Killer Teacher Fell In Love With Me

Killer Teacher Fell In Love With Me
Bab 42 - Gadis Berwajah Datar



Keseruan pada sore hari masih berlangsung. Dan saat ini game pertama yang dipertandingkan adalah game balap karung jongkok dimana karung akan diikatkan di badan peserta yang sudah jongkok tak lupa juga menggunakan helm dan kaca mata hitam. Dan yang mengikuti game ini adalah Grace dan beberapa teman di kelas XI MIPA 1 atau yang sebentar lagi akan berganti menjadi XII MIPA 1.


"Kenapa harus gw sih?! Ini ngapain karungnya diikat di badan gw! Gatel woi! Astagoyy!" Grace sedari tadi tidak hentinya berteriak dengan kesalnya.


...



(Lombanya kek gini ye 🤣🤣)...


"Udahlah Grace, lakuin aja. Inget harus menang." Ledek Mitha yang sedari tadi menahan tawanya.


"Bener kata Mitha, nih pake juga helm sama kacamata hitamnya." Ujar Eva lalu memakainya pada Grace.


"Kalian sahabat Lucnut!" Umpat Grace. Lalu bersiap di garis start.


Eva dan Mitha terkekeh pelan. "Walaupun Lucnut kamu juga sahabatmu! Semangat ya Grace!" Teriak mereka berdua.


Permainan pun dimulai, sorak sorai semua orang terdengar untuk menyemangati perwakilan kelas mereka yang berlomba. Namun sorak Sorai yang paling kencang yaitu dari suporter kelas XI MIPA 1 dan MIPA 3 dimana perwakilan mereka saat ini yang memimpin.


Selain itu, mereka semua juga bersorak menyemangati Grace yang tak lain adalah anak dari keluarga Natalie, keluarga terkaya nomor 2. Momen langka memang seorang nona muda dari keluarga terpandang bertanding lomba balap karung.


"Ayo Grace lagi dikit aja!" Teriak Eva dan Mitha.


Dan tak lama setelah berganti pemain, kelas MIPA 3 menjadi pemenang dari lomba balap karung sementara kelas MIPA 1 berada dibawahnya.


Setelah permainan pertama selesai lalu dilanjutkan dengan permainan kedua yaitu merias wajah. Dimana sepasang perwakilan dari masing-masing kelas yang cewek akan mendandani temannya yang cowok. Dan pada permainan kali ini yang mewakili adalah Eva.


Panitia pun datang lalu menutup mata Eva menggunakan kain hitam, sementara pasangannya duduk di kursi menunggu wajahnya yang akan dipoles sedemikian rupa.


"Baiklah, mulai!" Ucap panitia.


Eva pun mulai memoles wajah teman laki-lakinya itu sesuai arahan partnernya dengan bedak tabur. Gelak tawa menambah kemeriahan permainan ini.


"Ayok, Eva kamu berbakat juga jadi make up artist. Hahaha." Grace menyemangati dengan diakhiri gelak tawa. Sementara Mitha merekam setiap momen perlombaan yang diikuti sahabatnya.


Dengan lihainya tangan Eva memoles kelopak mata temannya dengan eyeshadow berwarna acak karena matanya yang tertutup kain. Lalu memoleskan blush on berwarna merah muda di pipi tentu saja acak-acakan. Dan sentuhan terakhir yaitu memoleskan lipstik dengan warna merah menyala. Dan walla, penampilan orang yang didandani Eva saat ini sudah menyerupai jeng Kelin.


Permainan pun selesai, para panitia menilai dandanannya. Hal yang dinilai yaitu kerapian dan keindahan.


Dan pemenangnya yaitu kelas MIPA 1 dan diikuti oleh IPS 2 dan MIPA 3 sebagai juara dua dan tiga.


Matahari pun sudah menunjukkan tanda-tanda akan tenggelam di ufuk barat namun, semangat para siswa mengikuti perlombaan belumlah padam. Dan pada permainan terakhir kali ini akan diadakan lomba tarik tambang antar kelas.


Para pemilik tubuh atletis, tegap dan berisi pun berkumpul dari berbagai kelas. Kemudian perlombaan pun dimulai tak kalah serunya dari dia permainan sebelumnya. Sorak dari suporter kelas pun menggema guna menyemangati temannya yang ikut berlomba.


Setelahnya mereka pun selesai, ada yang beristirahat terlebih dahulu dan ada yang langsung membersihkan dirinya.


*


*


Waktu pun menunjukkan pukul 7 malam, semua orang sudah selesai membersihkan dirinya. Saat ini beberapa orang sedang mengumpulkan kayu bakar untuk membuat api unggun. Karena tidak ada acara pada malam hari, mereka pun bebas melakukan apa pun.


Ada yang bernyanyi, bermain alat musik bahkan ada yang membentuk kelompok lalu ngegibah hal-hal random yang terjadi.


Eva dan Grace saat ini sedang berada di dalam tendanya bersama teman yang lainnya, tentu saja ngegibah.


Sementara Mitha keluar mencari camilan dan air yang mineral. "Hei, malam-malam tidak baik memakan coklat." Ujar seseorang tepat di belakang Mitha.


Mitha pun berbalik lalu menatap cuek orang yang menegurnya. "Terus? Ada masalah sama lo? Serah-serah gw dong mau makan apa." Ketusnya.


"Gw hanya mau ngasih tau aja, ngapain lo nyolot sih!" Ucap Yoga.


Mitha memutar bola matanya malas. "Yaudah kalo gitu, gw pergi bye!" Ucapnya lalu pergi.


Namun, baru beberapa langkah Mitha memutar kembali badannya. "Sana, temuin pacar lo yang bentar lagi bakal lo Ghosting!" Ucap Mitha menohok.


Yoga pun kesal dibuatnya, rasanya ingin memukul gadis berwajah datar itu. "Dasar gadis aneh yang cuek!" Umpatnya lalu pergi berlalu.


Bersambung……


...



(Gadis Berwajah Datar 👆🤭)...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa


Like 👍


Komen 💬


Gift


Vote Nye bestiee hari Senin loh 😌🤭