Killer Teacher Fell In Love With Me

Killer Teacher Fell In Love With Me
Bab 36 - Penuh Kejutan



Setelah mobil pak Theo menghilang dari pandangannya, Eva pun memasuki rumahnya, baru saja dirinya membuka pintu.


Dor!


"Kejutan!" 


Seru semua orang yang ada di rumahnya. Rupanya orang-orang tercintanya memberi kejutan atas kemenangannya. Sang mama, Grace, Mitha dan kak Tammy datang guna memberikan selamat kepadanya.


Eva yang mendapatkan kejutan pun terharu, matanya bahkan sudah berkaca-kaca.


"Selamat atas kemenanganmu!" Ucap Mitha dan Grace.


"Selamat ya Va, kakak bangga deh sama kamu." Ucap Tammy.


Tangis Eva pun tumpah seketika, ketika mendapatkan kehangatan dari orang-orang terdekatnya. "Terimakasih ya, semuanya." Jawabnya.


"Sudah, sudah, ayo nak kamu pasti lelah dan lapar karena perjalanan jauh. Makan dulu baru istirahat ya. Yang lain ayo kita makan." Ucap Mama Jesy mengajak semua orang makan.


Semua orang pun duduk. "Siapa yang memiliki ide membuat acara makan-makan?" Tanya Eva disela makannya.


"Ini ide Tante Jesy mau bikin acara kecil-kecilan. Tante hanya memasak beberapa hidangan sisanya aku dan Mitha membawa makanan dan Kak Tammy yang membawa kue." Ujar Grace mewakili bicara.


"Thank you so much!" Ucap Eva.


Setelahnya mereka semua pun makan dengan bersenda gurau.


*


*


*


Keesokan paginya, di sekolah Eva, Mitha dan Grace pun saat ini sudah berada di kantin sekolah setelah mendapatkan pelajaran Bahasa Indonesia selama 3 jam.


Tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya. "Eva kamu sama Celine dipanggil ke ruangan Pak Theo." Ujar seseorang lalu berlalu pergi setelah memberikan informasi.


"Guys, aku pergi dulu ya." Pamit Eva pada kedua sahabatnya.


"Oke." Ucap Mitha singkat, sementara Grace hanya mengangguk karena mulutnya sedang mengunyah bakso.


Eva pun menuju lantai dua dimana ruangan pak Theo berada. Disaat sudah berada di depan ruangan pak Theo, Celine pun baru saja datang. Akhirnya mereka pun masuk bersamaan ke ruangan pak Theo.


Tok! Tok!


"Permisi pak." Ucap Eva dan Celine.


"Masuk!" Sahut seseorang dari dalam yang tak lain adalah pak Theo.


Mereka pun masuk ke ruangan pak Theo. "Duduklah." Pak Theo mempersilahkan mereka untuk duduk.


Menurut, Eva dan Celine pun duduk di sofa yang ada di sana.


Pak Theo pun mengambil Tote bag yang berisi sesuatu yang tidak Eva maupun celine ketahui apa isinya.


"Oke, seperti janji saya sebelumnya jika kalian menang maka saya akan memberikan hadiah., Ini adalah hadiah yang saya janjikan kepada kalian." Ucap pak Theo lalu menyerahkan dua Tote bag yang dipegangnya. Satu dia berikan kepada Celine dan satunya kepada Eva.


"Bukalah." Jawab pak Theo singkat.


Celine adalah orang pertama yang membuka hadiahnya, betapa terkejutnya dia ketika melihat hadiah yang diberikan pak Theo kepadanya. Hadiahnya yaitu satu buah handphone yang terkenal karena buah yang satu sisinya tergigit, iPhone 14 keluaran terbaru menjadi hadiah yang diberikan pak Theo.


Speechles, itulah yang dirasakan Celine saat ini. Eva yang melihat hadiah Celine pun terpana lalu dia pun ikut membuka hadiahnya.


Sama, hadiah yang diberikan pak Theo kepada dirinya juga sebuah iPhone 14 yang harganya fantastis.


"I-ini hadiahnya beneran pak?" Tanya Eva yang masih belum bisa percaya.


"Tentu saja. Itu adalah hasil dari kerja keras kalian." Sahut pak Theo singkat.


"Terimakasih pak!" Eva dan Celine berbicara berbarengan.


Bel masuk pun berbunyi, setelah mengucapkan rasa terima kasihnya, Celine dan Eva pun pamit undur diri. Namun, Eva diperintahkan untuk tetap di ruangan pak Theo.


"Eva, tunggu dulu." Ucapnya.


Eva pun berbalik. "Ya ada apa pak?" Tanya Eva.


Pak Theo pun menyerahkan sebuah box ramping ke hadapan Eva. "Ini apa pak?" Tanya Eva lagi.


Pak Theo tersenyum tipis. "Bukalah jika kamu ingin tahu." Ujarnya.


Tanpa membuang-buang waktu lagi, Eva pun membuka box itu, rasa keterkejutannya pun kembali hadir. Bagaimana tidak, pak Theo memberinya MacBook sebagai hadiah lainnya. Membuat dirinya diam mematung. 


'Pak Theo sungguh penuh dengan kejutan.' Batinnya.


"Apa ini tidak berlebihan pak?" Tanya Eva yang tidak enak menerima hadiahnya.


"Tidak berlebihan, anggap itu hadiah spesial saya kepadamu. Sudah jam masuk, kamu kembali ke kelas. Nanti kamu ketinggalan pelajaran loh." Ucapnya.


Eva pun pergi dari ruangan pak Theo dengan perasaan yang tak dapat didefinisikan.


Bersambung……


Me: "Ekhem, pak saya juga mau iPhone 14 promag"


Pak Theo: "Enak aja, beli Sono!"


Me: 😑


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan Lupa


Like 👍 (kalau gak like 🔫)


Komen 💬


Vote


Kembang, kopinya ya 😗😗