
Besok harinya terlihat banyak pasukan yang memakai jubah hitam di kediaman putri Xinxin. Mereka terlihat tidak bersemangat karena tugas yang diberikan.
"Tetua Ya, apa kau pikir ini akan berjalan baik-baik saja?"
Tanya seorang Wandering Soul kepada pria jangkung dihadapannya.
"Seharusnya raja tidak akan membuang kita secara cuma-cuma, tapi aku khawatir dengan para pendekar yang berada dibawah kekuatan kita."
"Tetua Ya benar, kita mungkin akan selamat dari hukuman, tapi tidak menutupi kemungkinan kalau para True Foundation dan Wanxiang akan dihukum. Benarkan, Tetua Gu."
Orang yang dipanggil tetua Gu tersebut hanya menganggukan kepalanya dan membalas singkat. "Kau benar adik seperguruan Che."
Tiga pendekar langit yang sedang berbincang-bincang tersebut mengalihkan perhatiannya kepada 2 orang yang menghampiri mereka.
"Waahh... Sepertinya kita akan memberontak bersama kali ini ya?"
Seorang pria sepuh yang bersama pemuda tersebut berbicara dengan nada tinggi pada kelompok Tetua Gu.
"Oh? Sepertinya tetua Wu sangat bersemangat kali ini?"
"Tentu saja, mengingat kalau aku tidak pernah ikut dalam perang selama beberapa dekade, aku jadi bersemangat walau akan memberontak pada kerajaan sendiri." kata Tetua Wu. Pemuda yang bersamanya itu pun juga membuka mulut.
"Walau begitu kita hanya memiliki kesempatan yang kecil untuk memenangkan kudeta ini. Kurasa ini akan menjadi pertempuran yang akan berat sebelah bagi kita." kata pemuda tersebut.
Keempat Wandering Soul yang mendengarkan pun juga mengangguk tanda setuju.
"Ya, kau benar junior Tang. Walau kau masih terbilang tidak tua tapi kemampuanmu patut dipertimbangkan."
"Tetua Wu sialan! Sudah ku bilang jangan ungkap umurku di depanku!"
Semua yang ada tertawa lepas menyaksikan keduanya berdebat tentang masalah umur.
Beberapa saat kemudian suasana menjadi hening ketika mereka memandang seseorang dibarisan depan. Dia adalah Putri Xinxin yang memakai armor besi.
Putri Xinxin terlihat sangat mempesona ketika dia memakai armor tersebut. Banyak yang terkagum-kagum begitu melihatnya.
"Kita tidak mempunyai waktu untuk berbincang-bincang lagi! Saatnya kita bergerak untuk menyerang kerajaan sendiri."
Semua Kultivator yang hadir pun saling berpandangan karena bingung.
Tetua Gu yang merupakan anggota terkuat juga terlihat diam saat mendengarkan perkataan Putri Xinxin. "Putri, apa kita akan menyerang tanpa strategi?"
"Jangan salah paham, aku mempunyai sebuah strategi yang telah ku pikirkan tadi malam."
Putri Xinxin menjelaskan kalau masing-masing dari mereka akan melumpuhkan penjaga gerbang disetiap sisi. Setelah semua penjaga telah selesai diatasi, maka mereka akan di bagi menjadi 2 grup. Karena putri Xinxin tahu betul mengenai keamanan disetiap gerbang, dia menyuruh grup 1 yang dipimpin oleh tetua Wu dan Tetua Gu untuk menyerang gerbang utara yang pertahanannya merupakan yang terlemah diantara 4 gerbang yang ada. Sedangkan grup dua yang dipimpin oleh Tetua Tang, tetua Ya dan tetua Che akan menyerang gerbang barat.
Putri Xinxin juga menambahkan kalau kedua grup sudah selesai, maka mereka akan bergabung kembali untuk menyerang 2 gerbang yang tersisa. Putri Xinxin tentu hanya menyuruh mereka untuk melumpuhkan lawan bukan dibunuh, dan itu harus dilakukan dengan sangat lembut agar tidak terjadi keributan.
"Jadi setelah kita selesai melumpuhkan 4 gerbang, kita akan berhadapan langsung dengan istana utama?" tanya Tetua Gu pada putri Xinxin.
"Tentu tidak, itu sama saja dengan bunuh diri." kata Putri sambil memegang sebuah gulungan kertas yang berisi informasi para Kultivator kerajaan.
"Kita akan kembali berpencar dan menunggu ayah untuk mengerahkan prajuritnya, saat itulah sebagian dari kalian akan bertempur melawan para prajurit, dan sisanya akan mengikutiku untuk menyerang istana utama."
Para tetua mulai berpandangan kembali. "Tapi putri, yang mulia pasti memiliki puluhan Wandering Soul disana, tentu kami tidak mungkin bisa menghadapi mereka."
"Tenang saja, aku sudah memastikan kalau saat ini hanya ada 3 orang Wandering Soul yang berjaga melindungi ayah. Kalian tentu bisa mengatasinya bukan?"
Para tetua pun menganggukan kepala.
Merasa kalau sudah tidak ada yang keberatan dengan rencana yang dia buat, Putri Xinxin langsung mengarahkan para pasukannya untuk segera menyerang.
...
"Argh! Apa yang kau lakukan bangs*t!"
Di gerbang utara, kini mereka telah berhasil melumpuhkan semua penjaga tanpa masalah.
Namun ada yang beberapa berhasil kabur dan langsung tertembak oleh panah yang di beri racun, dan akhirnya pingsan lalu langsung ambruk diatas tanah.
Saat para Kultivator yang berjumlah 50 rang tersebut maju kedepan dengan mengendap-endap, mereka mendapat sinyal bahwa digerbang barat mereka telah menyelesaikannya juga.
"Baiklah, ayo maju!" seru tetua Gu.
Mereka kemudian mulai melesat dengan cepat kearah gerbang selatan. Di sana juga terlihat grup kedua yang sedang mengamati situasi.
Grup kedua memberi tanda agar mereka berhenti sebentar. Setelah memastikan keadaan, grup kedua memberi aba-aba kepada grup pertama untuk segera bergabung.
Begitu kedua belah grup telah menyatu, Putri Xinxin langsung memerintahkan untuk menyerang.
"Serang."
....