
Happy Reading
***
Emilya POV
Di sinilah aku sekarang, berbaring di tempat tidur milik pria yang bahkan tidak kutahu namanya dengan keadaan tidak memakai celana dan mengangkangkan pahaku pada seorang dokter wanita. Aku gugup, tapi aku harus melakukan ini. Aku gugup karena seseorang melihat kewanitaanku dan aku gugup jika itu bau. Sial, aku benar-benar gugup.
"Secara ilmiah, tidak ada alat tes keperawanan. Aku heran kenapa aku perlu repot-repot melakukan ini. Keperawanan bukanlah hal penting untuk mengukur kesucian..." dia berbicara begitu santai sembari melihat kewanitaanku. Aku tidak bisa melihat wajahnya karena ditutupi oleh selimut.
"Apa kau akan memasukkan jarimu?" tanyaku dengan anda ragu. Aku pernah membaca artikel bahwa dokter akan memasukkan dua jari untuk memeriksa keberadaan selaput dara itu. Membayangkannya membuatku mual.
"Aku? Tentu saja tidak... Terlebih, pemeriksaan seperti ini ilegal, ini seperti merendahkan wanita dan tidak ada nilai medisnya. Biasanya dia hanya menyuruhku memeriksa kesehatan saja.."
"Dia?"
"Maksudku Harry..." Ah.. Namanya Har-- Aku segera tersentak karena benda dingin menyentuh kulit kewanitaanku.
"Ups... Sorry. Kau okay?"
"Yah, aku okay..." Aku tidak okay, benda dingin itu membuatku pusing dan rasanya ingin mati saja.
"Kau lebih sederhana dibanding kekasih-kekasih Harry..."
"Kekasih?" aku buakn kekasihnya.
"Well, kekasih dalam artian lainnya..."
Dia segera bangkit dan menutupi tubuhku dengan selimut, lalu menaruh senter miliknya ke kantung kemejanya. Aku menatap dia bingung seraya kembali duduk dan menyandarkan punggungku pada dinding.
"Kita akan melakukan pemeriksaan kesehatanmu besok..."
"Uhm.. Bagaimana? Apa masih..."
"Aku melihat selaput dara yang tipis dan kecil di sana, hampir tidak menutupi seluruh dinding dalamnya..."
Aku bingung dengan penjelasannya.
"Yah, intinya.. Sepertinya kau tidak pernah disentuh di bagian v*gina milikmu..."
Ah.. V*gina? Aku tidak terbiasa dengan kata-kata itu.
"Sekarang pakai celanamu karena kalian masih ada pembicaraan lainnya.." dia segera mengambil tas miliknya dan berjalan meninggalkanku. Lalu, dia berhenti sejenak dan memutar tubuhnya ke arahku, "Yah. Kupikir, aku menyukaimu dibanding kekasihnya yang lain..."
Ah? Apa maksudnya?
***
"Saya James Nawkly, pengacara pribadi Harry Smith dan ini kontraknya" pria muda dan berpenampilan necis itu memberiku dokumen, "Kau bisa membacanya dan mempertimbangkan isinya selama tiga hari."
"Ah..." aku membuka kontrak itu dan menatap Harry yang juga duduk bersama kami di ruang tamu.
"Aku akan menjelaskan secara garis besarnya. Kontrak ini bersifat sementara yang mengikat pengontrak dengan yang dikontrak. Pengontrak di sini adalah Harry Smith dan yang dikontrak adalah anda sendiri, Emilya Elizabeth teatons. Kontrak ini berlaku selama tiga bulan, dimana Harry yang berkuasa atas anda. Jadi, selama kontrak berjalan, anda tidak boleh berhubungan dengan pria lain. Jika hal itu terjadi dan pihak pengontrak mengetahuinya, maka anda akan terkena uang penalti. Terkait uang penalti, sudah dibahas dalam kontrak. Kontrak tidak bisa diputuskan oleh anda sebagai yang dikontrak, kontrak hanya bisa diputuskan oleh pengontrak. Jika anda lari atau memutuskan kontrak, anda juga akan terkena penalti."
Aku mendengar ucapannya dengan seksama seraya melihat sekilas kontrak yang diketik dengan rapi.
"Kontrak bisa dihentikan secara sepihak oleh Pengontrak. Semua biaya hidup Anda selama berjalannya kontrak akan ditanggung oleh sang pengontrak. Lalu..."
"Ah.. Apa boleh aku bertanya?" ucapku pelan, jujur penampilannya yang necis membuatku gugup dan lagi, mereka sangat tampan. Ah.. Kupikir mereka berdua model atau apa.
"Silakan..." ucap Harry, aku melirik ke arah dia yang bersandar di sofa dengan kaki yang disilangkan, dia sangat mengintimidasi.
"Eh.. Aku tidak akan bisa menandatangani ini jika kau tidak menebusku dari MJ.."
"MJ?"
"Dia bosku..."
"Sudah kami urus.." timpal James.
Aku tahu yang kulakukan ini benar-benar memalukan, tapi aku terdesak dengan keadaan.
"Uang di muka?" tanya James, "Kami harap anda membaca kontrak dengan seksama dan kami harus menunggu hasil pemeriksaan kesehatanmu...."
"Aku bisa membacanya satu malam ini dan aku sehat secara jasmani. Aku bisa memberikan surat kesehatanku karena baru-baru ini aku baru cek kesehatan." aku menggaruk tekukku dan melirik sedikit ke arah Harry yang menatapku, mata kami bertemu dan aku segera mengalihkan tatapan. Kenapa dia sangat suka melihat orang dengan tatapan seperti itu?
"Baiklah.. Bawa surat kesehatanmu besok dan kontrak ini, lalu kau bisa menerima uang-mu. Berapa yang kau butuhkan..." ucap Harry akhirnya.
Aku menatap dia dan James bergantian. Kupikir mereka sangat kaya, aku bisa melihat dari mobil Harry dan apartemennya ini jadi kuharap nominal yang kusebutkan tidak terlalu besar.
"$30.000." Yah, $30.000. Itu lebih dari cukup untuk membiayai kehidupan kami tiga bulan kedepan, termasuk biaya operasi dan pengobatan Ibu.
Mereka tampak diam, apa itu terlalu banyak?, "Uh.. Setengahnya pun tidak masalah..."
"Deal.." ucapnya Harry, "Kupikir kau meminta hingga ratusan ribu dollar. Semua akan di atur besok dan kuharap anda besok datang kembali."
"Yah..."
Sial, aku benar-benar menjual tubuhku dengan harga $30.000. Tidak apa, ini hanya tiga bulan. Setelah itu, semua selesai. Benar-benar selesai. Lagian, aku dan Max jarang bertemu karena dia di Seattle dan aku di New York. Jauh dari dia... Semua akan baik-baik saja. Hanya berhubungan intim. Hanya itu. Hubungan intim bukanlah masalah besar saat ini, selama Max, Hailey, Will, dan Julia tidka tahu. Semua kan baik-baiks aja.
***
KONTRAK
A: Pengontrak (Harry Julio Smith)
B: Yang di kontrak. (Emilya Elizabeth Teatons
1. Pihak B harus tinggal di apartemen yang di sediakan oleh Pihak A selama kontrak berjalan.
2. Pihak B tidak boleh memberitahu pihak manapun tentang kontrak ini\, jika terjadi akan diberi penalti dan sanksi sesuai hukum.
3. Pihak B akan dibiayai oleh Pihak A mulai dari sandang\, pangan\, dan papan selama kontrak berjalan.
4. Pihak B harus berada di apartemen setiap malamnya(Jika Pihak A tidak datang\, Pihak B bisa pulang)(Jika Pihak B memiliki halangan yang tidak bisa ditunda\, Pihak A bisa mempertimbangkan ketidakhadirannya)
5. Pihak B harus menjaga kesehatan selama jalannya kontrak dengan mengikuti kelas olahraga dan mengkonsumsi makanan bergizi.
6. Jika tidak sengaja bertemu\, Pihak B harus berpura-pura tidak mengenal Pihak A dan begitu pun sebaliknya.
7. Pihak B harus merawat tubuh selama kontrak berjalan.
8. Pihak A harus memberi cukup istirahat pada Pihak B selama kontrak berjalan.
9. Pihak A dilarang mengeksploitasi Pihak B secara berlebihan.
10. Pihak B dilarang berhubungan intim dengan pria lain selama kontrak.
11. Pihak A harus melakukan hubungan intim sewajarnya dan tidak melukai Pihak B secara fisik maupun psikologis.
12. Pihak A berhak memutuskan kontrak secara sepihak tanpa merugikan Pihak B
13. Pihak B tidak bisa memutuskan kontrak selama kontrak berjalan\, jika terjadi maka Pihak B harus membayar uang penalty (Biaya penalti kan dibahas di Bab selanjutnya)
14. Pihak B..........
Aku menghabiskan malamku untuk membahas setiap kontrak dan sadar bahwa tidak ada satu pun kontrak ini yang merugikanku. Aku menatap langit-langit kamarku dan mulai menerawang akan hari esok. Entah kenapa, perasaanku tidak karuan dan aku tidak nyaman karenanya. Mengetahui fakta bahwa aku telah menyewakan tubuhku untuk orang lain selama tiga bulan ke depan menimbulkan perasaan aneh dalam diriku. Dosa? Aku tidak khawatir akan dosa. Beratnya hidup sudah membuatku tidak berpikir soal dosa dan aku bukanlah orang yang religius. Hanya tiga bulan. Hanya tiga bulan lalu semua akan selesai... Benar-benar selesai.
***
MrsFox