
Halo, semua!
Author di sini!
Terima kasih ya sudah membaca Just a Professional Relationship sampai di bab ini. Dan akhirnya, kita sudah sampai di penghujung season 1!!!
Ini bisa dibilang permulaan bagi author yang tidak biasa menulis cerita romance. Semoga hasilnya tidak terlalu buruk ya. Kalau menurut kalian bagaimana? Aku menunggu sekali komentar dari para pembaca semuanya~
Nah, karena tadi aku tulis kita ada di akhir Season 1, jadi sudah pasti akan ada season selanjutnya!! Yang mudah-mudahan bisa selalu diupdate setiap hari kalau tidak ada halangan.
Tapi, sebelum kita masuk ke episode selanjutnya, aku mau kasih sedikit profile dari para pemeran utama di ceria ini. Dan ada beberapa yang author buat gambaran sketsanya. Semoga suka~
Kira-kira siapa karakter favorite kalian? Jangan lupa sharing ya!!
***
Nadin Carmelia (27 tahun)
Dia ini tipe orang yang selalu tidak mau macam-macam, yang penting hidupnya bisa berjalan dengan lancar. Selalu menjauh dari masalah, dan tidak mau ambil resiko. Tapi sayangnya, selalu saja ada hal yang membuat dia harus berusaha lebih keras dari orang lain. Dari mulai jadi tulang punggung keluarga setelah ayahnya meninggal, sampai ditinggalkan juga oleh ibunya.
Nadin mengenal Juna sewaktu dia masih berkuliah. Secara tidak sengaja karena sang ayah pernah bekerja kepada ayah Juna. Nadin yang tidak pernah menilai seseorang dari penampilannya, merasa biasa saja kepada Juna—yang sedari dulu memiliki banyak penggemar. Tapi dia sadar kalau Juna memiliki beberapa kemiripan dengannya, sehingga akhirnya mereka mulai menjalin hubungan yang serius.
Nadin terbilang cukup dikenal sewaktu sekolah maupun kuliah, karena bakat menyanyinya. Tapi dia sendiri terkenal cuek, sampai tidak pernah sadar kalau banyak laki-laki yang mencoba mendekatinya.
Nadin punya prinsip, kalau tidak berani merasakan resiko, lebih baik kita menghindar dari hal-hal yang sekiranya akan menimbulkan masalah. tapi, kadang sifat itu membuatnya terlanjur menyerah sebelum mencoba sesuatu. Hingga pada saat masuk manajemen pun dia lakukan setelah mendapat dorongan dari Juna.
Author's note : Karakter Nadin sebenarnya bukan sosok yang 'author banget'. Biasanya aku selalu bikin karakter perempuan yang kuat, selalu suka tantangan dan rebel. Tapi, Nadin aku bikin jadi perempuan yang ingin hidupnya lurus-lurus aja. Tapi ya... aku pikir itu jadi kelebihan Nadin.
Gambar di atas itu penampilan Nadin sewaktu before dan after potong rambut. Demi move on dan memulai hidup baru (di akhir cerita), dia potong rambut sependek itu. Tapi lebih bagus ya.
Juna Adyawiguna (29 tahun)
Si tuan muda ini bisa dibilang versi laki-laki dari Nadin. Dia terkenal cuek dan sulit sekali didekati. Dari sekian banyak orang yang ingin mendekat, belum ada satu pun yang benar-benar bisa mencuri hatinya. Selama bersekolah, Juna beberapa kali berpacaran, hanya sekedar mencoba apakah ada wanita yang bisa membuatnya merasa sayang. Tapi, dia selalu mengakhiri semua itu setelah beberapa bulan.
Juna suka pada Nadin yang menutup mata pada penampilan luar seseorang. Bahkan meski tahu kalau Juna adalah anak dari bos ayahnya, Nadin tidak pernah mau membuat dirinya tampak rendah di depan Juna. Nadin pernah bilang kalau mereka berdua sama-sama manusia biasa, yang kebetulan terlahir dalam kondisi yang berbeda, hanya itu saja. Jadi tidak ada alasan bagi Nadin untuk merasa minder dengan keadaannya.
Sejak mengenal Nadin lebih dekat, Juna merasa dunianya yang tidak berwarna jadi mulai terasa menyenangkan. Dia bisa melihat banyak sudut pandang baru, bersama seseorang yang menerima dia apa adanya.
Untung saja Juna terlahir di tengah keluarga yang selalu mendukung apa pun keinginannya. Orang tuanya selalu memberi kebebasan, terhadap hobinya, cita-citanya, sekaligus soal siapa orang yang dia suka.
Juna ini terbilang ‘bucin’, karena merasa sudah menemukan sosok yang dia cari selama ini. Hanya saja pembawaannya yang selalu tenang benar-benar tidak membuatnya tampak seperti itu. padahal, dia benar-benar overprotective karena takut kehilangan Nadin.
Author's note : Tuan muda Juna ini mungkin perwujudan dari sosok laki-laki yang dimimpikan sama author (huhuhu). Orangnya gak sombong meski tau dia hidup di tengah keluarga kaya dan diberkahi penampilan yang menarik. Dari awal aku ngebayangin sosok Juna ini sebagai pangeran kerajaan di masa modern. Pembawaannya tenang, pokoknya udah kayak bangsawan. Bahkan dia sering pakai setelan coat panjang, dan sengaja manjangin rambutnya. Gak tega banget pas harus bikin dia botak karena sakit :<
Axel a.k.a Dion Agung Pratama (27 tahun)
Sebenarnya, Axel lebih ingin menjadi koki dibandingkan dengan penyanyi. Tapi, orang tuanya tidak pernah mengerti kalau dengan menjadi koki pun bisa memiliki masa depan yang cerah. Mereka memandang kalau koki hanyalah sebuah pekerjaan yang tidak lebih dari juru masak, seperti ayahnya yang bekerja di kedai.
Sewaktu audisi, Axel sudah kenal dengan Ramos yang memiliki nomor urut tak jauh darinya. Setelah banyak mengobrol, mereka merasa cocok dan menjadi teman. Hingga akhirnya keduanya pun sama-sama terpilih, dan menjadi sepasang sahabat baik.
Axel sangat supel, dia selalu bisa membuat semua orang ingin berteman dengannya. Kadang dia terlalu bekerja keras demi orang lain. Mungkin karena dia memiliki banyak adik, sehingga tanpa sadar memiliki sifat alami untuk melindungi—terutama orang-orang yang dia sayang.
Di luar kelebihannya, Axel sebenarnya selalu canggung jika harus menghadapi perempuan yang dia suka. Baginya akan lebih mudah kalau dia disuruh tampil di depan ribuan orang, dibandingkan dengan menyatakan perasaan kepada seseorang.
Author's note : Axel ini sebenernya imut menggemaskan dan penyayang. Dia paling dekat dan sering manja sama ibunya. Cuma tuntutan manajemen aja yang bikin dia jadi 'sok' playboy dan badboy. Aku ngerasa dia bisa jadi pasangan yang baik buat Nadin. Mungkin Juna juga sadar soal itu ya, makanya mutusin buat nyerahin Nadin ke dia.
Gambar di atas itu, yang kiri sewaktu dia jadi Axel dan yang kanan itu sosok asli dia (Dion). Kulitnya agak gelap. Bisa dibilang dia hitam manis. Tapi sayang gambarnya gak berwarna.
Mala Cintyameca (28 tahun)
Mala tumbuh di tengah keluarga yang cukup berada, namun di bawah asuhan orang tua yang selalu menuntutnya untuk jadi sempurna. Karenanya, dia besar dengan membawa perasaan bahwa dia merupakan sosok yang lebih baik dari orang lain.
Apa pun yang dia inginkan, tidak boleh jika tidak terwujud. Dia harus selalu mendapatkan apa yang menjadi tujuannya, tidak peduli melalui cara apa.
Mala yang merasa dirinya ‘perfect’ sudah tentu akan mencari sosok serupa untuk dijadikan pasangan. Saat bergabung dengan DCM dan bertemu Juna, dia merasa bahwa lelaki tersebutlah yang paling cocok baginya.
Semua orang yang mengenalnya tahu kalau Mala sangat berani, dan nekat. Dia bahkan tak ragu untuk menyatakan perasaannya kepada Juna, dan terus mengejar meski tahu Juna sudah memiliki pacar. Apalagi saat dia tahu soal Nadin dan merasa wanita tersebut tidak pantas bersanding dengan Juna yang sangat sempurna.
Author's note : Maaf ya gambarnya cuma satu, karena author kesel sama Mala wkwk. Ya gitu deh pokoknya. Dia orangnya nyebelin. Fix.
Carmantyo a.k.a Tyo (35 tahun)
Seperti yang pernah disebut Nadin dan Axel, Tyo ini masih single. Dia terlalu fokus bekerja sampai lupa mengurusi kehidupan pribadinya. Meski sebenarnya, Tyo masih menyimpan luka, karena dia sempat gagal menikah.
Tyo sempat bertunangan dengan seseorang yang sudah dia pacari selama tiga tahun. Akan tetapi, orang itu meninggalkannya dengan alasan Tyo terlalu fokus bekerja dan lebih peduli dengan para artis dibanding pacarnya sendiri.
Meski tentu saja dia patah hati yang teramat sangat, tapi Tyo sama sekali tidak menghalangi mantannya untuk pergi. Bagi dia, kalau memang orang itu ingin pergi dengan alasan tersebut, itu berarti dia bukan orang yang terbaik untuknya. Dia selalu percaya kalau suatu saat nanti akan bertemu dengan sosok yang bisa memahami, percaya dan menerima dirinya apa adanya.
Author's note : Author ini sebenernya pengen banget punya kakak cowok, tapi gak bisa karena aku anak sulung. Dan sosok Tyo ini perwujudan dari seorang abang yang author inginkan :<
Pokoknya iri sama Nadin, aku juga pengen disayang sama Tyo segitunya. Tapi, perasaan Tyo ke Nadin emang murni sebatas kakak ke adik, kok. Dia ngerasa Nadin terlalu polos dan bisa gampang tersakiti, jadi tanpa sadar dia ingin ngejaga.
Ramos (30 tahun)
Ramos ini terbilang sangat misterius meski sifatnya sangat ramah dan mudah dekat dengan siapa saja. Padahal sebenarnya, dia selalu membatasi diri dan tidak mudah mempercayai orang lain. Tidak banyak yang tahu seperti apa masa lalunya, siapa keluarganya, Ramos tidak membiarkan ada banyak orang yang tahu.
Saat bertemu dengan Axel, dia tidak menyangka akan bisa mendapatkan sahabat baru. Sebenarnya dia sendiri tidak mengerti, tapi ada perasaan yagn membuatnya merasa bisa mempercayai Axel. Sehingga dia cukup banyak bercerita soal hal pribadi dengan temannya itu. begitu pula dengan Axel yang sudah menganggapnya sebagai seorang kakak.
Author's note : Sebenernya pengen banget bikin gambar Ramos, tapi tadi udah keburu capek jadinya belum sempat. Ramos juga sosok cowok yang author suka. Misterius, susah ditebak, meski agak serem sih, soalnya kita gak pernah tau apa yang ada di dalam pikiran dia. Meski dia pemilih, tapi sekalinya punya orang yang dipercaya, dia bakal bener-bener ngejaga orang itu.
Sekian...
sampai jumpa di season 2 ya~
salam sayang,
Resvi