God Heaven

God Heaven
Eps 49 - Lulus -



Ujian akhir yang Wang Fei lakukan di saksikan oleh seluruh ketua pedang. Ketua pedang yang menonton akan menjadi saksi keahlian yang dimiliki seorang murid. Hal ini dilakukan untuk menghindari kecurangan atau persekongkolan antara murid dan ketua pedang.


Berdasarkan dengan pengalaman Wang Fei melaksanakan ujian akhir di kehidupan sebelumnya membuatnya sangat paham gerakan yang akan dilakukan oleh ketua pedang Ze.


Karena hal itulah Wang Fei dengan mudah membaca pola serangan senior Ze. Namun meski begitu dia tetap tak bisa bergerak dengan apa yang dia inginkan, hal ini dikarenakan postur tubuhnya yang tak sesuai dengan kemampuannya.


Setelah ujian akhir yang Wang Fei lalui dimenangkan olehnya, para ketua pedang menyetujui tentang kemenangan itu. Mereka berpendapat, memang dari awal Wang Fei memasuki sekte ini dia telah berada di lingkup kekuatan yang lebih tinggi dari mereka.


Saat Wang Fei menerima surat kelulusannya, dia langsung menyimpannya ke dalam cincin penyimpanan. Karena dia sudah memiliki banyak uang untuk membeli cincin penyimapanan yang baru, Wang Fei tak segan-segan menghabiskan 5 juta keping emas untuk cincin penyimpanan yang memiliki kapasitas besar, 100×100 meter.


"Nah, Wang Fei. Apa yang akan kau lakukan setelah ini?" tanya Yan Hu.


"Aku tetap akan berada di sekte ini, tapi sebelum itu aku akan melakukan perjalanan selama 3 tahun untuk menempa keahlianku." jawab Wang Fei dengan percaya diri.


Yan Hu mengangguk pelan. "Batu giok yang kasar memang harus dipoles. Aku percaya kalau kau akan mendapat kekuatan yang besar di luar sana."


Percakapan mereka terus berlanjut hingga matahari mulai tenggelam. Wang Fei memutuskan untuk kembali kerumahnya terlebih dahulu dan menyiapkan barang yang akan dibawanya.


"Aku tidak yakin akan meninggalkan Li Yan sendirian, tapi dengan kemampuannya saat ini untuk menghadapi ujian akhir.... Itu masih sulit." gumam Wang Fei. "Tapi ada hal yang harus ku lakukan saat ini. Mengumpulkan 7 Kitab Dewa dan 7 pusaka surgawi, ini adalah hal yang harus kulakukan."


"Sebenarnya sangat sulit untuk menemukan keenam kitab Dewa yang lain... Namun sepertinya itu tersebar ke lima benua, ini akan menjadi perjalanan yang sangat panjang,"


Setelah selesai menyiapkan barang bawaannya, Wang Fei berpamitan kepada 10 ketua pedang, diikuti dengan Li Yan dibelakangnya.


"Kembalilah dengan selamat Wang Fei."


"Kau harus mencapai puncak ketika sudah kembali nanti."


Ucapan selamat dari ketua pedang membuat Wang Fei tambah semangat untuk mempertahankan sekte tempat dia tinggal selama hampir satu tahun ini. Bahkan 10 tahun dikehidupan Wang Fei sebelumnya.


"Terima kasih untuk ucapan dari para ketua sekalian, aku akan terus mengingat kalian semua. Dan untuk reputasi sekte ini aku tidak dapat melakukannya lebih jauh lagi." kata Wang Fei.


Berkat Wang Fei yang telah memasuki Asosiasi Awan Surgawi, reputasi sekte Pedang Abadi melonjak naik karena Wang Fei berasal dari sana. Dapat dipastikan, pemilihan murid 2 setengah tahun dari sekarang akan kedatangan lebih banyak orang yang mendaftar untuk masuk.


"Li Yan, sampai sekarang aku tidak tau apa yang kau sembunyikan. Tapi percayalah, kau pasti bisa menyelesaikannya dengan kemampuanmu sendiri." ucap Wang Fei sambil memandang Li Yan.


Tak dapat berkata apa-apa lagi, Li Yan hanya diam tak bergeming dihadapan Wang Fei.


Merasa kalau sudah waktunya dia berangkat, akhirnya Wang Fei beranjak pergi dengan terbang secepat kilat. Para ketua pedang dan Li Yan hanya memandang sosok yang perlahan memudar dari kejauhan sampai akhirnya Wang Fei sudah tak dapat terlihat lagi.


...


Didalam hutan yang luas, terdapat sebuah danau yang membentang sejauh mata memandang. Meskipun keadaan diluar sedang dilanda kekacauan, suasana ditempat ini sangat tenang. Terdapat sebuah gubuk di pinggir danau tersebut.


Seorang pria tua dengan rambut dan janggut yang panjang berwarna putih, keluar dari gubuk yang sudah rapuh tersebut. Dilihat dari penampilannya, sepertinya pria itu sudah lama tinggal sendirian.


Pria tua itu kemudian memandang danau dihadapannya. Tatapan matanya tajam, seolah telah melihat sesuatu yang tak ingin ia ingat sama sekali.


"Sudah berapa ratus tahun kau telah tiada, saudaraku Wang?"


Kata-katanya terdengar berat dan sudah serak. Bahasa yang dia gunakan terdengar sedikit berbeda dari kebanyakan orang. Dapat dikatakan pria tua itu sudah hidup sendirian terlalu lama disana.


Pria tua itu berbalik dan ingin memasuki gubuk miliknya itu. Namun saat hanya beberapa langkah lagi dari gubuk, pria tua itu mendengar seruan seseorang diatas langit.


"Senior Xue Jian! Kami telah menemukanmu, sekarang serahkan kitab yang kau dapatkan waktu itu!"


Pria tua yang dipanggil Xue Jian itu langsung berbalik kearah datangnya suara itu.


Dari kejauhan terlihat puluhan orang yang memakai jubah emas dengan pedang pada setiap tangan mereka.


Dilihat dari cara bicara salah satu orang dari kelompok itu, jelas bahwa kedatangan mereka berkaitan dengan Xue Jian.


Xue Jian hanya menatap dengan dingin. "Kalian tidak dapat mengalahkanku hanya dengan jumlah 20 orang." kata Xue Jian tenang.


Pemimpin kelompok yang berjumlah 20 orang itu menggeram marah. "Jangan sok tahu! Meskipun kau adalah seorang Immortal, kau tidak dapat melenyapkan 10 orang Nescent Soul!"


Jantung Xue Jian berdegup kencang setelah mendengar sepuluh orang Nescent Soul datang untuknya.


Kekuatan Xue Jian telah mencapai ranah keabadian, kekuatannya sangat luar biasa, bahkan dia mampu meratakan daratan seluas ribuan kilometer dengan sekali lambaian tangan. Namun jika seorang Immortal berhadapan dengan sepuluh orang Nescent Soul , itu tetap menjadi beban yang berat. Mengingat kalau kondisi Xue Jian tidak menguntungkan, jelas kelompok yang berjumlah 20 orang tersebut sangat diuntungkan.


Meskipun begitu, kemampuan Xue Jian tak bisa dianggap remeh, ratusan tahun lalu dia pernah mendapat gelar sebagai Tangan Penghancur Bintang karena kekuatannya yang luar biasa dahsyat itu.


Saat memandang 20 orang yang setengahnya memiliki kekuatan Nescent Soul, Xue Jian hanya tersenyum tipis.


"Mungkin waktuku telah tiba?"


"Tapi aku tak akan membiarkan kalian mendapatkannya dengan mudah!"


Xue Jian langsung melesat kedepan dengan kecepatan tinggi lalu melambung keatas menuju kelompok tersebut.


..........