
Kedua sahabatnya pun serentak berkata. "Wow! Don't tell me you're in love right now?" (Translate: Wow! Jangan bilang saat ini kamu sedang jatuh cinta?)
"I think, at this point, I'm just a little interested. Mungkin akan sangat menyenangkan bila sedikit bermain-main dengannya." Ujar Dion dengan senyumannya yang berubah menjadi seringai licik.
(Translate: aku pikir saat ini aku sedikit tertarik.)
Kedua sahabat Dion hanya bisa menggelengkan kepalanya karena tahu sifat temannya yang terkenal breng*ek dan badji*gan.
*
*
Satu Minggu sudah Eva berkuliah dan seperti biasa menimba ilmu dengan tekun. Dirinya tampak excited mengikuti pelajaran di hari kedua ini. Dirinya menuju ke dalam kelas dan mendengarkan apa yang dijelaskan dosen yang saat ini berada di depan kelas menerangkan materi.
Waktu pun berlalu, saat ini hari sudah menjelang siang. Cacing-cacing diperut seluruh mahasiswa berdemo ingin mendapatkan asupan nutrisi dari makanan. Eva dan beberapa teman barunya menuju kantin yang saat ini sangat ramai.
Setelah memesan makanannya, Eva menuju meja yang tampak kosong, lalu duduk disana. Eva menyantap makanannya dengan lahap sampai seseorang yang tidak disukainya datang lalu duduk di sebelahnya.
"Hai, anak baru boleh gw duduk disini?" Tanya Dion.
Eva memutar bola matanya malas lalu beranjak berdiri ingin meninggalkan tempat tersebut, karena dia merasa risih setiap Dion berada di dekatnya. "Hei, kau mau kemana?!" Ucap Dion yang langsung menarik tangan Eva agar kembali duduk di sebelahnya. Sementara teman-teman Eva hanya diam melihat interaksi yang dilihatnya cukup romantis padahal ini tidak ada romantisnya sama sekali.
"Whatever!" Ucap Eva.
Mereka pun kembali menyantap makanannya dengan nikmat bahkan teman-temannya berinteraksi dengan Dion seolah mencari muka.
"Minumlah ini." Ucap Dion memberikan jus jeruk kepada Eva.
"Tidak, terimakasih aku selalu membawa air." Sahut Eva mengeluarkan botol air. Sudah menjadi kebiasaan dari SD dirinya akan selalu membawa botol air dari rumah.
Dion tampak kesal bukan main, jarang-jarang dia akan bersikap baik kepada seorang gadis, namun maba baru di sampingnya ini malah menolaknya. Harga dirinya seolah terluka mendapatkan penolakan.
Tak lama, mereka menyudahi makan siangnya karena kelas selanjutnya akan segera dimulai. Eva dan teman-temannya menuju ke kelas untuk belajar mata kuliah terakhir untuk hari ini. Suasana di kelas tampak seperti biasanya, dosen menerangkan dan mahasiswa ada yang mencatat dan mendengarkan.
Saat dosen menjelaskan tiba-tiba Eva bangkit dari duduknya lalu meminta izin untuk ke toilet kepada sang dosen.
Di toilet saat ini Eva sedang mencuci tangannya sembari bercermin setelah selesai menuntaskan hal yang harus dituntaskan di toilet.
Disaat Eva fokus dengan mencuci tangannya, dengan cepat sebuah tangan kekar menutup hidung dan mulutnya dengan kain. Eva melotot kaget ingin berteriak tapi tidak bisa karena mulutnya yang dibekap. Dirinya pun meronta ingin melepaskan dirinya, tapi sayang itu tidak mengubah apapun justru tenaganya akan habis nantinya. Eva menatap orang bertopi dan memakai masker yang membekapnya di cermin kamar mandi. Tangannya terangkat ingin melepaskan topi dan masker dari orang tersebut.
Tapi, lama-kelamaan mata Eva mengerjap dengan pelan, seolah ada sesuatu yang menekan kesadarannya. Mata indahnya perlahan menutup, semakin menutup dan tak lama kesadaran Eva telah hilang sepenuhnya.
Orang tersebut menyeringai di balik maskernya, lalu menggendong Eva seperti membawa sekarung beras. Suasana lorong kampus yang sepi memudahkan aksinya itu membawa Eva pergi ke suatu tempat.
*
Di ruangan kelas, dosen pun sudah selesai menerangkan materi dan pergi meninggalkan kelas namun, Eva sama sekali tidak datang juga dari kamar mandi membuat beberapa teman sekelasnya menjadi khawatir.
Tanpa ada angin tanpa ada hujan Mitha masuk ke dalam kelas di jurusan tata busana dan dibelakangnya ada seorang laki-laki yang selalu membuntutinya kemanapun Mitha pergi, siapa lagi selain Yoga.
Teman-teman Eva saling pandang lalu salah satu dari mereka menjawabnya. "Begini 30 menit yang lalu Eva izin pergi menuju toilet dan sampai sekarang dia belum kembali."
Mitha terkejut tak terkecuali juga Yoga yang mendengarkannya. "Baiklah terimakasih atas infonya, aku yang akan mencarinya sekarang." Ujar Mitha lalu keluar dari ruangan itu lalu menuju toilet yang berada di sana.
Mitha membuka toilet khusus perempuan itu lalu membuka satu persatu bilik yang ada namun, nihil sama sekali tidak terlihat keberadaan Eva.
"Bagaimana?" Tanya Yoga.
Mitha menggeleng sebagai jawaban.
"Tenanglah, disini ada beberapa cctv ayo kita ke ruang keamanan untuk mengeceknya." Yoga memberi solusi lalu menarik tangan Mitha guna mengajaknya ke ruang keamanan. Sementara Mitha hanya pasrah mengikuti.
Setelah beberapa menit, Yoga dan Mitha sudah berada di ruang keamanan. "Pak, bisakah memperlihatkan rekaman cctv di sekitar toilet 30 menit yang lalu?" Tanya Yoga.
"Untuk apa? Orang yang tidak punya kepentingan tidak diperkenankan melihatnya." Hardik petugas yang menjaga di ruangan tersebut.
"Pak, teman saya menghilang, jadi tolong kerjasamanya. Jika tidak, akan saya pastikan bapak akan saya laporkan dan dipecat." Ujar Yoga dengan tatapan mengintimidasi, membuat pria paruh baya tersebut sedikit ketakutan.
Pada akhirnya petugas menunjukkan rekaman cctv yang diinginkan. Namun, setelah menunjukkan di dalam rekaman seolah tidak terjadi apa-apa hanya ada rekaman saat Eva masuk ke dalam toilet tapi, rekaman saat Eva keluar sama sekali tidak ada.
"Stop!" Pekik Mitha. "Yoga, kau lihat waktu di cctv ini berbeda dari cctv yang lain. Ini sangat janggal." Ucapnya
"Rekamannya sepertinya sudah dimanipulasi, jangan-jangan…."
"Jangan-jangan…."
Ucap Mitha dan Yoga berbarengan.
"****! Mitha telepon pak Theo sekarang, aku akan pergi mencari cec*nguk itu dimanapun dia bersembunyi!" Geram Yoga.
"Baik!" Ucap Mitha. "Hey tunggu aku!" Lagi Mitha berucap saat Yoga sudah pergi meninggalkannya. Bisa Mitha lihat kemarahan Yoga saat ini sangatlah menggebu, jujur baru kali ini dirinya melihat sifat Yoga yang seperti ini.
Bersambung…….
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Aiyoo, othor kembali setelah rutinitas padat dan ya besok othor gak up karena dari pagi sampe malem bakalan ada acara kampus jadi hari Sabtu dan Minggu othor bakalan up 2 bab 😌😌...
...jangan lupa...
...like 👍...
...komen 💬...
...Vote...