God Heaven

God Heaven
Eps 62 - Kudeta (2) -



Pasukan putri Xinxin bergerak dengan lincah dan membuat pingsan para penjaga gerbang.


Namun mereka tidak menyangka kalau di gerbang selatan ini dijaga sangat banyak True Foundation, Tak mau ambil resiko, akhirnya Putri Xinxin menyuruh salah satu Wandering Soul yang membereskan mereka.


"Eh...? Ugh!"


Hnya dalam sekali serang, Tetua Tang telah membuat mereka pingsan dengan cepat.


"Baiklah, teruskan semuanya"


Hanya dalam waktu singkat, gerbang Selatan telah dilumpuhkan dengan semua para penjaga yang telah ambruk di lantai.


Walau mereka merasakan ada yang aneh disana, namun tidak satu pun yang menganggap penting hal itu.


Mereka kemudian langsung bergerak kearah gerbang timur dengan cepat. Para pendekar yang ada pun merasa gelisah saat mereka tiba didekat gerbang timur.


Namun tak mempedulikan apa-apa lagi, putri Xinxin kemudian memberi tanda agar langsung menyerang.


Mereka semua kemudian langsung melesat kedepan dan langsung terhenti tepat di belakang pos jaga di gerbang tersebut.


Terlihat kalau disana terdapat 5 orang penjaga, mereka kemudian menyerang ketika menyadari situasi telah aman.


"Tu-tunggu..!"


"Arggh!"


Setelah berhasil menyergap pos jaga tersebut, mereka kemudian maju kedepan dan langsung menaiki tangga yang diatasnya terdapat puluhan penjaga yang berjaga.


"Pemanah, ambil posisi dan siap menyerang..."


Para pemanah yang berjumlah 20 orang tersebut kini menarik busurnya dan sedang menunggu perintah untuk melepaskan.


"Tembak!"


Sat! Sat! Sat!


Anak panah yang dilumuri racun pelumpuh itu melesat dengan cepat dan membidik kaki para penjaga.


Tak ada yang meleset dari tembakan itu, putri Xinxin kemudian memerintahkan untuk melepaskan anak panah lagi.


Hanya dalan waktu kurang dari satu menit, kelompok Putri Xinxin telah melumpuhkan 60 orang penjaga.


Saat para pemanah tengah bersiap menerima aba-aba untuk menembak, tiba-tiba salah satu penjaga menyadari kalau rekan-rekannya telah terbaring dilantai.


Merasa kalau rencana tidak berjalan lurus, Putri Xinxin kemudian langsung menyuruh pemanah untuk segera melepaskan anak panah mereka.


Namun karena sudah ada yang menyadari penyerangan itu, penjaga tersebut berhasil membunyikan peringatan pada kerajaan.


Hanya dalam waktu singkat, datang puluhan pendekar raja dari arah istana.


"Apa maksudmu tuan putri?! Bukankah kita hanya memiliki satu rencana? Mengapa tiba-tiba ada rencana B?!"


"Berisik! Ikuti saja apa kataku!"


Mereka kemudian bertarung dengan puluhan True Foundationyang barusan datang.


Karena kelompok Putri Xinxin menang jumlah, tak sulit bagi mereka untuk mengalahkan puluhan True Foundation itu.


Namun diluar dugaan, ternyata mereka kedatangan 3 orang Wandering Soul. Membuat mereka bergerak mundur.


Putri Xinxin segera menyuruh semua Wanxiang dan kultivator yang ada kecuali 5 Wandering Soul untuk segera meninggalkan tempat tersebut.


Putri Xinxin juga menyadari kalau pertarungan yang akan terjadi tersebut mungkin akan membahayakannya, sebab itulah dia juga ikut mundur bersama pasukannya.


5 Wandering Soul yang ada pun kini juga mengucurkan keringat dingin. Pasalnya 3 Wandering Soul tersebut merupakan jagoan terkuat dari kerajaan Tianzhou, mereka tidak menyangka kalau raja menyisakan mereka untuk berjaga di kerajaan.


"Wah, wah... Ada apa ini? Bukankah ini adalah tetua Gu yang terhormat? Mengapa sekarang menjadi pemberontak begini?" ucap salah seorang Wandering Soul yang datang dari arah istana utama.


Wajah Tetua Gu langsung menjadi masam, dia menyadari jika dirinya adu tanding pun belum tentu dia akan menang darinya.


"Jendral Zhang tidak perlu mengasihaniku, aku juga mendapat bayaran dari putri untuk melakukan ini."


"Ha? Jadi semua ini adalah ulah dari putri raja sendiri? Pfft, ini benar-benar lucu...." Jendral Zhang kemudian memasang ekspresi mengejek. Dia tak menyangka kalau sebenarnya ini dilakukan oleh Putri raja sendiri, walau dia pernah mendengar bahwa putri Xinxin begitu menentang tentang apa yang dilakukan ayahnya.


"Meskipun begitu, kau tetaplah seorang pemberontak saat ini. Dan kau akan merasakan keputusasaan begitu melawanku!"


Jendral Zhang langsung menyerang Tetua Gu dengan sebuah pedang besar. Namun berhasil ditangkis oleh Tetua Gu.


"Ho? Reaksimu bagus juga tetua Gu."


Keduanya kemudian bertukar puluhan jurus dengan cepat. Disisi lain, Putri Xinxin beserta pasukannya kini telah tiba di aula utama kerajaan.


Karena situasi diluar, membuatnya lebih leluasa untuk memasuki istana utama dan langsung menuju ruangan raja.


"Semuanya, bersiaplah tentang apa yang akan terjadi selanjutnya."


"Baik tuan Putri!"


Mereka kemudian langsung menuju ruangan raja dengan cepat.


"Tunggu dulu, Ferguso! Mengapa kalian begitu cepat ingin meninggalkan tempat ini?"


Tiba-tiba, seorang pria dengan jubah warna kuning muncul dihadapan pasukan Putri Xinxin.


Putri Xinxin kebingungan begitu pria tersebut datang. "Siapa ini?"


....