
Sekte pedang abadi sendiri mepunyai 10 orang ketua pedang. Masing-masing ketua pedang memiliki kekuatan Qi Foundation dan yang terkuat True Foundation. Begitu juga dengan Xiao Fu, dia sudah Menembus True Foundation bertahun-tahun yang lalu.
Sekte pedang abadi juga sangat peduli dengan reputasinya. Makanya saat pemilihan murid baru, tes masuknya sangat ketat dan sulit. Setiap 4 tahun sekali mungkin hanya akan ada 10 murid yang terpilih. Bahkan untuk menjadi seorang murid ketua pun sangat mustahil.
Sekte ini sendiri mempunyai sebuah pagoda yang menyimpan kitab-kitab bela diri tingkat dasar sampai tingkat tinggi. Itulah mengapa sekte pedang abadi ini sangat populer dari sekte lainnya meskipun tingkat kekuatan sekte ini lebih rendah.
Tidak sampai disitu, sekte pedang abadi juga menyiapkan sebuah tempat khusus untuk para muridnya berlatih tanding, ditempat itulah kekuatan dan kekayaan dipertaruhkan.
Penjelasan Sekte pedang abadi oleh Yan Hu membuat Wang Fei menguap beberapa kali karena dia sudah tahu terlalu banyak tentang sekte ini. Meskipun begitu dia tetap mendengarkan penjelasan Yan Hu agar tidak terlihat mencurigakan. Sebaliknya, Li Yan terlihat bersemangat saat mendengar tentang semua itu. Matanya berbinar seakan melihat sesuatu yang luar biasa.
"Seperti itulah garis besar mengenai informasi sekte ini, jika ada yang ingin kau tanyakan silahkan saja bertanya padaku." Yan Hu mengakhiri penjelasannya karena sadar dia sudah menceritakan cukup banyak hal mengenai sekte pedang abadi.
Wang Fei mengangguk pelan.
Setelah pembicaraan itu berakhir, Yan Hu memperkenalkan Wang Fei Dan Li Yan kepada 9 ketua yang lain. Yan Hu berniat mempromosikan mereka menjadi murid unggulan dan akan menjadi muridnya sendiri. Tentu saja ketua yang lain tidak bisa menerima mereka dengan mudah. Karena itulah para ketua pedang memutuskan untuk menguji kekuatan Wang Fei dan Li Yan.
Wang Fei dan Li Yan di hadapkan dengan Hewan Buas tingkat Houtian kepada mereka, yang mana hewan buas tingkat ini hampir setara dengan Core Foundation tahap Puncak.
Li Yan yang lebih dulu berhadapan dengan hewan buas Houtian itu. Meskipun Li Yan lebih lihai menggunakan panah, namun dia telah mempelajari ilmu pedang tingkat tinggi dari Wang Fei disaat mereka melakukan perjalanan menuju sekte. Kemampuan Li Yan dalam mempraktekan teknik berpedang sangat baik, dia bisa berlatih dengan cepat berkat arahan dari Wang Fei. Jadi Wang Fei tak terlalu khawatir saat Li Yan berhadapan dengan Hewan Buas Houtian ini. Menurutnya dia akan bisa mengalahkannya.
Hewan buas yang dilawan Li Yan merupakan jenis harimau yang berkulit ungu. Biasanya jenis hewan buas Houtian seperti ini banyak di temukan di daerah pegunungan dan lembah. Gerakannya sendiri sangat lincah, setiap serangannya sangat mematikan dan hampir tak bisa dihindari oleh seorang Qi Foundation sekalipun. Ini membuat Wang Fei merasa cemas.
"Bagaimana mereka bisa mengeluarkan hewan buas seperti ini untuk dia lawan? Setidaknya beri hewan buas yang lebih lemah." Gumam Wang Fei. Jelas dia sendiri ikut kaget ketika Hewan Buas ini keluar dari kurungannya. Wang Fei sendiri sudah tentu bisa mengalahkan Hewan Buas itu dengan satu serangan, tapi untuk Li Yan itu sedikit...
Groowwrr!!
Harimau itu meronta ketika segel dan borgol dilehernya dilepaskan, kini pandangannya tertuju pada Li Yan yang sedang memegang pedang ditangannya. Tempat mereka berdua bertarung merupakan tempat terbuka yang luas, sangat mungkin untuk berlatih tanding satu lawan seratus disana.
Graahh!!
Harimau itu berlari kencang kearah Li Yan lalu menerkamnya menggunakan cakarnya. Serangan itu terjadi begitu cepat, namun Li Yan bisa menghindarinya walau lengan kirinya sedikit tergores.
Tak sampai disitu, harimau itu kembali menyerang Li Yan dengan membabi buta. Kali ini Li Yan memilih berada dalam posisi bertahan dan menangkis semua serangan yang menuju kearahnya.
Saat Li Yan menemukan sedikit celah, dia menebaskan pedangnya kearah tangan kanan harimau. Serangan Li Yan mendarat dengan sempurna, darah mulai bercucuran dari tangan kanan harimau itu.
Graawr!!
Meskipun tangan harimau itu terluka, gerakannya tidak melambat sedikitpun, ini membuat Li Yan semakin kewalahan. Saat ini Li Yan di dalam posisi yang kurang menguntungkan. Energi Ki nya mulai terkuras saat serangan demi serangan dia tangkis.
Saat Harimau itu mencoba menerkam Li Yan, serangan berupa cakaran itu meleset, membuat Li Yan mendapat celah untuk menyerang. Li Yan dengan cepat menusuk dada harimau itu dengan pedangnya.
Darah mengalir keluar dengan deras saat pedang yang Li Yan pakai dicabut.
Harimau itu meronta kesakitan. Dan kali ini Harimau itu mencoba menyeruduk Li Yan menggunakan kepalanya. Jelas harimau itu tidak diuntungkan sama sekali karena bisa saja Li Yan langsung menebaskan pedangnya ke kepala harimau itu dan membuatnya tak bernafas lagi.
Saat jarak antara keduanya mulai dekat, Li Yan menghujamkan pedangnya ke kepala harimau itu. Dilihat dengan mata telanjang pun terbukti kalau serangan Li Yan menembus kepala harimau itu!
Bruuk!
Harimau itu tumbang ketanah tak bernyawa. Li Yan memenangkan pertarungan itu!
..............