
Meskipun Sepatu Petir yang Wang Fei buat masih belum memenuhi standar darinya, mungkin dengan performa Sepatu Petir saat ini sudah cukup untuk dikenalkan ke publik.
Awalnya Wang Fei berniat untuk mencapai jarak tempuh 10 ribu kilometer dengan kecepatan penuh dari sepatu tersebut, namun karena gagal terus menerus membuat Wang Fei sudah cukup untuk melakukan perbaikan ulang.
"Dua minggu dari sekarang, kota Zuhui akan mengadakan pertemuan bisnis antar 3 kerajaan di daratan tengah. Saat itulah kesematanku untuk memperkenalkan teknologi yang aku buat." gumam Wang Fei.
Mungkin Wang Fei bisa saja memamerkan Sepatu petir buatannya satu minggu dari sekarang. Tapi saat seperti itu tidak cukup menguntungkan baginya. Wang Fei berniat untuk menarik perhatian dari kerajaan lain, dengan begitu jika kerajaan tetangga terpengaruh dengan apa yang dia punya, dia bisa mengambil kesempatan tersebut untuk bekerja sama dengan para bangsawan yang sangat kaya.
"Sudahlah, untuk dua minggu kedepan mungkin aku akan memfokuskan latihan kekuatan jiwa ku saja. Sekaligus sambil menyempurnakan lagi Sepatu Petir." Wang Fei berbalik kearah sekte pedang abadi lalu melangkah dengan cepat.
Swoosh!!
...
Dua minggu kemudian.
Kota Zuhui saat ini sedang ramai, dan banyak sekali orang yang berlalu lalang di jalanan kota. Terlihat kalau mereka semua memakai pakaian yang cukup bagus.
Wang Fei sendiri berada di sebuah bangunan yang sedikit besar bersama Li Yan. Sejak tingkah laku aneh Li Yan saat itu, mereka berdua menjadi semakin canggung. Bahkan mereka menjadi sangat jarang berbicara satu sama lain kecuali ada hal yang sangat penting.
"Pakaian baru untuk murid unggulan sekte ternyata lumayan keren." gumam Wang Fei. "Tapi murid unggulan lain memakai baju warna biru, sedangkan aku memakai baju berwarna ungu, bahkan hanya aku satu-satunya yang memiliki warna seperti ini."
Saat Sekte Pedang Abadi mengetahui kalau kota Zuhui akan mengadakan pertemuan 3 kerajaan, para ketua sekte memutuskan untuk membuat baju baru bagi murid Dalam dan Unggulan mereka. Murid Dalam diberikan baju warna merah, sedangkan murid Unggulan diberikan warna biru. Namun yang Wang Fei tak mengerti adalah, kenapa dia diberikan baju berwarna ungu? Bahkan hanya dia seorang diri yang memakainya.
Wang Fei menghela nafas panjang. "Sudahlah... Lebih baik aku harus bergegas ke jalan kota untuk menyambut utusan kerajaan."
...
Drap! Drap! Drap!
Hentakan kaki kuda terdengar saat memasuki gerbang kota. Kereta yang ditarik 2 ekor kuda tersebut begitu mewah dan dilapisi emas berkilau. Didalam kereta kuda itu terlihat 2 orang, satu orang pemuda dan satu orang yang kelihatannya sudah berumur tua. Kereta ini dimiliki oleh kerajaan Fanjia.
Saat kereta kuda tersebut memasuki kota, orang-orang yang menyaksikannya tak bersuara sedikitpun.
Tak berapa lama sebuah kereta kuda yang lain ikut memasuki kota, dilihat darimanapun kereta kuda tersebut begitu mewah. Bahkan di bagian depan kereta itu terdapat kepala Hewan Buas Harimau Bayangan yang termasuk Hewan Buas terlangka di daratan ini.
Kereta kuda itu berpenumpang 3 orang pria yang salah satu dari mereka memakai jubah berwarna merah darah, dan dua orang lainnya memakai armor besi berwarna biru. Kereta ini adalah milik kerajaan Yuanqi.
Saat semua orang sangat fokus menyaksikan kedua kerajaan telah datang, sekali lagi terdengar suara hentakan kaki kuda yang keras.
Dari kejauhan, terlihat sebuah kereta yang sangat besar dan ditarik oleh 4 ekor kuda Putih.
Dengan kereta yang seluruhnya berwarna ungu dan perak, semua orang mengetahui kalau kereta tersebut dari kerajaan diwilayah mereka sendiri, kerajaan Qianyang.
Wang Fei yang menyaksikan kedatangan ketiga utusan kerajaan tersebut hanya diam. Namun saat melihat lebih jauh kepada kereta kerajaan Qianyang, dia sedikit terkejut.
"Hm? Bukankah itu putri tetua raja? Wei Sha?"
Wang Fei menyadari kalau seorang gadis yang didalam kereta tersebut merupakan putri raja Qianyang. Yang membuat Wang Fei terkejut adalah, raja Qianyang sangat menyayangi putrinya Wei Sha, namun kenapa raja membiarkan putrinya untuk datang kesini pada masa-masa kekacauan ini?
Ye Zhou sendiri merupakan anak dari bangsawan kaya yang menguasai jalur perdagangan di 3 kerajaan. Rumor menyebutkan bahwa Ye Zhou menyukai Wei Sha, namun Wei Sha tidak suka dengannya. Tapi kalau begitu kenapa Ye Zhou masih dengannya?
"Sepertinya ada yang aneh?" gumam Wang Fei. Betapa terkejutnya lagi Wang Fei saat dia melihat kearah belakang gerbang.
Puluhan prajurit berlapis emas memasuki gerbang kota dengan kudanya yang gagah perkasa.
"50 prajurit elit kerajaan?! Sedang apa mereka disini?" Keterkejutan Wang Fei sangat tak bisa disembunyikan. Prajurit elit kerajaan biasanya memiliki kemampuan hampir mencapai kekuatan Wanxiang, tapi mengerahkan 50 prajurit yang memiliki kemampuan seperti itu... Ini terlalu menakutkan!
"Sebenarnya ada apa dengan pertemuan ini? Apakah mereka sedang mengawal Wei Sha? Sepertinya begitu..."
Wang Fei semakin yakin kalau 50 prajurit elit dari kerajaan Qianyang bertugas untuk mengawal Wei Sha sang putri kerajaan. Wang Fei berpendapat kalau ini yang menyebabkan raja Qianyang mempercayai putrinya dari pertemuan kali ini.
...
Kereta kuda ke 3 kerajaan telah terparkir didekat gedung yang megah. Gedung tersebut merupakan gedung paling besar dikota Zuhui.
Salah satu utusan kerajaan Yuanqi memandang sekelilingnya saat keluar dari kereta.
"Hmmph!! Kota yang sangat kotor! Kenapa kita harus kesini?!" pria berjubah emas berkata dengan marah.
"Bersabarlah tuan muda, hanya kota ini saja yang sangat aman saat ini. Tunggu saja sampai hal ini berakhir." ucap salah prajurit berlapis besi warna biru.
"Hmph!!"
....
"Waaahh!! Kota ini sangat ramai meskipun keadaan dunia dalam kekacauan!" seru salah satu pemuda yang memiliki postur tubuh yang pendek.
"Apakah disini ada wahana bermain? Aku ingin mengelilingi kota ini!"
"Pangeran... Tolong jaga sikap anda, disini banyak orang..." ucap seorang pria tua.
Pamuda itu mengalihkan pandangannya ke prajurit itu. "Biarkan saja! Aku adalah aku, kamu adalah kamu. Aku ingin segera menyelesaikan masalah ini!"
"Ahaha... Sepertinya pangeran kita terlalu bersemangat hari ini...?"
....
"Tuan putri, ikuti aku. Kita akan memasuki gedung yang busuk ini, jadi genggam tanganku." kata Ye Zhou kepada Wei Sha.
"Sudahlah, menjauhlah dariku. Dan kau tak pantas menyebut gedung ini busuk, aku tak melihat adanya kekurangan pada gedung ini." kata Wei Sha dingin.
Ye Zhou langsung menggenggam erat tangannya. "Hmph! Tunggu saja dan kau akan menjadi miliku, putri sialan!"
..............................