
Theo memasuki ruangan dan melihat istrinya yang sedang rebahan di sofa. "Sayang, aku sudah kembali." Ucapnya lalu mengecup keningnya.
Eva beranjak dari tidurnya. "Pekerjaan bapak sudah selesai?" Tanya Eva.
Theo mengernyitkan dahinya menatap Eva. "Kenapa memanggilku bapak lagi? Bukankah panggilan yang kamu ucapkan tadi lebih bagus?" Tanya pak Theo.
Blush!
Pipinya sudah merona, menahan malu. Namun, bibirnya mengucapkan apa yang diinginkan oleh suaminya. "Hubby?" Cicitnya. Theo mengulum senyumnya. "Itu lebih baik." Ujarnya.
"Baiklah urusanku disini sudah selesai, jadi sekarang aku akan mengajakmu ke suatu tempat." Ujar Theo.
"Kemana hu-huby?" Tanya Eva dengan gugup karena masih kurang nyaman dengan nama panggilannya.
"Ikut saja hmm." Sahut Theo.
*
*
Saat ini Eva sudah berada di depan mall namun, masih berada di dalam mobil. "Hubby, kenapa kita ke mall? Tapi, bukankah ini mall yang terkenal itu?" Eva mencecar suaminya dengan berbagai pertanyaan.
"Pertama kita akan membeli baju, membawamu ke salon untuk perawatan karena kamu akan bertemu dengan mertuamu. Dan kedua mall ini berada di bawah perusahaanku, dengan kata lain mall ini adalah milikku." Ujarnya menjawab setiap pertanyaan yang terlontar dari istrinya.
Eva mengangguk. "Owhh bertemu mertua." Ucapnya. Lalu tak lama. "What? Mertua? Kamu yang benar saja?!" Pekiknya kepada suaminya.
"Itu benar sayang, malam ini kita akan menemui kedua orang tuaku. Mereka tadi sudah meneleponku, agar segera mengajak menantunya menemuinya." Ujar Theo dengan memegang dagu Eva. Eva menganga tak tahu harus berkata apa saking kagetnya.
Theo menggandeng tangan istrinya agar selalu berada di sampingnya. Lalu menuju sebuah area dimana disana terdapat salon kecantikan. Mereka berdua masuk dan mendapatkan sambutan karena Theo adalah pemilik mall.
"Selamat siang tuan, ada yang bisa kami bantu?" Tanya manajer wanita disana.
"Tentu, ajak istriku lakukan semua perawatan yang ada lalu makeover karena kamu ada pertemuan penting malam ini." Titah Theo yang langsung dikerjakan oleh pegawai salon lainnya.
Sementara Eva meronta dan terpaksa mengikuti mereka. "Hubby kamu mau kemana?" Teriak Eva yang melihat Theo keluar dari salon. "Nikmatilah waktumu sayang, aku akan pergi mencari makanan dan beberapa hal." Ujarnya.
Eva mengikuti serangkaian perawatan, mulai dari perawatan rambut, wajah, kuku, spa dan lain-lainya. Sampai akhirnya Eva di rias mulai dari rambut yang dibentuk mengikuti kemauannya sampai wajahnya yang dipoles dengan riasan yang natural namun tidak meninggalkan kesan glamor. Dan tepat setelah Eva selesai dirias, Theo datang, membawa beberapa paper bag di tangannya.
Theo mendekati istrinya. "Aku sudah membelikan baju dan sepatu yang cocok untukmu, pakailah." Titahnya lalu memberikan paper bag itu kepada pegawai salon. "Bantu istriku memakainya!" Ujarnya kepada pegawai salon. Sementara Eva hanya mengikuti apa yang dilakukan pegawai salon itu kepada dirinya.
Dan Theo menuju salah satu ruang ganti, dan mengganti bajunya dengan setelan baju dengan warna yang sama dengan punya Eva. Dan setelah selesai berganti Theo menuju sofa menunggu istrinya selesai berganti pakaian.
"Tinggalkan kami!" Titahnya agar semua pegawai salon meninggalkannya bersama istrinya.
Theo mengajak Eva kembali ke dalam lalu membawanya ke sebuah cermin besar. "Kamu terlihat sangat cantik." Ujar Theo lalu menyentuh bahu mulus Eva yang terekspos lalu elusannya turun ke lengannya. Sementara Eva memejamkan matanya ketika mendapatkan perlakuan seperti itu. Theo mengeluarkan sebuah kotak yang didalamnya berisi sebuah kalung, lalu memindahkan surai kehitaman Eva agar memudahkannya memakaikan kalung.
Kalung tersebut sudah terpakai dan menjuntai indah di leher Eva. "Kalungnya sangat indah." Ucap Eva yang menatap dirinya di cermin, jujur saja dirinya sangat pangling melihat penampilannya saat ini. "Kalungnya terlihat indah karena kamu yang memakainya." Sahut Theo lalu mengecup bahu dan kemudian leher Eva disebelah kanan. Membuat Eva memberikan sedikit ruang kepada suaminya.
"Sudah, ayo kita pergi sekarang." Ucap Theo lalu menggandeng tangan Eva dan keluar dari mall tersebut menuju mobilnya.
*
*
Sekitar 30 menit perjalanan yang dibutuhkan untuk sampai di kediaman keluarga Davidson. Dan saat ini mereka sudah berada di depan pintu masuk rumah, dan tak beberapa lama seorang pelayan paruh baya membukakan pintunya. "Selamat malam tuan muda dan nyonya muda, tuan besar dan nyonya sudah menunggu di dalam." Ujarnya dan diangguki oleh mereka.
Theo melangkahkan kakinya di ruangan tamu dimana mommy dan Daddy nya sudah menunggunya. "Selamat malam, mom, dad." Sapa Theo membuat kedua orang yang umurnya tidak muda lagi itu menoleh.
Mommy Irene bangun lalu melangkah mendekati putranya. "Dasar, apa kamu sudah lupa kepada mommy hah?!" Ucapnya lalu melepaskan pelukannya dan menjewer telinga putranya. Membuat Theo sedikit meringis kesakitan.
Tuan Davidson pun menenangkan istrinya yang kelewat barbar tersebut. "Sabar mom." Ucapnya. Lalu pandangan tuan Davidson beralih ke Eva yang sedari tadi diam melihat interaksi mereka. Eva yang ditatap segera memberi salam.
"Selamat malam, Om dan Tante." Ucao Eva yang membuat tuan Davidson dan mommy Irene terkejut.
Dengan cepat mommy Irene mendorong anaknya agar menjauh dari Eva. "Oh sayang, siapa namamu nak?" Tanya mommy Irene menggenggam tangan Eva.
"Nama saya Evangeline Dorius, panggil saja Eva Tante." Sahutnya. Sementara mommy Irene hanya bisa tertawa karena senang. "Hohoho, Eva kamu sudah menjadi menantu keluarga ini jadi panggil kamu saja mommy dan Daddy ya." Ujarnya dan diangguki oleh Eva.
"Yahuu, akhirnya anakku nikah juga, akhirnya aku punya menantu!" Mommy Irene jingkrak-jingkrak saking senangnya.
Tuan Davidson hanya bisa geleng-geleng melihat kelakuan istrinya. Dia lalu mendekati Eva. "Kamu kelihatan sangat muda dibandingkan Theo, berapa umurmu nak?" Tanyanya.
"Dua bulan nanti, umurku 19 tahun dad." Sahutnya.
Tuan Davidson dan mommy Irene sontak terkejut. "APA?!!" Pekiknya.
Bersambung……
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Btw, kalo othor kemungkinan besok bakalan crazy up mungkin 2 atau 3 bab tergantung mood juga. Karena nulisnya juga menguras otak 😬😗...