
"Uhhh... Dimana aku?"
Ini sudah beberapa hari setelah Wang Fei tak sadarkan diri saat dia bertemu dengan serigala yang sangat kuat. Wang Fei yang baru membuka matanya itu kebingungn dengan keadaannya saat ini, merasa bahwa tempat yang dia berada saat ini adalah rumah, membuat Wang Fei hampir melompat dari tempat dia terbaring.
"Tunggu...! Bukankah didunia ini sama sekali tidak memiliki kehidupan seorang manusia? Mengapa ada rumah? Apakah tempat ini ditinggali oleh makhluk yang bukan manusia?" pikiran Wang Fei berkecamuk memikirkan tentang apa yang dia alami saat ini. Menurutnya tidak ada manusia lain selain dirinya didunia ini, tapi saat ini adalah hal yang jauh berbeda dari apa yang dia pikirkan.
Hampir bersamaan setelah Wang Fei sadarkan diri, tiba-tiba muncul suara seseorang dari pikirannya.
"Setelah sekian lama akhirnya kau bangun juga bocah!"
Wang Fei segera mengetahui bahwa suara itu berasal dari rubah merah yang saat ini berada dialam bawah sadarnya.
"Rubah tua, apa maksudmu? Mungkinkah kau yang lebih dulu sadar daripada aku?"
"Tentu saja. Dan yang lebih penting..." Rubah Merah kemudian menjelaskan situasi dimana saat dirinya dibawa oleh sekelompok orang ke desa yang bernama Feli. Dari penjelasan Rubah Merah yang singkat membuat Wang Fei segera memahami apa yang dia katakan.
Keduanya diam cukup lama sebelum Wang Fei yang membuka mulut lebih dulu untuk memecah keheningan. "Dengan kata lain hewan yang ada didunia ini berevolusi?"
"Tidak mungkin, aku yang mengontrol dunia ini secara penuh. Bagaimana mungkin aku membiarkan manusia lain hidup diduniaku? Kalau bisa seperti itu aku juga akan menjadi tuhan disini..."
"Jadi apakah ada alasan yang lain?"
Keduanya kembali tak bersuara, berdasarkan apa yang diketahui rubah merah, biasanya para dewa yang telah menapaki alam dewa spritual akan dapat membuat dunianya sendiri. Namun dunia tersebut tak dapat dihuni manusia karena akan bertentang dengan aturan dari surga, kalau bisa pun sangat mustahil untuk membawa seorang manusia kedalam dunia buatannya.
Didalam alam bawah sadar Wang Fei, Rubah Merah mengelus dagunya dan menggaruk kepalanya. "Untuk saat ini hanya satu jawabannya..."
"Apa itu?"
Tiba-tiba rubah merah keluar dari tubuh Wang Fei dan menampakan sosok tubuhnya saat ini yang berwarna merah dan berbulu.
"Dunia ini telah berada dilingkup kekuatan spiritual dari surga!"
Dunia buatan sebagian besar tidak diterima oleh surga dan dunia yang tidak diterima itu tidak akan bisa memiliki kehidupan didalamnya, dengan kata lain dunia tersebut hanyalah dunia mati. Berbeda dengan dunia yang telah diakui oleh surga, dari sini surga memberikan izin bagi dunia tersebut untuk memiliki semua kehidupan selain manusia.
Sedangkan untuk dunia yang telah berada didalam lingkup kekuatan spiritual dari surga, maka surga itu sendiri akan memberikan kehidupan baru ke dunia tersebut. Membuatnya lebih hidup dan lebih berisi dibanding dunia yang belum diakui oleh surga. Yang artinya dunia Hutan Dewa Kabut ini telah memenuhi syarat untuk menjadi dunia asli!
"Jadi menurut penjelasanmu, dunia ini bukan lagi milikmu?" tanya Wang Fei.
"Bocah, ternyata kau cepat tanggap juga, tapi itu sedikit tidak benar... Sekarang aku hanya memiliki kendali 50% pada dunia ini. Dengan kata lain ujianmu untuk menguasai dunia ani akan bertambah sulit sampai dua kali lipat!"
Wang Fei seketika mematung mendengar penjelasan dari Rubah Merah, dari perkiraannya saja untuk menguasai dunia ini butuh waktu paling tidak 10 tahun, namun saat ini bahkan menjadi dua kali lipatnya? Tentu itu sangat tidak diterima Wang Fei.
Rubah Merah hanya bisa menghela nafas melihat Wang Fei yang sedang berada didalam dilemanya. "Hahh... Jangan pikirkan itu untuk saat ini, sekarang ikuti aku."
Wang Fei hanya bisa mengangguk sambil mengikuti roh yang mengambang didepannya. Keduanya telah berjalan sejauh 2 kilometer dari tempat Wang Fei berasal, tentu saja Wang Fei keluar secara diam-diam agar tidak diketahui para manusia yang lain.
Rubah Merah membawa Wang Fei kesebuah tempat yang memiliki tebing yang curam dan memiliki pengunungan tinggi yang mengapit tempat mereka saat ini berada.
Tebing curam tersebut memiliki begitu banyak lubang dipermukaannya, dilihat dari jauh saja seseorang dapat memastikan kalau itu adalah sebuah gua yang mirip dengan sarang lebah.
"Rubah Tua, apa yang membuatmu menuju kesini?"
"Diamlah, beberapa hari yang lalu, seseorang yang berada didesa Feli mengatakan kalau tempat ini menyimpan pedang pusaka Heaven Ranked!"
Wang Fei masih belum bisa mencerna apa yang saat ini dikatakan oleh Rubah Merah kepadanya. Rubah Merah hanya bisa memandang Wang Fei dengan wajah mengejek.
"Hahh... Kau memang amatiran didunia ini. Senjata Heaven Ranked itu sama dengan tingkat senjata Pusaka Semesta diduniamu!!"
Wang Fei hampir melompat karena terkejut begitu mendengar perkataan Rubah Merah tentang senjata Heaven Ranked yang tersimpan ditebing curam tersebut.
....