
Diatas langit yang cerah tiba-tiba muncul setitik cahaya yang melesat secepat kilat, lalu turun kebawah dengan cepat.
Wang Fei dan Li Yan saat ini berada didekat desa pohon apel. Wang Fei berniat untuk mengunjungi ayahnya terlebih dahulu sebelum memulai perjalanan yang panjang.
Saat ini Wang Fei berada didekat jurang yang dalam, jurang ini dinamakan Jurang Yenzhi. Jurang ini dikenal dengan nama Yenzhi pada ribuan tahun lalu. Dimulai dari seorang pendekar yang sangat kuat bernama Yenzhi bertarung dengan 1000 orang musuhnya. Setelah bertarung 3 hari 3 malam, Yenzhi akhirnya memenangkan pertarungan itu. Namun siapa sangka masih ada 1 orang yang dapat bergerak setelah kedua tangannya dipotong. Orang itu mendorong Yenzhi menggunakan kepalanya saat Yenzhi membelakangi jurang. Yenzhi terjatuh kedalam jurang tanpa batas itu dan tak pernah kembali.
Wang Fei yang berjalan menuju jurang itu pun memandangnya dengan tanpa ekspresi.
"Disinilah awal perjalananku."
Sambil mengucapkan kalimat barusan, Wang Fei mulai kembali mengingat perjalanan dikehidupannya sebelumnya.
Pada saat Wang Fei berusia genap 30 tahun, dia dikejar-kejar oleh sekelompok pembunuh yang disuruh membunuh Wang Fei. Saat dia sampai kejurang ini, pembunuh itu langsung menggunakan teknik yang mendorong Wang Fei dari jauh. Wang Fei terjatuh ke dalam jurang, namun keberuntungan berpihak kepadanya. Wang Fei sempat meraih akar pohon yang menjuntai didinding jurang, setelah sekian lama menunggu Wang Fei akhirnya tersedot kedalam gua yang ada di jurang itu. Setelah masuk kegua yang tak tau apa isinya, Wang Fei menemukan Kitab Kaisar Naga yang membuat kekuatannya melejit dengan kecepatan yang mengerikan.
Sambil menghela nafas panjang Wang Fei bertutur pelan. "Senior Yenzhi, aku memberi salam kepadamu." setelah itu Wang Fei langsung berjalan menuju rumahnya didesa pohon apel.
Jarak antara Jurang Yenzhi dan desa pohon apel cukup jauh bila ditempuh dengan berjalan kaki, yaitu 50 kilometer.
Setelah menempuh jarak 10 kilometer, akhirnya Li Yan yang hampir terlupakan oleh Wang Fei, mengeluarkan suaranya.
"Hei, apa yang terjadi denganmu di sepanjang jalan? Kau terus diam tak berbicara apapun." Li Yan memasang ekspresi bingung kearah Wang Fei.
"Entahlah. Aku hanya merasa nostalgia saja."
Setelah Wang Fei berkata seperti itu, Li Yan tidak bertanya lebih lanjut. Mungkin saat ini Wang Fei terlihat tenang dan diam, tapi jauh didalam hatinya dia merasa keheranan.
"Ini aneh. Kenapa kitab Kaisar Naga belum ada disana? Apakah sudah ada orang yang mengambilnya? Tidak mungkin." Wang Fei terus bertanya-tanya dalam hatinya. Merasakan kitab Kaisar Naga tidak ada di jurang Yenzhi menjadi pertanyaan besar bagi Wang Fei, sekaligus merasakan kekhawatiran yang melanda pikirannya.
Menurutnya, bisa saja ada orang yang mengambil kitab itu sebelumnya, tapi dimanakah orang tersebut tahu keberadaan kitab Naga Surgawi? Apakah orang itu juga kebetulan mendapatkannya seperti Wang Fei?
Setelah berjalan cukup lama, Wang Fei terlebih dahulu pergi berjalan kearah gua yang dipenuhi Ginseng Emas yang dia temukan.
Li Yan yang tidak tahu kenapa Wang Fei mengajaknya masuk kedalam gua pun bertanya. "Apa yang akan kita lakukan disini?" sambil memberhentikan langkahnya, Li Yan memasang ekspresi curiga.
"Kau akan tahu setelah kita masuk." Wang Fei menarik tangan Li Yan. Ini membuat Li Yan merasa ketakutan karena ucapan Wang Fei.
"Apa yang akan dia lakukan padaku?"
"Apakah dia akan melakukan itu...?"
Wajah Li Yan mendadak menjadi merah seperti kepiting rebus saat memikirkan semua itu. Namun dia menyingkirkan pertanyaannya tentang itu, dan digantikan pertanyaan mengapa mereka memasuki gua ini?
Saat berjalan cukup jauh kedalam, Wang Fei memikirkan betapa rakusnya Toko Potion dari desa pohon apel memanen Ginseng Emas. Bagaimana tidak, hanya dalam Waktu 1 setengah tahun saja mereka sudah hampir menghabiskan sumber daya disini.
"Walaupun Ginseng Emas disini sudah banyak diambil, tapi aku masih merasakan keberadaan Ginseng Emas yang masih belum dipanen."
Sambil terus berjalan memegangi tangan Li Yan, Wang Fei berhenti di depan dasar gua.
"Ini... Tidak ada lagi yang tersisa?!" betapa terkejutnya Wang Fei setelah mengetahui Ginseng Emas di gua ini sudah habis. Dulu dia pernah mengatakan kalau dia akan mengambil Ginseng Emas saat dia mau, tapi saat ini tidak ada lagi yang tersisa!
Li Yan terkejut dengan teriakan Wang Fei. "Apa yang terjadi? Apakah sesuatu yang buruk?" sambil bertanya dengan ekspresi yang keheranan.
Wang Fei hanya tertawa kecil sambil memegang Wajahnya.
"Sepertinya aku harus memberi mereka pelajaran?" dengan ekpresi yang menyeramkan, Li Yan tidak berani bertanya apa-apa lagi. Bahkan tidak berani memandang Wang Fei yang terlihat sedang marah besar.
"Ikuti aku." Wang Fei langsung menggunakan ilmu meringankan tubuh lalu bergerak dengan kecepatan yang cepat. Li Yan yang hampir tak bisa mengimbangi kecepatan Wang Fei pun akhirnya perlahan-lahan tertinggal jauh dibelakang.
Saat ini Wang Fei telah sampai di Toko Potion yang bekerja sama dengannya. Li Yan yang melihat Wang Fei berhenti didepan gedung yang besar itupun langsung terpana dengan keindahan gedung yang dimiliki Toko Potion.
"Wow... Gedung sebagus ini, berada didesa ini?" tatapan tak percaya terlintas di wajah Li Yan. Namun saat dia melihat Wang Fei, dia menjadi ketakutan, karena Wang Fei memasang Wajah yang menyeramkan sekaligus kemarahan yang amat sangat.
"LAN XUE! KELUAR KAU SEKARANG JUGA!"
Wang Fei berteriak dengan ditambah energi Ki kedalan teriakannya itu. Membuat seluruh orang yang berada disana melihat kearah Wang Fei.
Tidak lama setelah Wang Fei berteriak keras memanggil Lan Xue, datang 5 orang penjaga berlapis baja.
"Siapa yang menyebabkan keributan?"
"Hei kau yang disana, ada apa memanggil nama bos kami?"
"Apa yang kalian tunggu? Serang saja dia!"
Para penjaga itu saling meneriaki kata-katanya kepada Wang Fei.
Wang Fei yang tak dapat menahan emosinya pun berkata dengan dingin sambil melepaskan aura membunuh yang tersisa ditubuhnya.
"Kalian tak pantas berbicara denganku!" dalam satu hentakan kaki saja membuat para penjaga itu berlutut tak berdaya dihadapan Wang Fei. Penjaga itu langsung merasakan ketakutan yang melanda diri mereka. Merasa mereka bukan tandingan Wang Fei, akhirnya mereka pun meminta ampunan kepada Wang Fei.
"A... Ampuni aku Senior! Aku tak mengenali senior sebelumnya!"
"Se... Senior yang agung... Tolong ampuni kami!"
Para penjaga itu kehilangan kesadaran mereka karena tekanan yang diberikan Wang Fei. Aura membunuh yang dilepaskan Wang Fei saja bisa membuat Qi Foundation awal tak mampu berdiri sempurna, apa lagi para penjaga yang bahkan hanya Core Faoundation Awal ini?
Orang-orang yang melihat pemandangan itu langsung terdiam ketakutan menatap Wang Fei.
Tak berapa lama, keluar seorang perempuan yang terlihat seperti berumur 20 an. Perempuan itu memakai gaun berwarna ungu, bola matanya jernih seperti kristal. Kecantikannya benar-benar memukau, bahkan jantung Wang Fei tergerak ketika melihat perempuan itu.
Dengan langkah kaki yang alun dan menawan, perempuan itu berkata. "Sudah lama kita tak bertemu, Tuan Muda Fei"
Perempuan itu adalah Lan Xue yang menjadi pemilik Toko Potion ini!
Wang Fei kembali menunjukan kemarahannya melalui aura yang dipancarkannya, orang-orang disekitar merasa sesak nafas karena tekanan yang dilepaskan Wang Fei.
"Apa yang kau lakukan pada gua Ginseng Emasku?" nada bicara Wang Fei yang pelan seperti sambaran petir Bagi Lan Xue.
Kali ini Lan Xue yang memasang ekspresi tegang dan takut. Bagaimana bisa Wang Fei bertambah kuat hanya dalam waktu kurang dari 2 tahun?!
"I... Itu... Sudah habis..." Lan Xue entah kenapa mengucapkan kata-kata barusan.
Mendengar Ginseng Emas yang ada didalam gua itu sudah habis, Wang Fei terbakar oleh kemarahan.
"Sudah habis?!"
.........