God Heaven

God Heaven
Eps 52 - Dewa Tabib -



Dalam beberapa hari terakhir Xue Jian memang belum sadarkan diri, namun saat kesadarannya perlahan-lahan mulai pulih, dia bisa merasakan bahwa energi Ki didalam tubuhnya benar-benar telah hancur lebur.


Namun begitu Xue Jian sadar sepenuhnya, dia merasa kalau pusat dantiannya terisi sedikit energi Ki yang mengalir keseluruh tubuhnya. Hal ini membuat Xue Jian berpikir keras untuk mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.


Xue Jian pernah mengira kalau anak muda yang bernama Wang Fei itu yang telah membuatnya seperti ini, namun mengingat umurnya yang terlihat seperti 15 tahun hal itu menjadi mustahil bagi Xue Jian.


"Meskipun dengan penampilan anak-anak seperti itu, aku bisa merasakan aura yang kuat merembes keluar dari tubuhnya. Setidaknya dia berada pada tingkat True Foundation?"


Melihat kalau Wang Fei sedang meracik sebuah obat, Xue Jian akhirnya tak dapat menahan pertanyaan besar di hatinya.


"Nak, apakah aku boleh bertanya?"


"Apa itu?" Wang Fei berbalik untuk membalas pertanyaan Xue Jian.


"Apakah benar kau yang telah menyelamatkanku dari maut waktu itu?"


Xue Jian yang bertarung dengan 10 Kultivator Nescent Soul waktu itu telah melakukan pertarungan yang mengguncang bumi, sangat mungkin bagi kedua belah pihak mendapat kerugian yang besar. Namun mengingat lawannya yang tidak mudah diatasi membuat Xue Jian tak berani bertindak lebih jauh. Meski begitu pertarungan itu tak dapat dihindari dan menyebabkan daratan disekitarnya hilang tanpa bekas.


Xue Jian berpikir jika ada seorang yang memiliki ilmu pengobatan tinggi mungkin bisa menyembuhkannya, namun saat itu dia hanya bertemu dengan seorang anak yang mungkin baru berusia 15 tahun sehingga ini menjadi pertanyaan besar bagi Xue Jian.


Wang Fei kembali meracik obat yang dia buat, seolah tak mempedulikan Xue Jian sama sekali.


Melihat reaksi Wang Fei membuat Xue Jian merasa ada yang salah.


Xue Jian sendiri saat mempertanyakan hal tersebut telah melakukan suatu teknik yang dapat membuat seorang buka mulut walau merahasiakannya dengan sekuat tenaga.


Tapi melihat reaksi Wang Fei yang masih tenang, ini membuat Xue Jian lebih curiga padanya. Apakah dia adalah seorang kultivator tingkat tinggi?


"Senior Xue, apa kau tau dari kemarin aku selalu meracik obat-obatan?" tanya Wang Fei.


"Ya, aku tau."


Wang Feic berbalik untuk menatap Xue Jian. "Seharusnya kau tau kan? Ya, akulah orang yang menyelamatkanmu dari maut yang sudah diujung tanduk."


Xue Jian terpaku dan menampakan ekspresi yang tak percaya. Xue Jian sendiri pernah mengira Wang Fei lah orang yang menyelamatkannya, namun kebenaran akan hal itu terlalu kecil. Tak dia sangka ternyata dugaannya yang mustahil ini benar.


"Ta.. Tapi, apakah kau seorang tabib?"


Senyum tipis nampak di wajah Wang Fei. "Ya, aku adalah tabib. Atau lebih tepatnya Dewa tabib yang agung."


"Dewa... Tabib yang agung?" gumam Xue Jian dalam hati. Menurutnya sebutan dewa tabib yang agung terlalu dilebih-lebihkan, apalagi jika mengingat orang yang dimaksud hanya anak kecil.


Meskipun Xue Jian menyimpan lebih banyak pertanyaan, namun dia tidak melanjutkan pembicaraan seperti itu lagi dengannya.


"Walau sulit dipercaya, tapi aku hanya bisa bergantung kepada anak ini sampai kedepannya." gumam Xue Jian.


Xue Jian melangkah keluar gua, namun saat hanya berjarak beberapa meter saja, dia dihentikan oleh Wang Fei dibelakangnya.


"Senior Xue, aku tau kalau kau meragukanku sebagai dewa tabib," kata Wang Fei. "Namun perlu kau tau akulah orang yang menyembuhkan pusat dantianmu yang telah hancur lebur."


Xue Jian menelan ludahnya saat menyadari aura yang keluar dari anak muda dihadapannya merupakan aura dari seorang True Foundation Puncak.


"Anak ini kuat!"


Hanya tiga kata itu yang keluar di pikiran Xue Jian.


"Nak, jika perkataanmu barusan benar, maka aku minta padamu untuk membuatkan obat untuk penghilang rasa sakitku."


Xue Jian menjadi lebih waspada karena mengira Wang Fei adalah sosok tersembunyi yang membantu pihak yang dia musuhi sepanjang hidupnya. Namun mengingat kebaikannya dalam menyembuhkannya, Xue Jian merasa berterima kasih padanya.


"Senior Xue memang suka merendahkan orang lain."


Wang Fei mengeluarkan sebuah pil seukuran jari kelingking di dalam cincin penyimpanannya.


Dilihat dari luar saja, pil itu jelas merupakan pil tingkat tinggi. Dengan warna pil yang hijau gelap serta ukiran sebuah naga di permukaannya, Xue Jian mengenali pil itu sebagai Pil Penyembuh Naga.


Pil Penyembuh Naga sendiri merupakan satu diantara 20 pil penyembuh paling kuat di dunia, dengan khasiat Pil yang melimpah dapat dipastikan seseorang yang sedang sekarat akan sembuh berkat pil itu.


Hati Xue Jian membeku ketika memandang satu pil yang lain di tangan kanan Wang Fei.


"I.. Itu.. Heavenly Cloud Dragon Pil."


Tanpa berbasa-basi lebih jauh, Wang Fei langsung menyerahkan kedua pil itu kepada Xue Jian.


"Telanlah Pil itu dan lebur keduanya menggunakan energi Spiritual milikmu." sambil menjelaskan, Wang Fei mengambil sebuah bongkahan batu kristal yang berwarna-warni. "Lakukanlah terus, aku akan membantumu dari luar untuk memaksimalkan hasil dari Pil tersebut." tambah Wang Fei.


Beberapa lama kemudian, tubuh Xue Jian mengeluarkan cahaya keemasan yang bersinar terang. Dalam hal ini Wang Fei mengerahkan lebih banyak lagi kekuatan jiwa yang dia miliki.


Butuh 3 jam penuh untuk benar-benar memurnikan kedua pil tersebut. Saat kali terakhir Wang Fei menambahkan kapasitas energi, Xue Jian langsung terbaring diatas tanah begitu proses penyerapan selesai.


Meskipun itu tidak terlalu melelahkan bagi Wang Fei, namun itu tetap menghabiskan 90% kekuatan jiwa miliknya.


....


Dua hari kemudian.


Dalam gua yang masih gelap tersebut, Xue Jian yang awalnya berbaring diatas tempat tidur batu terbangun.


"Hahh... Hahh... Apa yang terjadi?"


Xue Jian memandang sekelilingnya, namun tak menemukan keanehan sedikitpun.


Dalam beberapa saat kemudian betapa terkejutnya Xue Jian begitu mengecek tubuhnya.


"Ahaha... Apakah aku akan segera menjadi True God yang agung? Lalu naik ke surga?"


....