God Heaven

God Heaven
Eps 22 - Penyerangan -



Orang-orang yang ada disekitar Wang Fei merasakan tubuh mereka terhempas oleh sesuatu, mereka jatuh ketanah. Begitu juga Lan Xue, dia jatuh berlutut dibawah kaki Wang Fei.


Merasa kalau dia mengatakan hal yang seharusnya dia tidak katakan, membuat Lan Xue menyesal. Namun dengan begitu dia tidak menemukan jalan buntu sama sekali, Lan Xue masih mempunyai cara untuk mengatasi masalah ini.


"Tu... Tuan muda Fei... Saya bisa memberikan anda hasil penjualan dari Ginseng Emas... Jadi bagaimana...?" Lan Xue berbicara dengan suara yang terengah-engah seperti mengalami kelelahan yang berat.


Wang Fei mendengus dingin mendengar ucapan Lan Xue. Menurutnya 1 ginseng emas lebih berharga dari pada 1000 keping emas. Bagaimana tidak, digua waktu itu saja, Wang Fei memperkirakan ada lebih dari 20.000 ginseng emas, belum lagi yang sudah berumur ratusan tahun.


"Apa yang kau tahu? Bahkan seluruh kekayaanmu saat ini tidak bisa mengimbangi 1000 buah Ginseng Emas bagiku." Nada bicara Wang Fei semakin menyimpan kebencian terhadap Lan Xue.


Lan Xue pun merasa menyesal karena mengikuti nasehat kakak laki-lakinya. Kakaknya bernama Lan Xia, kakaknya menyuruh Lan Xue untuk menjual semua Ginseng Emas untuk kekayaan. Namun Lan Xue menolak, karena gua itu ditemukan oleh Wang Fei dan dia berpesan untuk tidak menghabiskan seluruh Ginseng Emasnya. Kakaknya bersikeras kalau Wang Fei hanya anak kecil yang tak mempunyai kemampuan dan tak akan bisa melawan keluarga mereka. Saat Lan Xia terus-terusan membujuk Lan Xue, akhirnya dia setuju untuk menjual seluruh sumber daya yang ada. Penjualan pun sangat laris, hanya butuh hitungan minggu bagi mereka untuk menghabiskan Ginseng Emas seluruhnya. Namun siapa sangaka Wang Fei memiliki kemampuan yang tak bisa disebut sebagai manusia lagi baginya.


"Seharusnya aku tidak mendengarkannya waktu itu!" Dalam benak Lan Xue dia terus-terusan mengutuk kakaknya Lan Xia itu. Saat ini Kakaknya sedang bersenang-senang, jadi dia tidak ada disini.


Tatapan Wang Fei semakin dalam dan dingin, membuat bulu kuduk Lan Xue berdiri. Keringat dingin mengucur diseluruh tubuhnya.


"Seharusnya, masih ada lagi Ginseng Emas yang belum dijual, kan?" saat Wang Fei bertanya seperti itu, Lan Xue langsung menjawabnya.


"Ya! Masih ada, tapi semuanya berada pada kakakku, Lan Xia." suara Lan Xue perlahan memelan karena melihat mata yang sinis milik Wang Fei, saat ini Wang Fei benar-benar menunjukan aura membunuhnya yang telah membunuh lebih dari 300 orang!


Wang Fei mulai mengeluarkan energi Ki nya dan mengubahnya menjadi elemen angin. Wang Fei terbang bersama Lan Xue, keduanya masih di posisi sebelumnya saat terbang.


Melihat Wang Fei dan Lan Xue terbang, membuat gempar semua orang yang menyaksikan kejadian itu.


"Bagaimana Manusia bisa terbang!"


"Seorang penguasa telah tiba!"


Keramaian orang banyak dibawah Wang Fei mendadak menjadi ribut. Bagi mereka ini adalah kali pertama melihat seorang manusia dengan mudah terbang keatas langit.


Tatapan Wang Fei masih dingin dan menyimpan kemarahan besar terhadap Lan Xue. "Katakan padaku, dimana kakakmu itu."


Melihat Wang Fei yang seperti seorang dewa, membuat Lan Xue tak punya pilihan untuk menolak. Dia pun mulai menunjukan arah kakaknya berada kepada Wang Fei.


Setelah beberapa lama terbang dengan kecepatan sedang, Lan Xue mulai mengisyaratkan Wang Fei untuk berhenti.


"Disana..."


Dengan berat hati Lan Xue menunjuk ke kediaman keluarganya berada. Biasanya Lan Xia selalu berada dirumah, dia adalah orang yang pemalas dan suka bermain dengan wanita. Lan Xue cukup pasti kalau kakaknya ada di rumahnya.


Wang Fei mulai menarik nafas panjang lalu memasukan Energi Ki kedalam suaranya.


"LAN XIA!! KELUAR KAU SEKARANG! JIKA TIDAK AKU AKAN MENGHANCURKAN KEDIAMAN KELUARGA LAN!"


Suara Wang Fei menggema diseluruh daratan dibawahnya. Para penjaga di kediaman Lan Xue pun berhamburan mencari sumber suara berasal.


"Siapa itu! Berani sekali kau mengganggu kediaman kami!"


"Keluarlah kau ********!"


Para penjaga itu berteriak kesegala arah untuk mencari keberadaan orang yang membuat keributan di seluruh kediaman keluarga Lan.


Namun saat mereka mencari asal suara itu, mereka amat terkejut dengan penampakan 2 orang yang turun dari atas langit.


"Kalian mencariku?" Hanya dalam satu kibasan tangannya, membuat para prajurit yang berjumlah lebih dari 50 orang itu terbang keudara dan menabrak tembok dibelakang mereka.


Para penjaga yang masih sadar dari serangan itu pun langsung ketakutan.


"Se... Seorang penguasa telah tiba!! Selamatkan Tuan muda Xi...!"


Belum sempat prajurit itu memberitahukan semua orang, Wang Fei membunuh prajurit berlapis baja itu.


....


Di sebuah kamar, Lan Xia yang saat itu sedang memgonsumsi Ginseng Emas.


"LAN XIA!! KELUAR KAU SEKARANG! JIKA TIDAK AKU AKAN MENGHANCURKAN KEDIAMAN KELUARGA LAN!"


Lan Xia terkejut mendengar teriakan itu. "Siapa yang berani menyerang keluarga kami? Hehe... Tapi akan kupastikan dia akan mati ditanganku!"


Lan Xia bergegas memakai bajunya dan membawa sebuah pedang di pinggangnya.


...


"Lan Xue, dimanakah kakakmu berada?!" saat Wang Fei bertanya dengan nada yang keras kepada Lan Xue, ekspresi ketakutan dan keputusasaan muncul di wajah Lan Xue.


"A... Aku... Tidak... Ta... Tahu..." Lan Xue menjawab dengan terbata-bata.


Saat Wang Fei turun kebawah, muncul serangan berupa pedang terbang dari arah kediaman keluarga Lan.


Swis! Swis! Swis!


Serangan itu menghasilkan 3 sayatan pedang yang sangat cepat, Wang Fei tak sempat menghindarinya namun hanya mengenai bajunya saja.


Melihat bajunya memiliki sobekan 3 garis pedang Wang Fei tersenyum tipis. "Kemampuan yang cukup bagus."


Saat pedang terbang kembali diarahkan kepada Wang Fei, pedang terbang itu dengan mudahnya ditangkap olehnya. Pedang terbang itu dimasukan Energi Ki milik Wang Fei lalu dilempar kearah Kediaman keluarga Lan.


"Arrrgggghh!!"


Jeritan kesakitan terdengar dari dalam. Ternyata serangan pedang terbang sebelumnya berasal dari Lan Xia!


"Ternyata kau sangat kuat... Tapi aku juga kuat!" kata Lan Xia percaya diri.


Sambil memegang pedang ditangannya, Lan Xia menebaskan pedangnya kearah Wang Fei.


Namun serangan itu berhasil Wang Fei hindari, raut wajah Wang Fei berubah saat menghindari serangan pedang milik Lan Xia.


"Seorang Qi Foundation? Tidak buruk."


Wang Fei mulai mengeluarkan Icedragon Sword miliknya lalu mengucapkan sebuah jurus.


"Sword Eksplosion!"


Ledakan terjadi ketika Pedang milik Wang Fei dan Pedang Lan Xia berbenturan. Pedang milik Lan Xia terpotong menjadi dua bagian, dilanjutkan dengan terpotongnya tangan kanannya.


"Arghh!!"


Lan Xia menjerit kesakitan karena tangan kanannya terpotong oleh pedang milik Wang Fei. Lan Xia merasakan hawa dingin yang sangat dingin disekitar dada kanannya. Ini jelas kalau pedang IceDragon menyebabkan stun jika terkena ujung pedangnnya saja.


Nafas Lan Xia menjadi tidak stabil, dia memandang Wang Fei dengan ketakutan. "Apa... Yang kau lakukan?! Kenapa harus aku! Apa tujuanmu sebenarnya!" dengan rasa tak percaya, Lan Xia bertanya dengan amarah yang besar pada Wang Fei.


Wang Fei hanya tersenyum sinis dengan tatapan mata yang tajam saat melihat Lan Xia menjerit kesakitan.


"Oh? Maaf kalau aku memutuskan tanganmu." kata Wang Fei dingin. "Tapi sebelum itu, perkenalkan namaku Wang Fei. Pemilik Gua yang dipenuhi Ginseng Emas."


Saat mendengar kalimat terakhir 'Pemilik Gua yang dipenuhi Ginseng Emas'. Membuat Lan Xia mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


......