
Rubah Merah tersebut memandang Wang Fei yang kini tak bisa menggerakan badannya. Wang Fei cukup yakin walau dirinya berkemampuan Nescent Soul pun sulit dikatakan bisa menandingi hewan buas yang sudah bisa berbicara.
Bahkan jika dia berhadapan dengan hewan buas Xiantian tingkat akhir pun, sangat sulit untuk mengetahui siapa yang akan menang. Wang Fei tak bisa membayangkan betapa kuatnya rubah merah dihadapannya yang merupakan hewan buas berumur ribuan tahun.
"Kau memiliki kemampuan yang lumayan pada umurmu saat ini, tapi kau masih terlalu lemah untuk mewarisi harta ini..." kata Rubah merah sambil menghela nafas pelan. Kata-katanya tersebut begitu mengejutkan Wang Fei, bagaimana bisa dia hanya disebut lumayan kuat? Bahkan semua orang yang ada didunia jika mengetahui kemampuannya yang sebenarnya, mungkin dia akan disebut sebagai reinkarnasi dari dewa!
Dengan perasaan yang masih campur aduk antara terkejut, bingung, dan khawatir. Wang Fei memusatkan perhatiannya pada patung Immortal Yuan yang sebelumnya berada dihadapannya. Patung tersebut perlahan terurai menjadi serpihan-serpihan kaca yang kecil lalu memasuki tubuh rubah merah.
Pemandangan tersebut begitu membuat Wang Fei takjub, dalam dua kehidupannya dia tidak pernah menyaksikan secara langsung perpindahan jiwa. Namun saat ini matanya terbuka lebar, mengamati proses perpindahan jiwa dari patung Immortal Yuan ke rubah merah yang masih memandangnya dengan malas.
Wang Fei batuk pelan sebelum membuka mulutnya. "Senior.... Aku hanya ingin bertanya satu hal, apa yang kau maksud warisan?"
Rubah merah tersebut mengerutkan keningnya, seolah tak mengerti apa yang dimaksud Wang Fei. "Tunggu, bukankah kau masuk kesini karena tergiur akan warisan yang ada?"
"Justru sebaliknya, aku terperangkap didunia ini dan ingin mencari jalan keluar, tak sengaja aku menemukan aula ini dan bertemu denganmu." balas Wang Fei.
Raut wajah rubah merah tersebut langsung berubah, dia mulai mengelus dagunya dan memejamkan matanya. "Sepertinya formasi yang ada didunia ini sudah memudar? Ini adalah hal yang buruk..."
Ketika suatu dunia yang dilindungi oleh formasi yang kuat telah diketahui keberadaannya mungkin itu tidak akan terlalu menarik perhatian karena kebanyakan orang tak bisa menembus formasi tersebut. Namun beda cerita jika formasi yang kuat tersebut telah memudar, ini akan sangat menguntungkan orang yang memburu dunia tersebut.
Rubah merah tersebut kemudian memandang Wang Fei dengan sorot mata yang tajam. "Karena kau telah datang kesini karena keberuntungan, dan bakatmu juga lumayan. Maka aku akan memilihmu sebagai calon pewaris dari dunia ini." ucap rubah merah sambil mengeluarkan sebuah kalung giok yang bersinar terang.
Dalam waktu yang singkat kalung giok itu mengeluarkan sebuah gas berwarna hijau dan segera menuju tubuh Wang Fei. Gas tersebut bukan racun atau sejenisnya, tapi itu tetap membuat Wang Fei sedikit gelisah saat gas hijau tersebut memasuki tubuhnya melalui pori-pori kulitnya.
"Ughh!"
Tubuh Wang Fei bersinar terang dan mengeluarkan aura hitam yang pekat. Aura membunuhnya perlahan diubah menjadi aura yang penuh dengan kharisma dan kehormatan, sesaat kemudian aura membunuh yang keluar teraebut langsung memasuki tubuh Wang Fei kembali.
Tak sampai disitu, perlahan juga muncul seberkas cahaya yang menyinari kepala Wang Fei. Dengan cepat Wang Fei segera mengambil posisi lotus dan berkultivasi karena sadar seberkas cahaya tersebut adalah energi langit dan bumi yang murni.
Diluar dugaan, Wang Fei merasa jiwanya sedang dibakar oleh sesuatu yang begitu panas. Wang Fei mengerang kesakitan saat dirinya masih berkultivasi.
"I-ini adalah...! Latihan untuk peningkatan Roh!" Apa yang dialaminya saat ini adalah peningkatan roh dari langit. Memang ini begitu menyiksa namun sangat efektif.
Dalam beberapa jam berikutnya seberkas cahaya tersebut memudar dan tak lagi menyinari Wang Fei. Dengan nafas yang tersengal-sengal, dia menelan sebuah pil yang berwarna putih. Energi Ki yang telah dia gunakan perlahan pulih dalam waktu singkat.
Rubah Merah yang dari awal menyaksikan Wang Fei tersebut berkata pelan. "Kau sudah cukup mampu anak muda, sekarang tidurlah sebentar..." jarinya yang kecil menyentuh dahi Wang Fei, saat itu juga Wang Fei jatuh tak sadarkan diri ditempat tersebut.
....