
Wang Fei kemudian meninggalkan gua yang masih penuh dengan Ginseng Emas itu untuk pulang dari latihannya.
Selama perjalanannya Wang Fei bertemu dengan hewan buas berupa serigala.
"Groowwll!! "
Serigala tersebut datang dari belakang Wang Fei lalu menyerangnya dengan membabi buta.
"Hmm?? Heh! Serigala rendahan sepertimu ingin membunuhku? Jangan bercanda!" Wang Fei melepaskan satu pukulan di perut serigala itu.
Serigala itu masih bisa berdiri dengan pukulan yang diberikan Wang Fei.
Meskipun Wang Fei memiliki kualitas fisik yang bagus dan tenaga dalam yang banyak, tetapi Wang Fei belum mempelajari teknik bertarung seorang pendekar karena biarpun dia sudah menguasai banyak teknik bertarung tetap saja tubuhnya saat ini masih belum terbiasa dengan gerakan gerakan yang diperlukan untuk bertarung.
"Ohh...? Masih bisa berdiri ya? Kalau begitu aku akan menyerang mu dengan kekuatan penuhku!" Wang Fei melepaskan pukulan kewajah serigala itu dan pukulan yang Wang Fei berikan telah dimasukkan tenaga dalam yang ada dalam tubuhnya.
Serigala itu terlempar beberapa meter hingga akhirnya berbenturan dengan pohon yang ada di belakangnya. Kepala serigala itu hancur dan mengeluarkan seluruh isinya, menandakan pukulan yang dilepaskan Wang Fei cukup untuk membunuh seorang manusia dengan mudah.
"Hah... Pukulan tadi aku masukan tenaga dalam, dan memerlukan seper sepuluh kapasitasnya untuk menghasilkan pukulan seperti itu, aku hanya bisa melakukan pukulan itu beberapa kali lagi..." meskipun dapat membunuh serigala itu dengan satu pukulan, dia menghabiskan cukup banyak tenaga dalam yang dia miliki.
Wang Fei mendekati serigala itu dan mencari sesuatu. "Seharusnya didekat sini.... Ahh! Dapat!" Wang Fei mengambil inti kekuatan dari serigala yang dibunuhnya. Inti kekuatan berguna untuk meningkatkan kualitas organ dengan cepat tapi memiliki kekurangannya yang terbilang cukup fatal, orang yang mengonsumsi terlalu sering inti kekuatan hewan buas akan menjadi hewan buas itu sendiri, dan sudah ada beberapa orang yang mengalami hal itu, beberapa memilih untuk bunuh diri dan beberapa memilih untuk tetap hidup dan bersembunyi di dalam hutan, dan biasanya mereka yang memilih hidup akan dianggap hewan mutan.
Tentu saja Wang Fei mengambilnya bukan karena ingin mengonsumsinya melainkan untuk dijual. Memang jika dikonsumsi secara langsung dapat merubah penampilan orang yang mengonsumsinya tapi jika diolah menjadi potion, ini berguna untuk menyembuhkan luka luar di tubuh manusia.
"Aku mendapatkan inti kekuatan dari serigala, mungkin aku dapat menjualnya dengan beberapa keping perak?"
Inti kekuatan pada setiap hewan buas memiliki kualitas yang berbeda tapi bentuknya sama yakni berbentuk bola sekecil ibu jari tangan orang dewasa.
Wang Fei kembali melanjutkan perjalanannya dan bertemu dengan beberapa orang. Satu orang menunggangi kuda dan 3 orang lainnya memegang golok dan kapak.
"Tolong... Kalian lepaskan aku... Aku akan menyerahkan seluruh harta ku... Tapi jangan aku..." pria tua berambut putih menjuntai kebelakang dengan suara yang serak memohon kepada 3 orang yang ada di hadapannya.
"Hahaha! Berani sekali dia bernegosiasi dengan kita, dia benar benar bosan hidup!"
Salah satu pria berotot besar adalah pemimpin mereka, dia berkata dengan suara yang keras dan membuat pria tua didepannya ketakutan.
"Hahaha! Itu benar, kak! Meskipun barangnya merupakan benda berharga, kita juga tidak boleh menyia-nyiakan orang ini! Kita bisa menjualnya sebagai budak dan mendapatkan uang tambahan!"
"Itu benar kak. Kita harus mengambil semua yang dia punya termasuk pakaian dan kudanya!" dua orang yang disamping pria berotot itu membuka suaranya yang keras dan membuat pria tua dihadapannya hampir kencing dicelana karena mendengar dia akan dijual sebagai budak.
"Berhenti!!"
Dari kejauhan tampak seorang anak kecil yang memakai baju kain yang tipis menuju ke arah mereka.
"Hmm...?? Siapa bocah ingusan ini? " pemimpin perampok itu menunjuk kearah anak kecil itu.
"Hehe... Kau berani berkata begitu, kau pasti akan..." Wang Fei dengan cepat berlari kearah pria berotot dan melayangkan tinjunya yang dimasukan tenaga dalam dengan jumlah yang sedikit.
"Mati!"
Tinju Wang Fei tepat mendarat di wajah pemimpin perampok itu dan menyebabkan giginya patah dan hidungnya berdarah.
"Arrgh!! Kau berani memukulku?!.... Kalian! Apa yang kalian tunggu?! Cepat bunuh bocah ini!"
"Hehehe... Bocah! Kau tidak akan berumur panjang dikehidupan ini! "
salah satu pria kurus menebaskan kapaknya kepada Wang Fei. Tapi dengan mudah Wang Fei menangkisnya.
"A-apa?!!"
Bruk...
Wang Fei menendang perut pria kurus itu dan sedikit memasukan tenaga dalamnya. Dan pria kurus itu memuntahkan darah segar dari mulutnya dan pingsan.
"Adikk!! Kau... Beraninya kau melukai saudaraku... Kau harus mati hari ini!" salah satu pria berbaju hitam menyerang Wang Fei dengan goloknya tapi dengan mudah dia bisa menangkisnya.
"Masih terlalu cepat 100 tahun untuk melukaiku!" Wang Fei melayangkan tinjunya dan mengenai dada pria berbaju hitam itu dan segera memuntahkan darah segar dari mulutnya, membuat pria berbaju hitam itu pingsan ditanah.
Wang Fei melirik kearah pemimpin perompok itu dan melihatnya dengan tatapan dingin. Dia mendekati pemimpin perampok itu sambil membawa golok yang terjatuh ditangan pria berbaju hitam itu.
"Ahh... A.. Ampuni aku... Aku akan menyerahkan seluruh uangku dan biarkan aku pergi..." pria berotot yang juga pemimpin perampok itu memohon samabil bergetar hebat kepada Wang Fei.
Sayangnya mereka sudah menyinggung seseorang yang bahkan tidak pantas mereka tatap matanya. Kali ini berbalik pemimpin perampok itu yang memohon pada Wang Fei.
"Aku tidak butuh uang mu, aku hanya butuh nyawamu!" dengan cepat Wang Fei menebaskan golok yang ada ditangannya dan menyebabkan luka goresan pada pipi pemimpin perampok.
"Hmph! Kau boleh pergi, tapi jika aku melihatmu sekali lagi aku tidak akan sungkan untuk membunuhmu, pergilah!!" teriakan Wang Fei bergema di telinga pria yang ada dihadapannya.
"Baik! aku tidak akan mengulanginya lagi!" Pria berotot itu lari secepat mungkin untuk menjauh dari Wang Fei.
"Tuan, anda tidak apa apa?" Wang Fei memalingkan tubuhnya dan bertanya kepada pria tua yang ada dibelakangnya.
"Terima kasih untuk pendekar muda yang menyelamatkan hidup saya, saya akan mengabulkan permintaan pendekar muda selama saya bisa memenuhinya." ucap Pria tua itu sambil turun dari kudanya dan menundukan kepala.
"Ah, tidak apa-apa, aku cuma kebetulan lewat jalan ini dan tidak sengaja bertemu denganmu."
"Tapi kau tetap menyelamatkanku, aku harus tetap membayarnya, aku ada beberapa cincin penyimpanan dan pendekar muda bisa mengambilnya. "
"Ohh! Benarkah? kalau begitu aku akan menerimanya, dan perkenalkan nama saya Wang Fei dan boleh saya tau nama tuan?" wang fei sedikit membungkuk dan memperkenalkan dirinya kepada pria tua yang ada dihadapannya.
"Aku sempat mendengarnya tadi saat kau datang. Dan perkenalkan juga namaku Ju He, aku seorang pedagang yang membawa barang bawaan ku dari desa menuju kota. Aku akan menyerahkan cincin penyimpanan berukuran 3 × 3 meter ini kepadamu, memang hanya ini yang paling besar kapasitasnya yang kumiliki sekarang ini dan kuharap kau menerimanya." pedagang itu mengeluarkan bebuah cincin berwarna perak dan memberikannya kepada w
Wang Fei.
"Tidak apa-apa, ini sudah cukup bagiku, dan sepertinya kau juga sudah menempuh perjalanan panjang, tidak pantas untukku meminta lebih." Wang Fei menerima cincin yang di berikan pedagang Ju He kepadanya.
"Terima kasih pendekar muda yang bijaksana" ucap pedagang itu kepada Wang Fei.
Wang Fei dan pedagang Ju He kemudian berpisah karena arah tujuan yang berbeda. Wang Fei merasa bahwa dirinya sangat beruntung karena dia mendapatkan cincin penyimpanan yang dia inginkan untuk menyimpan barang bawaannya.
"Hahaha... Aku benar-benar beruntung, aku sudah mendapatkan Pedang Pusaka, Ginseng Lotus Api, dan ditambah cincin penyimpanan. Dan aku mendapatkannya dalam kurun waktu 2 hari!" Wang Fei sangat senang dan mulai memasukan ginseng emas yang ada di dalam karung kedalam cincin penyimpanannya.
.........