God Heaven

God Heaven
Eps 75 - Penyiksaan Yang Menyakitkan -



**PERINGATAN!


-TERDAPAT ADEGAN PENGANIYAYAAN DAN BRUTAL DI EPISODE KALI INI**


-------------------------------------------


Ketika para perampok mulai mengetahui tentang kondisi mereka saat ini, kebanyakan dari mereka begitu marah dan mengutuk Wang Fei.


Namun dengan keadaan Wang Fei saat ini walaupun mereka tahu tak akan bisa mengalahkannya jika dia dalam kondisi tubuh yang baik, tapi hal ini adalah kesempatan besar bagi mereka.


Terlihat puluhan perampok yang memiliki kekuatan Qi Foundation mengejar Wang Fei dengan penuh amarah.


Semuanya tahu jika mereka mengejar Wang Fei mungkin kecepatan mereka akan sangat lambat jika dihandingkan dengannya. Oleh karena itu sebelumnya mereka menyiapkan perangkap berupa gas beracun didekat hutan belantara, dan alhasil Wang Fei terkena jebakan mereka yang membuat gerakan tubuhnya menjadi sangat kaku.


Kecepatan berlarinya saat ini mungkin bisa dibilang hampir sama dengan kelompok perampok yang mengejarnya. Namun tetap saja mereka tak dapat melakukan serangan karena jarak diantara keduanya terbilang cukup jauh.


"Ughh! Aku tak bisa bertahan lebih lama lagi..." dibalik wajah tenangnya itu, sebenarnya Wang Fei merasa sangat putus asa mengingat kekuatannya yang telah terkuras sangat banyak. Belum lagi dia dihadapkan dengan puluhan Qi Foundation dalam kondisi seperti itu.


Tiba-tiba salah satu dari kelompok perampok itu melemparkan pisau yang sangat tajam pada Wang Fei. Serangan tersebut sangat akurat dan akhirnya mengenai kaki Wang Fei.


Wang Fei langsung tersungkur jatuh ketanah begitu serangan tersebut mengenainya. Mencoba untuk bangkit lebih cepat, namun para kelompok perampok telah tiba dan mengelilinginya.


"Kau adalah ancaman bagi kami, dan kau pantas mati!"


"Serahkan nyawamu sebelum kami mengambil nyawamu!"


"Heh! Keberuntungan tak berpihak padamu."


Berbagai perkataan menghina dilontarkan kepada Wang Fei yang saat ini hanya duduk tertunduk diatas tanah. Dia menyadari kekuatannya saat ini benar-benar telah habis, sangat mustahil untuk keluar dari situasi seperti ini.


Wang Fei dengan wajah terlihat murung, menengadah keatas langit. "Yahh... Sepertinya aku benar-benar akan mati kali ini?"


Satu per satu kelompok perampok tersebut mendekat perlahan kearah Wang Fei. Mereka tak menggunakan senjata untuk menghabisi Wang Fei, namun menggunakan pukulan dan tendangan!


Suara pukulan yang keras dapat terdengar setiap saat begitu mereka berusaha menghabisi Wang Fei dengan cara paling menyakitkan. Bahkan Wang Fei akan memilih agar cepat mati dibanding dengan dipukuli seperti ini.


Seiring berjalannya waktu, satu demi satu dari mereka mulai kelelahan. Dan akhirnya mereka memilih menggunakan pisau dan pedang yang mereka bawa.


Sekali lagi, mereka mulai memahat tubuh Wang Fei dengan sadis menggunakan pisau tajam mereka. Dia sendiri jelas tak bisa membendung rasa sakit yang sedemikian rupa meski tubuhnya dilindungi energi Ki.


Teriakan kesakitan Wang Fei sungguh menyayat hati, dalam setiap geraman kesakitannya dia meneteskan air mata.


Berbeda dengan Wang Fei, kelompok perampok yang melakukan tersebut tersenyum puas, hanya satu kata yang dapat menjelaskan sifat mereka tersebut. PSIKOPAT!


Mereka tetap melanjutkan penyiksaan itu pada Wang Fei. Saat kulitnya diiris dan dipotong-potong menjadi beberapa bagian, Wang Fei tak dapat lagi menahan rasa sakit dan membuatnya menggila. Namun apalah daya ketika dia diikat disebuah pohon besar didekat situ.


"Aaahhhh!!!!"


Teriakan Wang Fei begitu membahana didalam hutan, menyebabkan semua makhluk didekat sana berlarian menjauhi sumber suara tersebut.


Kali ini mereka memahat tubuh Wang Fei menggunakan tombak runcing yang sedikit pendek, mengukir huruf 'B' yang besar pada perut Wang Fei.


"Heuughh!!!"


Darah mulai bercucuran melalui mulut Wang Fei dan membanjiri tubuhnya sendiri dengan darah yang sangat banyak. Diakhir penyiksaan mereka tersebut, salah satu diantara mereka kamudian menancapkan 3 buah pisau pada perut Wang Fei.


JLEB! JLEB! JLEB!


"Aahhhh!!!"


Semakin Wang Fei berteriak kesakitan, semakin lebar senyum di wajah mereka. Meninggalkan Wang Fei yang dalam kondisi paling menyedihkan dan mengerikan.


"Apakah kita akan meninggalkannya? Dan tidak membunuhnya?"


"Heh! Biarkan dia merasakan keputus asaan ketika para binatang mulai mengunyah tubuhnya."


"Hahaha! Kau benar-benar brutal! Aku suka itu."


Perlahan kelompok tersebut meninggalkan hutan.


Pandangan Wang Fei kosong saat menatap mereka dari kejauhan. "Mati... Mati...! Mati kalian semua!!" kata-kata tersebut tak bisa keluar dari mulutnya.


"Aku... Aku akan membalaskan dendam ini... Tunggu saja..."


Pandangan Wang Fei mulai kabur dan perlahan menutup matanya. Namun hal tak terduga terjadi secara tiba-tiba.


Didepan Wang Fei muncul seorang wanita yang memakai jubah berwarna putih terang yang mencolok. Wang Fei sempat menatap matanya dan tersenyum pada wanita tersebut. Sebelum akhirnya kesadaran Wang Fei telah hilang sepenuhnya.


...