God Heaven

God Heaven
Eps 86 - Warisan (1) -



Setelah berjalan-jalan beberapa saat, Wang Fei menemukan beberapa jalan untuk memasuki Paviliun Bintang Gelap tersebut. Namun setiap jalan yang ada memiliki jebakan tersembunyi, ini membuat Wang Fei mau tak mau harus mencari jalan lain yang lebih aman.


Pada bagian belakang Paviliun terdapat sebuah halaman belakang yang cukup luas. Pulau melayang itu tak memiliki pembatas di pinggirnya, dan membuat prmandangan menjadi lebih menakjubkan. Energi Spiritual ditempat tersebut begitu melimpah, ini membuat Wang Fei sangat ingin melakukan kultivasi.


"Untuk saat ini aku harus menemukan cara untuk keluar dari sini secepatnya." Langkahnya menjadi lebih ringan dan melesat cepat menelusuri halaman belakang tersebut.


Tak berapa lama, Wang Fei menemukan sebuah dinding batu yang terletak dipinggir Paviliun tersebut. Dengan rasa penasaran, Wang Fei menghampiri dinding batu itu.


"Sebuah tulisan kuno? Ini menarik..." berdasarkan apa yang Wang Fei ketahui, dinding batu tersebut memuat beberapa kalimat yang merupakan tulisan kuno. Jika dilihat lebih teliti lagi mungkin tulisan di batu itu sudah berur ribuan tahun.


"Karena tempat ini diatas awan maka tempat ini sangat jarang terjadi hujan. Batu ini sudah terlihat rapuh, mungkin karena sinar matahari didunia ini. Artinya batu ini sudah sangat tua, mungkin melebihi ekspetasiku."


Walau tulisan di batu tersebut merupakan tulisan kuno, namun Wang Fei masih bisa membacanya meski sedikit sulit.


"RIBUAN TAHUN AKU MENUNGGU, TIADA SEORANG PENERUS YANG DATANG. INI MEMBUATKU FRUSTASI. JIKA ADA YANG MEMBACA, MASUKLAH KE BANGUNAN BERLANTAI TUJUH MELALUI JALUR KE 16 ARAH SELATAN DARI SINI." Kata-kata yang terdapat di batu tersebut.


Wang Fei mengerutkan dahinya. "Apakah ini berarti dunia ini merupakan harta magis? Itu tidak mungkin." Gumam Wang Fei. "Tapi aku akan tetap memasuki paviliun ini, jalur ke 16 arah selatan dari sini? Baiklah, aku akan masuk!"


Dengan cepat Wang Fei berlari menuju arah selatan, dalam waktu singkat dia telah tiba didepan gerbang yang memiliki puluhan pintu masuk. Segera, Wang Fei memasuki jalur ke 16 dari paling kanan.


Setelah memasuki pintu tersebut, pandangan Wang Fei berubah gelap. Dia tak lagi merasakan dirinya dan hanya bisa menatap kegelapan.


Rasa seperti ini pernah dia alami waktu dulu. Ini adalah rasa kematian!


Namun Wang Fei segera tersadar dan dia menemukan dirinya tergeletak diatas karpet merah disebuah aula yang begitu besar.


Mata Wang Fei yang masih setengah tertutup itu tiba-tiba terbuka lebar saat melihat sekelilingnya.


Apa yang membuat Wang Fei begitu kebingungan adalah, bahkan diluar Paviliun saja luasnya hanya ribuan meter, tapi setelah memasuki paviliun, ukurannya menjadi berkali-kali lipat lebih luas!


"Mungkinkah ini adalah, sebuah Harta Magis?!" Ucap Wang Fei dalam hati. Hanya ada beberapa harta magis yang membangun dunia sendiri di alam semesta ini. Bahkan beberapa diantaranya dimiliki oleh tokoh-tokoh pengguncang alam yang legendaris. Sangat langka dan begitu berharga.


Sekali lagi Wang Fei merasa kebingungan dengan kenapa Master Jiang tidak mengambil ini semua. Tapi saat ini Wang Fei bisa memprediksi alasan mengapa master Jiang tidak menyentuh peninggalan ini, karena dia khawatir tentang apa yang ada didalam dunia ini.


Wang Fei hanya bisa menelan ludahnya dan melirik kesekelilingnya. Hanya ada 4 gerbang yang memiliki ukiran berbeda. Dan ditengah aula besar itu terdapat sebuah patung yang mirip dengan Immortal Yuan!


Wang Fei mendekati patung tersebut dan menemukan sebuah tulisan kuno lagi.


"AKU TELAH MENEMBUS SURGA, WARISANKU KUBERIKAN PADAMU. TEMUILAH ROH RUBAH TUA YANG BERSEMBUNYI DI PATUNG INI." Kata-kata yang terdapat dibawah patung Immortal Yuan.


Wang Fei menatap patung tersebut tajam dan merasa ada perubahan pada patung tersebut.


Patung itu mengeluarkan bintik-bintik cahaya putih dan menyatu diatas kepala patung. Menghasilkan sebuah makhluk yang tembus pandang, tampilannya seperti seekor rubah yang berwarna merah.


Beberapa saat kemudian rubah merah itu membuka matanya dan menarik nafas pelan. Dia melihat Wang Fei yang berada dibawahnya dengan sorot mata yang malas.


"Sepertinya tuan telah memilih pewarisnya?" Ucap rubah merah itu sambil mengelilingi tubuh Wang Fei.


Bulu kuduk Wang Fei berdiri saat mendengar rubah merah tersebut berbicara. Sangat mustahil ada seekor hewan dapat berbicara dalam bahasa manusia, bahkan untuk hewan buas surgawi pun belum tentu bisa melakukan hal tersebut.


Hanya ada satu kemungkinan yang menyebabkan seekor hewan dapat berbicara, umurnya telah mencapai ribuan bahkan jutaan tahun!


...