
Wanita yang baru saja keluar dari ruangan raja tersebut kini menampakan wajah yang penuh dengan amarah.
Tak peduli lagi dengan sapaan-sapaan dari keluarga kerajaan yang berpapasan dengannya, wanita tersebut terus murung dan mendengus dingin.
"Aku tak memiliki pilihan lain lagi, aku akan melakukan kudeta dan menggulingkan kekuasaan ayah!"
Wanita tersebut merencanakan untuk melakukan sesuatu pada kerajaan ayahnya, menurutnya ayahnya telah bertindak terlalu jauh mengenai pencarian 7 kitab dewa. Dia tentu sangat tidak menyetujui hal itu karena paham apa yang dirasakan orang lain ketika rumah yang mereka tinggali diserang dan diruntuhkan.
Ketika wanita itu hendak memasuki sebuah ruangan yang berada paling ujung di istana utama, terlihat 2 orang penjaga menyambutnya dengan hormat.
"Salam putri Xinxin."
Ucap serentak 2 orang penjaga tersebut sambil membungkukan badan mereka. Wanita yang di panggil Putri Xinxin itu langsung menghentakan kakinya.
"Jendral Feng! Keluar, dan temui aku disini sekarang."
Putri Xinxin berseru kearah ruangan Feng Shan di hadapannya. Tindakannya tersebut membuat 2 orang penjaga merasa gelisah.
"P-putri, jendral sekarang sedang sibuk... Jadi datanglah lain kali.."
Nada bicara penjaga tersebut terdengar ketakutan. Namun Putri Xinxin justru tak mempedulikan hal itu.
Tak lama setelahnya, muncul seorang berbaju hitam dengan rambut yang terurai sampai pinggulnya. Tatapan matanya tajam seolah bisa membelah apapun.
"Siapa yang berkunjung di rungan kerjaku?"
Putri Xinxin yang menyadari kalau pria didepannya adalah Feng Shan tertawa lepas saat melihatnya dari ujung kaki sampai ujung rambut.
"Apa yang kau lakukan Paman Feng? Tidak seperti biasanya cara berpakaianmu seperti ini... Pfft!"
"Hmph! Berhenti mengejekku! Sudahlah, apa yang membuatmu harus menemuiku?"
Putri Xinxin kemudian melirik kanan kiri untuk memastikan keadaan. Dia kemudian menarik pergelangan tangan Feng Shan dan memasuki ruangan.
"Hei! Apa yang kau lakukan?"
"Diamlah sebentar."
Setelah keduanya telah duduk disofa ruangan itu, Feng Shan kemudian menyuruh pelayan untuk membuatkan teh untuk Putri Xinxin.
"Sekarang apa maumu?"
"Ini tentang ayahku."
Feng Shan kemudian memasang ekspresi yang bingung. Dia tidak menyadari bahwa niat dari Putri Xinxin adalah membawanya ikut serta dalam kudeta yang dia rencanakan.
"Apa?! Kau sudah gila?!"
Feng Shan tidak dapat menahan dirinya untuk terkejut ketika mendengar Putri Xinxin ingin melakukan kudeta terhadap kekuasaan ayahnya.
"Aku hanya ingin kau meminjamkanku 5 kultivator Wandering Soul, dan aku akan membayarmu dengan sebongkah batu giok Awan Api."
Feng Shan sekali lagi tersedak nafasnya sendiri, mengerahkan 5 Wanderimg Soul? Itu sangat beresiko! Namun, ketika mendengar kata-kata terakhir Putri Xinxin, itu membuatnya tersenyum lebar.
"Putri, apa ada bukti kalau benda tersebut ada padamu?"
"Hmph, kau memang hanya tertarik pada harta!"
Putri Xinxin kemudian mengeluarkan sebongkah batu berwarna merah dengan lukisan seperti awan disetiap permukaan batu. Itu adalah Giok Awan Api yang sangat dicari-cari para kultivator dari seluruh dunia!
Mata Feng Shan berbinar saat memandang sebongkah batu ditangan Putri Xinxin tersebut.
Feng Shan mengangguk pelan sambil berkata. "Baiklah, aku akan menyerahkan 5 kulrivator Wandering Soul untukmu. Dan sebagai bonus aku akan menambahkan 10 Wanxiang dan 70 True Foundation."
Putri Xinxin menjadi sangat senang karena telah mendapatkan sebuah pasukan yang begitu kuat dari seorang jendral ternama. Menurutnya, akan lebih mudah jika ada lebih banyak para Wandering Soul, namun jumlah yang ada saat ini itu sudah cukup baginya.
"Terima kasih jendral Feng, aku akan memberikan batu Giok ini ketika pasukan yang kau janjikan telah berada dibawah perintahku."
"Hehe, baiklah. Aku akan segera menyiapkannya."
Setelah beberapa jam kemudian, Feng Shan telah menyelesaikan tugasnya tersebut. Terlihat banyak kultivator tingkat tinggi berbaris di lapangan belakang istana, ini adalah pasukan yang akan melakukan kudeta.
Putri Xinxin menepati janjinya untuk menyerahkan Batu Giok Awan Api sebagai bayaran. Meskipun begitu, ternyata Feng Shan menambahkan 15 orang True Foundation lagi pada pasukannya dan membuatnya genap berjumlah 100 pendekar.
"Baiklah, besok adalah hari dimana aku akan menyerang kerajaan ini. Ingat! Kau tidak boleh membocorkan informasi ini ke ayahku." ucap Putri Xinxin kepada Feng Shan.
"Baiklah, tuan putri."
Setelah itu, putri Xinxin langsung pergi dengan para pasukannya menuju kediamannya.
Feng Shan yang menyaksikan kepergian Putri Xinxin itu hanya tersenyum lebar.
"Hahaha! Mau sekeras apapun kau berusaha Putri Xinxin... Ayahmu itu memiliki lebih dari 100 kultivator Wandering Soul! Aku menyetujui penawaranmu tadi hanya karena tau bahwa kau tidak akan bisa mengalahkan ayahmu." kata Feng Shan sambil menyeringai.
"Hehe... Besok juga akan menjadi hari terburuk bagimu putri Xinxin."
...