
‘Kemesraan sepasang artis yang ternyata rekayasa’
‘Viral! Foto-foto perselingkuhan N dan A’
‘Para fans merasa dibohongi selama bertahun-tahun’
‘Manajemen dituntut untuk memberikan klarifikasi’
‘Beberapa brand sudah mempersiapkan pemutusan kontrak’
“Beberapa hari ke belakang, media kita sedang digegerkan dengan maraknya foto soal perselingkuhan dari sepasang artis yang namanya sedang naik daun! Benar-benar mengejutkan semua orang. Karena bagaimana tidak? Mereka sudah menebar kisah cinta selama bertahun-tahun yang selalu didambakan semua orang. Tapi, tiba-tiba ada skandal yang bahkan buktinya sudah jelas.”
“Pra fans mengaku kecewa karena masalahnya mereka tidak pernah mengira artis perempuannya lah yang justru bermain api duluan. Sebelumnya memang sempat terdengar gosip soal dia yang sering terlihat jalan bersama salah satu member boyband, tapi berita itu hanya sekedar prasangka saja. Sekarang, saat sudah banyak foto-fotonya bertebaran di internet, semua orang yakin kalau dua orang itu sudah menjalin hubungan sejak lama.”
“Ditambah lagi dengan foto dan video pertengkaran J dan A. hal itu tambah memperkuat dugaan bahwa pihak yang bersalah adalah dari si perempuannya. Karena untuk apa J marah jika A memang tidak ada hubungan apa-apa dengan pacarnya. Hal itu sungguh di luar dugaan.”
“Masalah ini tidak akan selesai begitu saja dan akan jadi besar karena banyak pihak yang membayar untuk kisah cinta mereka. Kalau ternyata jadi seperti ini, sudah pasti pihak-pihak tersebut pun berpikir ulang. Dan tentu hal itu akan berdampak pada kerugian, terutama pada pihak N.”
“Gila! Mukanya aja kelihatan polos, padahal kelakuannya bejat.”
“Makanya dari dulu gue gak pernah percaya kalau ada artis yang kelihatan lurus-lurus aja. Pasti di baliknya gak sebagus luarnya.”
“Couple goals apaan?! Udah dapat yang bagus kok malah disia-siain. Kalau bukan bego, apa namanya?”
“Udah gak ngerti lagi apa yang ada di dalam pikiran si cewek. Kenapa juga harus sama orang yang udah jelas banyak skandal gak baik.”
“Pasti J nyesel banget sih udah pacaran segitu lama sama N. Taunya zonk!”
***
Sudah tiga hari Nadin mengurung diri di dalam kamarnya. Bahkan gorden pun sama sekali tidak dia buka. Dia biarkan ruangan tersebut benar-benar menjadi gelap.
Ini bukan pertama kalinya Nadin merasa enggak melangkah keluar dari tempat tinggalnya. Hanya saja, kali ini jauh lebih parah dibandingkan pada saat dia putus dengan Juna. Karena, yang harus dia hadapi bukan hanya satu orang, melainkan beratus atau mungkin ribuan orang di luar sana.
Hanya dalam waktu beberapa jam setelah dia pulang dari pesta ulang tahun Marco—yang mendadak menjadi neraka baginya, mulai bermunculan berita soal perselingkuhannya dengan Axel.
Masalahnya, bukan hanya sekedar gosip yang ditulis seseorang dalam media sosialnya. Berbagai foto saat dia sedang bersama Axel, dan pertengkaran antara Axel dan Juna pun sudah bertebaran di dalam internet. Bahkan, Nadin sangat shock saat melihat foto saat dia dan Axel tengah tertidur di atas satu ranjang. Tentu saja hal itu langsung membuat kegemparan.
Meskipun Nadin tahu dia tidak benar-benar bersalah, tapi mana mungkin ada yang mau mendengarkan omongannya. Semua orang tentu lebih percaya kepada apa yang mereka lihat, sekalipun hal itu hanya sebuah rekayasa.
Pagi setelah Nadin diantar pulang oleh Ramos, Tyo langsung mengontaknya. Dia menyuruh Nadin untuk tidak datang ke kantor manajemen, karena banyak reporter yang sudah menunggu kedatangannya.
Meskipun sang petinggi Athena tentu langsung murka melihat semua itu dan meminta Nadin datang ke kantor pada hari itu juga. Namun Tyo masih bisa menanganinya.
‘Ting-tong’
Nadin spontan menoleh ke arah pintu saat mendengar bel berbunyi. Tapi, tubuhnya justru terasa kaku karena merasa seram membayangkan siapa yang ada di balik sana.
‘Ting-tong’
Bel kembali berbunyi, karena tak kunjung mendapatkan jawaban. Membuat dada Nadin mulai berdebar.
‘Ting-tong ting-tong’
Si pengunjung semakin tidak sabar. Tapi hal itu justru membuat Nadin takut dan justru menyembunyikan kepalanya di bawah bantal.
Nadin langsung berlari masuk ke dalam apartemen dan mengunci diri di dalam. Untung saja satpam yang berjaga sudah menghentikan orang-orang itu agar tidak membuntuti Nadin hingga ke dalam gedung apartemennya.
‘Ting-tong’
Suara bel kembali terdengar. Namun kali ini disusul dengan suara Tyo. “Nadin, ini aku. Kamu tidur?”
Mendengar itu, kaki Nadin langsung bereaksi dan lari ke arah pintu dengan cepat. Dia membuka pintu, dan mengejutkan Tyo dengan wajahnya yang tampak pucat. “Ya Tuhan!” sahut lelaki tersebut, sebelum Nadin memeluknya.
“Bang… Aku takut…”
“Iya… Aku tahu. Ayo kita masuk dulu.”
Hal pertama yang Tyo lakukan setelah masuk adalah mencari sakelar lampu. Lalu tampak terkejut melihat kondisi ruangan yang cukup berantakan.
Nadin langsung duduk sembari memeluk lutut di atas sofa. Wajahnya pusat, matanya bengkak dan tampak sayu, tubuhnya lemas.
Tyo menaruh kantong keresek berisi makanan di atas meja. Bahkan dia membawa banyak sekali karena berpikir kalau Nadin pasti lupa makan. “Makan yuk,” ajaknya. Wanita tersebut hanya mengangguk lemas, tanpa perlawanan.
Tyo tidak berkata apa apa untuk meyakinkan Nadin mengisi perutnya. Keadaan pun hening untuk beberapa saat. Hanya saja, justru Nadin yang merasa tidak sabar untuk bertanya. Meski sebenarnya dia merasa takut mendengar jawaban dari sang manajer.
“Aku pasti dipecat ya, Kak?”
“Enggak,” jawab Tyo. Lalu menjeda perkataannya. “Tapi, Axel iya.”
“Hah?!” Nadin justru tidak berpikir hingga ke sana. Berita tersebut bahkan menjadi jauh lebih mengejutkan.
Beberapa hari lalu, Nadin sadar keadaannya sedang tidak baik-baik saja hingga berprasangka buruk kepada Axel. Tapi setelah dia cukup waras untuk memikirkan apa yang sudah terjadi, barulah dia sadar kalau mungkin aada orang yang menjebak mereka. Dan Axel adalah salah satu korban, seperti dia.
Nadin merasa Axel-lah yang paling banyak dirugikan. Dan kali ini, dia pula yang harus menanggung hukuman yang seharusnya Nadin dapatkan. Bahkan dia sendiri sama sekali belum meminta maaf atas tuduhannya tempo hari.
“Tapi, kenapa, Kak?”
Tyo menghembuskan napas dengan keras. “Skandal dia selama ini. Tindakan kekerasan. Tuduhan soal perselingkuhan itu. semuanya sudah lebih dari cukup untuk membuat bos besar murka. Masalahnya…”
Tiba-tiba, Tyo menghentikan kata-katanya. Hampir saja dia mengatakan hal yang tidak perlu. Bahwa bos besar mereka sempat memberikan pilihan antara mengeluarkan Axel atau Nadin. Tentu saja Axel tidak membela dirinya sendiri dan memutuskan untuk mundur. Tapi, hal itu hanya akan menambah kesedihan Nadin, dan Tyo memutuskan untuk menyimpannya sendiri.
“Masalahnya apa?”
“Masalahnya, bos besar yang langsung bilang begitu. Kita gak bisa melakukan apa-apa.”
“Astaga…”
Nadin kehilangan nafsu makannya. Padahal dia baru melahap nasi goreng beberapa suap saja. Tapi, perutnya—yang padahal kosong—sudah terasa penuh. Dia bahkan mulai merasa mual.
“Apa bos gak bilang apa-apa soal aku?”
“Sejauh ini, hanya ingin marah-marah. Hampir semua brand dan stasiun tv memutus kerja sama.”
Nadin mulai merasa mengawang-awang membayangkan apa yang sedang terjadi pada hidupnya. Selama ini dia selalu berusaha menjauhi masalah. Hidup sederhana, hanya mengharap kebahagiaan bersama orang-orang yang dia sayang. Tapi, mendadak semua kesempurnaan itu harus musnah. Seakan diterpa oleh angina topan yang datang tanpa peringatan.
Tiba-tiba, dia teringat kepada sang ibu yang pasti sedang menanti kedatangannya dengan penuh kecemasan. Bagaimana perasaan ibunya saat melihat acara televisi yang dipenuhi dengan namanya? Sudah pasti wanita tersebut akan langsung menangis. Dan hal itulah yang membuat Nadin semakin merasa tersiksa.