi lalu menutup sambungan teleponnya.


Eva memikirkan apa yang akan dipersiapkan untuk membuat kejutan untuk menyambut hari ulang tahun suaminya. Dengan cepat jarinya berselancar di mesin pencarian yang serba bisa yaitu Mbah google.


Jarinya men scroll beberapa pilihan kejutan dan pada akhirnya atensinya berakhir pada makan malam romantis. Dengan cepat Eva mempersiapkan semuanya selagi sang suami sibuk bekerja di kantornya.


"Aku akan memesan beberapa barang." Gumamnya lalu memesan barang menggunakan aplikasi agar dibawakan sampai apartemennya. Dan tak lama barang pesanannya pun datang.


Eva menyiapkan meja, makanan dan mendekor sudut apartemen menjadi sedikit lebih romantis. Kelopak bunga mawar dan lilin dipersiapkan olehnya.


"Baiklah dekorasi sudah selesai, sekarang aku akan menyiapkan makanan kesukaannya." Ucapnya lalu menuju ke arah dapur.


Saat ini hari sudah sore menjelang malam, Eva masih membuat makannya dengan teliti. Dia masih mempunyai waktu sekitar jam sebelum suaminya pulang pukul 8 malam karena ada pekerjaan yang masih menumpuk. Dan pada akhirnya Eva pun selesai membuat makannya lalu menghidangkannya di meja yang sudah dihias, dan tak lupa ditutup agar tidak ada lalat yang hinggap.


Setelahnya, Eva pergi ke kamarnya membersihkan dirinya. Dan setelah selesai mendapatkan sesi membersihkan dirinya, Eva menuju ruangan dimana disana khusus hanya untuk menaruh dan berganti pakaian. Dan pilihannya jatuh pada gaun peach selutut yang sebelumnya diberikan oleh mommy Irene. Eva sedikit memoles wajahnya dan menambahkan perona bibir agar tidak terlihat pucat.


Perfect!


*


*


Theo pun saat ini sudah berada di depan pintu apartemennya, lalu memasukkan sandi untuk membuka pintu apartemennya.


Ceklek!


Pintu pun terbuka, namun Theo tampak mengernyitkan karena apartemennya yang saat ini gelap gulita karena tak bisanya Eva membiarkannya seperti ini. Theo pun masuk perlahan agar tidak menabrak meja atau kursi yang tidak dilihatnya, dan mencari tombol saklar.


Namun, tiba-tiba lampu dihidupkan membuatnya sedikit silau. Dibukanya matanya perlahan-lahan, dilihatnya istrinya yang sudah berdandan dengan cantiknya di depannya. Membuatnya terpana.


"Ada acara apa, sehingga kamu berdandan secantik ini?" Ucap Theo yang mendekatkan dirinya.


Eva menahan tubuh suaminya. "Stop, sebaiknya kamu mandi dulu. Karena aku sudah menyiapkan kejutan untukmu." Ujarnya.


Theo tersenyum lalu membelai wajah istrinya. "Baiklah, tunggu aku." Lalu melangkahkan kaki jenjangnya menuju kamar.


20 menit kemudian Theo sudah selesai mandi dan memakai pakaian yang sudah disiapkan istrinya sebelumnya. Theo keluar kamar lalu menemui istrinya yang sudah duduk di sebuah meja yang sudah dihias dan di atasnya sudah terhidang berbagai hidangan dan tentunya itu merupakan hidangan kesukaannya.


"Sayang, untuk apa semua ini?" Tanya Theo.


Eva berdiri sembari tangannya membawa kue tart yang tadi sudah dipesannya. "Tentu saja, Happy Birthday my killer teacher, my husband." Ucapnya.


Theo terkejut. "Kau tahu ulang tahunku?" Tanyanya.


Eva mengangguk lalu menggeleng. "Sebenarnya aku tidak tahu ulang tahunmu Hubby, tapi tadi mommy menelponku dan menitipkan hadiah ulang tahunmu." Jawabannya memperlihatkan senyum canggungnya dengan memperlihatkan barisan giginya.


Theo mencubit gemas dagu istrinya lalu menciium sekilas bibir yang membuatnya candu. "Udah ih, ayo sekarang menikmati makan malam." Ujar Eva.


Lalu mereka berdua pun menghabiskan makan malam romantisnya ditemani dengan langit berbintang yang begitu indah.


Bersambung……