
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Oke, jadi disini othor mau minta maaf karena beberapa hari ini gak bisa update. Maaf banget itu karena kondisi aku lagi drop banget demam naik turun, jadi disuruh istirahat total sama dokter, kata dokter gejalaku seperti DB. Mungkin Minggu depan akan update gak nentu karena ada Ulangan jadi aku mau minta pengertian kalian semua 😬☺️...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...*...
...*...
...Lanjut...
Tiba-tiba sebuah tangan menepuk pelan bahunya, membuat Eva sedikit reflek berbalik badan. "Nyonya Hanna?!" Pekik Eva tak percaya akan bertemu dengan wanita yang ditolongnya kemarin.
"Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu disini. Dunia begitu sempit." Ujar Nyonya Hanna.
Eva mengangguk. "Iya, saya juga tidak menyangka akan bisa bertemu dengan nyonya lagi." Sahutnya.
"Padahal acaranya belum mulai, apa kamu sudah lapar?" Tanya nyonya Hanna.
Eva menggeleng lalu mengangguk. "Ya, saya hanya makan sedikit tadi sore dan sekarang agak lapar. Apalagi pesta seperti ini membuatku sedikit bosan karena mereka semua membicarakan tentang bisnis yang tidak bisa kumengerti." Keluh Eva.
Melihat Eva mengeluh tentu saja membuat senyum dari nyonya Hanna terbit bahkan sedikit terkekeh karena menurutnya ekspresi Eva sangat imut.
"Kamu akan terbiasa nanti. Oh iya, ibu akan mengenalkan dirimu pada suamiku." Ujar Nyonya Hanna lalu menarik Eva menuju tempat yang tak jauh dari tempat hidangan. Sementara Eva hanya pasrah mengikuti.
"Suamiku lihat gadis yang menyelamatkanku kemarin juga ada disini." Ujar Nyonya Hanna menarik pelan lengan suaminya.
Deg!
Suami nyonya Hanna seketika terpaku dan menatap gadis yang ada di depannya dengan tatapan yang sangat sulit diartikan. Melihat suaminya yang diam, nyonya Hanna menyadarkan suaminya dari lamunannya agar menyapa Eva.
Sementara Eva hanya diam dan tersenyum kikuk tatkala suami nyonya Hanna hanya diam menatapnya.
"Suamiku? Ada apa? Kenapa kau diam?" Tanya nyonya Hanna.
Suami nyonya Hanna tersenyum ke arah istrinya. "Ah, tidak aku hanya memikirkan hal lain tadi." Sahutnya.
"Suamiku, dia adalah gadis yang menyelamatkanku kemarin. Namanya Eva." Ujar Nyonya Hanna memperkenalkan Eva kepada suaminya.
Lagi-lagi suami nyonya Hanna terdiam dan mengabaikan jabatan tangan Eva. Namun, deheman nyonya Hanna membuatnya tersadar. Suami Nyonya Hanna dengan cepat membalas jabatan tangan Eva.
"Senang bertemu denganmu nak, namaku Davies Nicholas. Lalu siapa namamu?" Tanya Tuan Davies.
Eva tersenyum. "Nama saya Evangeline Tuan, anda bisa memanggilku Eva." Sahut Eva.
Tapi sepertinya jawaban Eva sama sekali tidak memuaskan didengar oleh Tuan Davies. "Begini, coba sebutkan nama lengkapmu nak." Ujar Tuan Davies.
"Ah, nama saya Evangeline Dorius."
Tuan Davies reflek melepaskan jabatan tangan, menatap Eva tak percaya. Sementara Eva bingung dengan reaksi Tuan Davies yang seakan menganggap dirinya hantu.
Tiba-tiba Tuan Davies bergerak maju, tangannya mengambang di udara ingin menggapai Eva. Namun, niatnya diurungkan ketika seorang pria tiba-tiba merangkul pinggang Eva dengan posesifnya.
Greb!
"Sayang, ternyata kamu ada di sini. Kamu tau aku khawatir karena kamu menghilang tadi." Ujar orang dengan nada khawatirnya dan orang itu tak lain dan tak bukan adalah Theo.
"Eoh!? Hubby kau membuatku kaget!" Ucap Eva.
Theo tidak menghiraukan namun, kembali bertanya. "Jawab dulu pertanyaanku, kenapa kamu menghilang?" Tanya Theo dengan nada manjanya.
"Aish, iya iya dasar tuan pemaksa! Tadi aku ditarik oleh nyonya Hanna untuk bertemu suaminya Tuan Davies." Sahut Eva. Theo hanya mengangguk mendengar penjelasan Eva.
Theo lalu berdiri tegak lalu menatap pasutri di depannya yang umurnya sudah tidak muda lagi. "Ah, selamat malam, tuan Davies Nicholas dan Nyonya Hanna Helios. Suatu kehormatan bisa bertemu dengan anda." Ujar Theo.
"Apakah kau anak dari keluarga Davidson? Anak dari Irene Davidson?" Tanya Nyonya Hanna.
"Benar, saya adalah anak dari keluarga Davidson." Jawab Theo.
Nyonya Hanna tampak menutup mulutnya tak percaya. "Wah Theo kau sudah besar saja. Dulu waktu Tante melihatmu saat kamu masih kecil." Ujarnya. "Lalu, kalian terlihat sangat mesra sekali. Apa hubunganmu dengan Eva?" Tanya nyonya Hanna.
"Sebenarnya, kami adalah suami istri. Eva adalah istriku." Sahut Theo. Diperkenalkan seperti itu oleh suaminya membuat Eva merona malu.
Nyonya Hanna tampak kaget namun masih terlihat senang. Sementara Tuan Davies terlihat kaget sangat kaget. "Wow, Tante tidak menyangka kalian pasangan suami istri. Karena Eva kelihatan masih muda." Ucap nyonya Hanna. Walaupun begitu, dirinya tahu pasti bahwa Theo memiliki perbedaan umur yang lumayan dengan istrinya.
Tiba-tiba seorang pria menghampiri Tuan Davies dan nyonya Hanna lalu membisikkan sesuatu. "Ah, maaf sebelumnya, kami ada urusan. Tante harap kalian menikmati pesta ini." Ujar Nyonya Hanna yang mana pesta kali ini diadakan oleh perusahaannya HL Corp.
Eva dan Theo pun duduk di kursi yang sudah disiapkan, mereka mendengarkan pembukaan acara yang dipimpin oleh Nyonya Hanna. "Aku tidak menyangka pesta ini diadakan oleh nyonya Hanna. Beliau terlihat cantik, elegan dan mandiri. Aku ingin menjadi seperti beliau." Ucap Eva.
"Tentu saja, suatu saat kau pasti akan bisa seperti beliau." Sahut Theo. Pada akhirnya mereka pun fokus dan menikmati acara pada malam hari tersebut.
Sedangkan Theo sedari tadi hati dan pikirannya terlihat gusar. Bagaimana tidak, dirinya merasa risih ketika Tuan Davies menatap istrinya dengan tatapan tajam. Bahkan tadi ketika menemani istrinya berpidato di depan, pandangan mata Tuan Davies juga menyorot istrinya. "Kenapa Tuan Davies terus saja melihat Eva? Tatapannya sangat berbeda, ada apa sebenarnya? Aku rasa perlu menyelidikinya." Batinnya.
Bersambung…..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Jangan Lupa...
...Like 👍...
...Komen 💬...
...Vote...
...Gift ...