
Pandangan mata mereka bertemu, menatap dengan tajam dan penuh dengan intimidasi.
Qin Tong tentu sangat menyadari tentang kekuatan Wang Fei yang hampir setara dengannya, namun dia tidak merasa khawatir sama sekali karena saat ini masih ada temannya yang juga seorang Wanxiang.
Wang Fei juga sudah menyadari akan kehadiran satu orang yang tak dia lihat. Meski dihadapannya terdapat 2 orang namun dia merasa kalau ada satu orang lagi yang bersembunyi dibalik bayangan dan juga berkemampuan tinggi.
Dia sepenuhnya tahu kalau melakukan pertarungan disaat seperti ini sangat merugikannya. Namun Wang Fei tak memiliki pilihan lain selain menghadapi situasi tersebut.
"Nak, kusarankan kau lebih baik mundur sebelum aku harus membunuhmu." kata Qin Tong tersenyum sinis saat memandang Wang Fei. Kata-katanya tersebut begitu mengejutkan Feng Yu di sampingnya.
Awalnya keduanya telah sepakat untuk menyingkirkan Wang Fei, tapi apa yang dilakukan Qin Tong sangat berlawanan dengan rencana yang ada. "Menyuruhnya pergi? Tentu dia akan langsung kabur!" pikir Feng Yu.
Namun diluar dugaan, Wang Fei justru memasang ekspresi yang tenang. Bahkan dia tersenyum saat Qin Tong berbicara.
"Wahh... Sepertinya kau meremehkanku?"
Wang Fei kemudian bergerak sangat cepat, hanya meninggalkan bayangannya saja ditempat dia berdiri sebelumnya.
Hanya dalam satu kedipan mata, Wang Fei telah berada di belakang Qin Tong. Berbeda dengan Feng Yu yang teramat sangat terkejut dari kehadiran Wang Fei, Qin Tong sebaliknya tersenyum tipis.
"Sepertinya aku memang tak salah memilih lawan."
Merasa kalau keadaan sudah tak terkontrol, Feng Yu bergegas menghindari serangan mereka berdua. Ketika dia sudah cukup jauh dengan posisi keduanya, aura yang dipancarkan tetap dapat membuatnya berlutut diatas tanah. Sangat kuat!
Wang Fei juga ikut merasakan tekanan dari pria dihadapannya, tak menunggu waktu lebih lama lagi, dia menyerang kedepan dengan begitu cepat.
Keduanya mulai mengeluarkan pedang yang tersimpan dicincin penyimpanan. Membenturkan pedang mereka dengan kuat hingga gelombang udara dapat terasa dengan jelas.
CLANK! CLANK! CLANK!
Wang Fei dan Qin Tong telah bertukar jurus hingga ratusan kali, keduanya sampai saat ini tak memperlihatkan celah sama sekali.
BANG!
Bunyi berdentang terdengar begitu kuat, satu per satu pedang terbang milik Wang Fei terurai dan menyatu dengan udara. Kabut yang tebal muncul akibat serangan tersebut.
Dibalik kabut terlihat Qin Tong yang dilapisi oleh sebuah medan energi Ki yang sangat kuat. Wang Fei dapat menebak kalau Qin Tong juga telah menguasai penguasaan Energi.
Namun pertarungan tersebut tak sampai disitu. Kali ini Qin Tong yang terlebih dahulu menyerang Wang Fei dengan tebasan pedang yang mematikan.
"Tebasan Bayangan!"
Seketika udara disekitar menjadi gelap, menghalangi sinar mentari yang terang. Dalam beberapa waktu, tubuh Wang Fei menerima tebasan pedang yang sangat banyak. Namun tingkat persepsinya juga telah meningkat dengan eksplosif, Wang Fei sudah menyadari bahaya yang akan datang sehingga dia juga melapisi tubuhnya menggunakan energi Ki.
Dalam waktu singkat, Qin Tong kembali melepaskan serangan pedang beruntun pada Wang Fei.
"Rintikan Hujan Pembunuh!"
Wang Fei tetap dalam posisi bertahan dan menerima setiap serangan yang datang padanya. Namun siapa sangka, ternyata pelindung energi Ki yang dia buat telah hancur. Alhasil serangan dari Qin Tong mengenai tubuhnya.
Saat pandangan mulai terbuka dan memperlihatkan keduanya dengan jelas, terlihat Wang Fei telah mendapatkan luka berupa beberapa tebasan pedang.
Nafasnya terengah-engah, menampakan sebuah amarah diwajahnya. Wang Fei kemudian mengeluarkan sebuah pedang berwarna biru yang memancarkan aura yang sangat kuat dan begitu dingin.
Melihat pedang Wang Fei tersebut membuat Qin Tong sangat ingin memilikinya.
"Baiklah, sudah kuputuskan pedang itu akan jadi miliku!!"
...