God Heaven

God Heaven
Eps 14 - Spirit Essence -



Wang Fei terus mengejar pria gembel itu sampai puluhan kilometer jauhnya, namun berkat terobosannya sebelumnya, kecepatan terbangnya telah meningkat drastis.


"Jangan kira kau bisa kabur dariku!" Wang Fei terus mengejar pria gembel itu hingga pada suatu danau pria gembel itu terjatuh ketanah.


Wang Fei yang menyadari pria gembel itu sudah kehabisan energi Ki dan kelelahan pun langsung menghampirinya.


"Tidak..." Pria gembel itu merangkak menjuhi Wang Fei. Seperti dugaannya, pria gembel itu meledakan dirinya, tubuhnya sudah hancur berkeping-keping. Area didekat ledakan itu meninggalkan sebuah kubangan kedalam, Wang Fei yang saat itu berada didepan pria gembel tidak sempat untuk menghindar, akibatnya Wang Fei mengalami luka serius dan darah bercucuran kemana-mana.


Wang Fei yang terlihat hampir kehilangan kesadaran pun mulai menggunakan seni penyembuhan untuk menutup lukanya.


Wang Fei membutuhkan sehari penuh untuk menyembuhkan tubuhnya.


"Aku sudah bisa berjalan sekarang, mungkin aku akan membersihkan tubuhku terlebih dahulu?"


Wang Fei yang berada didekat danau itu pun berniat untuk membersihkan tubuhnya.


"Ughh... Meskipun lukaku sudah sembuh, tapi aku masih memiliki luka bakar dipunggungku, energi Ki milikku tidak cukup untuk menyembuhkannya."


Sambil berendam Wang Fei mencoba untuk menyerap energi alam namun hasilnya nihil. Dengan kondisinya saat ini membuat dirinya tidak mampu untuk menerima energi Ki secara tiba-tiba.


Wang Fei menghela nafas panjang. "Memang aku harus menunggu sampai paling tidak 3 hari untuk dapat menyerap energi alam." sambil keluar dari air, Wang Fei melihat sesuatu yang bercahaya merah dikedalaman danau yang luasnya hampir 100 kilometer.


"Apa itu?" Dengan rasa penasaran yang tinggi Wang Fei menyelam kedasar danau untuk mengetahui cahaya merah tersebut.


Semakin dalam Wang Fei menyelam semakin air danau terasa hangat, sampi pada kedalaman 200 meter Wang Fei merasa dirinya seperti sedang direbus.


Dengan cepat Wang Fei kembali naik kedaratan untuk mengambil nafas sekaligus mendinginkan badannya.


"Hah... Hah... Spertinya itu adalah sebuah harta magis berelemen api?" Wang Fei yang baru muncul kepermukaan pun langsung mengecek kedalam sekali lagi.


Pada kedalaman 300 meter benda yang bercahaya merah itu semakin jelas terlihat. Kali ini Wang Fei menggunakan seni pertahanan tubuh untuk menyelam kedalam danau, sehingga dia tidak terlalu merasa kepanasan saat berada didekat cahaya merah itu.


Saat Wang Fei sudah mendekati benda tersebut, terlihat kabut merah yang mengelilingi benda seperti batu yang bulat itu.


"Ini... Ini adalah... Spirit Essence?!" Ketika Wang Fei mengetahui benda yang ditemukannya adalah spirit essence yang legendaris, dia merasa dirinya seperti tersambar petir.


Spirit Essence adalah sebuah esensi kekuatan yang dapat ditanamkan kedalam jiwa manusia.


Menurut mitos, dahulu kala saat zaman es berlangsung, datang seorang dewa abadi yang menyelamatkan dunia. Dewa abadi tersebut membawa 81 Spirit Essence yang legendaris, salah satunya adalah Spirit Essence api.


Dewa abadi tersebut menggunakan Spirit Essence api untuk melelehkan es dipermukaan bumi.


Setelah zaman es sudah dimusnahkan oleh dewa abadi, dia meninggalkan 9 Spirit Essence didunia ini.


Wang Fei yang menemukan harta legenda serta mitos itu pun langsung mematung ditempat.


"Aku harus segera mengambilnya sebelum orang-orang tau." Wang Fei mengambil Spirit Essence api lalu memasukannya kedalam cicin penyimpanannya.


Wang Fei kembali kepermukaan untuk memeriksa Spirit Essence yang dia temukan.


"Seingatku hanya ada 4 orang saja yang memiliki Spirit Essence di dunia ini, dan aku akan menjadi orang ke 5 yang memiliki Spirit Essence, ini benar-benar luar biasa!" dengan rasa yang senang sekaligus tak percaya Wang Fei langsung menyerap Spirit Essence api didalam cincin penyimpanannya.


Kabut merah berputar-putar mengelilingi tubuh Wang Fei. Kabut merah itu masuk ke tubuh Wang Fei melalui pori-pori kulitnya.


"Urghh!!" Wang Fei terlihat sangat kesakitan. "Rasa sakit ini... Rasa panas ini..." suhu tubuh Wang Fei meningkat dengan eksplosif.


Disekitar tubuh Wang Fei mulai memancarkan cahaya merah seperti api. Butuh 1 minggu penuh Wang Fei menyerap Essence spirit itu.


"Hahh! Hah! Benar-benar seperti neraka... Aku tersiksa sampai-sampai jiwaku sendiri hampir terbakar." Setelah Wang Fei menyerap Spirit Essence, dia mulai menyerap energi alam untuk memulihkan energi Ki nya.


Sebenarnya jika saja Inti Jiwa miliknya lebih dominan Yang, maka penyerapan itu mungkin akn selesai dalam satu hari. Namun inti jiwanya adalah Yin, itulah mengapa dalam satu minggu Wang Fei hanya bisa menyerap sepuluh persen Spirit Essence itu.


Setelah beberapa jam Wang Fei beristirahat, dia berniat untuk kembali menemui Li Yan.


Wang Fei berlari secepat angin dan sesekali terbang sementara waktu untuk menentukan jalan.


Hanya dalam waktu 10 menit Wang Fei telah sampai di tempat Li Yan tinggal. Namun tidak ada seorangpun dirumahnya, ini membuat Wang Fei sedikit khawatir.


"Senior Li telah menolongku sebelumnya, dan aku belum membalasnya. Aku harus menemukannya."


Setelah Wang Fei menyusuri area sekitar rumah, Wang Fei tidak menemukan apapun. Namun tiba-tiba terdengar teriakan seorang perempuan dari kejauhan.


"Apa?! Markas para bandit?" Wang Fei yang menyadari teriakan barusan berasal dari markas bandit pun langsung menuju kesana.


...


"Hahaha! Minggu lalu temanmu itu menghancurkan markas kami, dan belum bertanggung jawab. Bagaimana kalau kau yang menjadi bayarannya?" seorang pria yang mirip suku barbar itu berkata dengan penuh nafsu kepada Li Yan yang terikat di tiang.


"Semua itu karena kalian yang akan melepaskan hewan buas didesanya, makanya dia menjadi marah besar dan menghancurkan tempat ini!" Li Yan yang saat itu sedang terikat pun berteriak kearah pria barbar itu.


"Dasar Iblis!!"


Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Li Yan membuat pria itu semakin marah dan merobek pakaian Li Yan.


"Kau berani berkata seperti itu kepadaku? Hari ini kau akan mati!" pria itu terus merobek pakaian Li Yan sampai hanya tersisa sedikit kain ditubuh Li Yan.


"Oh? Kau memiliki tubuh yang bagus." pria itu mulai meraba-raba tubuh Li Yan.


Li Yan berteriak sekencang-kencangnya. "Tidak! Seseorang, tolong aku!!" dengan suara yang diselimuti keputusasaan dan rasa takut, Li Yan tak bisa berbuat apa-apa sekarang.


Tiba-tiba seorang anak yang hanya memakai celana tanpa baju muncul di belakang Pria barbar itu.


"Apa yang...?!"


Belum sempat pria itu menyelesaikan perkataannya, kepala pria itu langsung terlepas dari tubuhnya.


"Ternyata masih ada yang tersisa ya?"


.........