God Heaven

God Heaven
Eps 57 - Para Pembunuh (2) -



Ketika sepuluh kilatan cahaya muncul dari belakang dan mengikutinya dengan kecepatan tinggi, Wang Fei mengumpat dalam hatinya.


"Sialan, mereka sangat waspada."


Wang Fei terus terbang dengan cepat dan menuju ke arah daratan utara. Jika dia berhasil sampai disana sebelum sepuluh pembunuh itu menangkapnya maka dia akan selamat.


"Jangan biarkan dia kabur!" salah satu dari sepuluh pembunuh itu kemudian menggunakan sebuah benda yang mampu membuatnya berhasil menyusul Wang Fei yang berada jauh didepan.


Bomm!


Satu pembunuh itu kemudian meledak dan menyemburkan darahnya kemana-mana ketika dia tiba di dekat Wang Fei.


"Jika kalian berani mendekatiku dengan cara itu maka aku bisa memastikan bahwa kalian semua akan mati...." ucap Wang Fei dingin. Suaranya yang pelan itu dapat didengar dengan jelas oleh sembilan pembunuh yang lain.


"Brengs*k, dia melebihi perkiraan kami..." pemimpin dari para ahli pembunuh itu mengumpat dalam hatinya.


Pengejaran itu terus berlanjut hingga hampir satu hari penuh lamanya sampai akhirnya Wang Fei berbalik arah dengan tiba-tiba.


"Apa?!"


"Apa yang dia lakukan?!"


Kesembilan pembunuh yang tidak siap itu dikejutkan dengan pergerakam Wang Fei yang tiba-tiba.


Crash! Crash!


Dengan cepat, Wang Fei menebaskan Icedragon Sword miliknya yang kemudian membelah tubuh tiga orang pembunuh.


Pemandangan ini membuat ekspresi pemimpin mereka menjadi buruk, dengan segera enam pembunuh yang tersisa juga mengubah arah mereka.


Ketika itu terjadi, Wang Fei kembali berbalik arah dan menuju daratan utara.


"Sialan! Dia mempermainkan kita!" pemimpin ahli pembunuh berteriak kesal begitu melihat Wang Fei yang kembali menuju kearah daratan utara.


"Bos, membunuhnya tidak akan mudah."


"Benar... Aku khawatir kita akan mendapatkan kerugian yang besar demi membunuhnya..."


Pemimpin ahli pembunuh itu hanya mendengus dingin sebelum melanjutkan pengejaran Wang Fei.


"Mereka ini... Jika ini terus berlanjut maka aku akan mati!" mau tak mau Wang Fei merasa hatinya dingin saat ini. Bagaimanapun seorang Wanxiang bukan tandingannya untuk saat ini.


"Jika aku menerobos True Foundation Puncak maka aku mungkin bisa melawan seorang Wanxiang." akhirnya Wang Fei hanya bisa terus terbang dan melarikan diri.


..............


"Kota ini memiliki banyak penduduk, aku bisa bersembunyi disini dengan aman untuk sementara wktu..." gumam Wang Fei dan memasuki kota lewat gerbang depan.


Gerbang tersebut dijaga ketat oleh beberapa para penjaga yang sepertinya merupakan seorang seniman bela diri.


"Kota kecil tapi memiliki keamanan yang tinggi?" Wang Fei akui dia tidak pernah tahu tentang kota ini bahkan dikehidupan pertamanya.


Biasanya kota-kota kecil jarang mempunyi penjagaan yang ketat, bahkan kota besar mungkin jarang memilikinya. Hal ini tentu membuat Wang Fei mengerutkan keningnya.


Setelah menunggu antrian beberapa lama untuk memasuki kota, akhirnya gilirannya yang maju untuk diperiksa.


"Apa yang kau butuhkan di Chinhu?" tanya salah satu penjaga berjirah baja.


"Aku hanya kebetulan lewat..." jawab Wang Fei singkat. Tentunya jawaban itu masih tidak memuaskan penjaga tersebut.


"Apa kau seorang seniman bela diri? Dan sedang melakukan pengembaraan?"


"Ya, aku seorang kultivator yang sedang berpetualang." Wang Fei tidak berusaha menyembunyikannya.


Alis penjaga itu terngkat ketika mendengar kata-kata "Kultivator". Saat ini penjaga tersebut hanya melihat Wang Fei sebagai seorang anak yang berusia lima belas tahun.


"Kultivator? Itu berarti paling tidak dia berada ditingkat True Foundation, tapi dia terlalu muda. Apakah dia menyamar?" penjaga berjirah baja itu memiliki kekuatan Qi Foundation Menengah, dia tahu tidak boleh macam-macam dengan seorang kultivator sejati.


Penjaga berjirah baja itu mengangguk, dia kemudian memperbolehkan Wang Fei memasuki kota dengan tenang.


"Dia tahu apa yang harus dia lakukan... Jika dia berani menentangku tadi maka aku akan menghancurkan kota kecil ini."


Faktanya kota Chinhu seringkali menjadi persinggahan bagi seorang seniman bela diri atau kultivator yang sedang mengembara. Wang Fei tentunya tidak tahu hal tersebut.


"Para pembunuh itu mungkin sebentar lagi akan sampai, keamanan kota ini ternyata tidak seketat yang aku kira... Akan jadi masalah kalau mereka berenam dapat masuk." tidak menunggu waktu lama lagi, Wang Fei segera melesat kearah dalam kota dengan berlari kencang.


Suasana didalam kota itu dapat dikatakan terlalu ramai untuk sebuah ukuran kota kecil. Bahkan disana terdapat banyak tempat hiburan seperri toko arak dan rumah bordil.


Wang Fei hanya bisa menghela nafas melihat lebih banyak orang yang memilih memasuki rumah bordil daripada toko arak.


"Memang nafsu manusia tidak daat dibantah..." gumam Wang Fei pelan sambil menggelengkan kepala.


"Eh?" pandangan Wang Fei kemudian tertuju pada sebuah tempat yang cukup luas, itu mencakup daerah seluas lima ribu meter.


"Aula Pertarungan? Hal seperti itu ada di kota kecil ini?"


..........