God Heaven

God Heaven
Eps 54 - Sebelum Kesengsaraan -



Hari-hari yang dilalui Wang Fei berasa seperti di neraka, saat pelatihannya bersama Xue Jian dia terus dipukuli jika dia tidak berhasil apa yang Xue Jian suruh.


Di awal latihan saja Xue Jian menyuruhnya untuk memadatkan energi, tentu itu sangat mustahil dilakukan dalam waktu singkat, namun Xue Jian hanya memberi waktu 5 jam sebelum akhirnya dia akan menambah porsi latihan kembali.


Memang sebelumnya Wang Fei pernah berlatih memadatkan energi, namun dirinya merasa kalau hal tersebut biasa saja jadi dia tidak meneruskan melatih energi ki miliknya.


Bahkan saat dia dihukum mengelilingi hutan seluas 1000 kilometer, dia hanya diberi waktu 2 jam. Tentu hukuman itu juga akan berpengaruh pada kekuatan fisiknya, namun mengingat hukuman yang terlalu berat, Wang Fei tak pernah bisa mengilingi hutan tersebut selama 2 jam.


Semakin dia gagal semakin banyak pula Xue Jian menambahkan hukuman baru. Sudah 2 hari berlalu saat Wang Fei menjadi murid Xue Jian, dan hanya tersisa satu hari sebelum hari kesengsaraan datang.


"Kau benar-benar payah! Begini saja kau tidak bisa?!" Xue Jian berteriak lantang kearah Wang Fei dengan posisi duduk santai.


"Ahh... Ayolah Guru, kau tidak ingin membunuh murid yang tak berdaya ini, kan?" kata Wang Fei lesu.


Dalam 2 hari terakhir, latihannya berasa seperti 3 bulan. Bagaimana tidak, setiap hari dia hanya diberikan waktu 1 jam untuk beristirahat oleh Xue Jian.


Mengingat kalau mentalnya sudah mencapai batas, Wang Fei akhirnya terduduk sambil memegang sebelah tangannya.


"Aku... Berhasil..."


Xue Jian melangkah kedepan saat melihat Wang Fei telah tersungkur ditanah.


"Hmm... Kau melakukannya dengan cepat."


...


Wang Fei yang telah kehilangan kesadarannya akibat terlalu banyak menggunakan energi Ki dibawa Xue Jian kedalam gua. Dia tau kalau tubuh muridnya itu tidak bisa bertahan lebih lama lagi karena kelelahan.


Meskipun begitu, Xue Jian sama sekali tidak berniat mengurangi porsi latihan yang dia berikan padanya. Memang selama 2 hari ini Xue Jian hanya mengajarkan Ilmu Meringankan Tubuh dan Pembentukan Energi.


Untuk Wang Fei sendiri dia telah hampir menguasai Ilmu Meringankan Tubuh tahap pertama, jadi dia tak terlalu lambat untuk menguasai tahap pertama dibawah bimbingan Xue Jian.


Namun lain halnya jika dia mempelajari Pembentukan Energi. Wang Fei sendiri tak menyangka kalau pembentukan Energi akan sangat sulit dikuasai, bahkan dia yang telah berusaha 2 hari 2 malam tanpa tidur pun nyaris gagal.


Xue Jian sendiri memang adalah Ahli dalam Pembentukan Energi yang ternama. Dikatakan kalau dia mempunyai sebuah kitab yang dapat menghantarkannya ke puncak bela diri melalui Pembentukan Energi.


Kelompok yang menyerang Xue Jian beberapa minggu lalu juga mengincar kitab tersebut karena imbalan yang diberikan oleh atasan mereka sangat besar. Namun mereka tidak tahu kalau Xue Jian memiliki kekuatan yang tak dapat mereka bayangkan sehingga akhirnya mereka menghilang dari muka bumi.


Hal tersebut juga menguntungkan Xue Jian, karena peristiwa itu membuatnya menembus surga dan mendapatkan harapannya yang telah lama hilang.


Mungkin bagi Xue Jian melewati hari-harinya yang kelam adalah hal yang sangat menakutkan saat hidupnya. Dan mengingat kalau sebentar lagi dia akan meninggalkan alam Fana, dia tak akan kesepian seperti dulu lagi.


Siang hari kemudian, Xue Jian melanjutkan melatih Wang Fei dalam pembentukan energi. Kali ini dia memberitahukannya teknik yang sangat pas dipakai untuk mengalahkan musuh secara cepat. Namun, menurutnya Wang Fei tak akan dapat mempelajari jurus tersebut dalam waktu dekat. Diluar dugaan, Wang Fei malah menguasai jurus tersebut hanya dalam waktu 1 jam.


Impian Xue Jian yang menginginkan murid berbakat tinggi telah tercapai, dan dia memberikan lebih banyak jurus kepada Wang Fei.


Selama 8 jam terakhir, Wang Fei berhasil menguasai 10 dasar pembentukan energi. Ini membuatnya selangkah lagi lebih dekat untuk menerobos tahap Wanxiang.


"Baiklah, kau telah menguasai semua dasar dalam waktu yang sangat singkat." kata Xue Jian. "Bahkan dulu aku membutuhkan waktu 2 bulan untuk menguasainya, kau benar-benar sebuah batu giok yang masih kasar."


Xue Jian menatap lama Wang Fei sampai akhirnya membuka mulutnya.


"Hahh... Kau memang haus akan kekuatan... Aku akan mengajarkanmu satu teknik lagi."


Xue Jian secara tiba-tiba memproyeksikan pedang terbang yang berjumlah 36 buah. Dengan warna biru yang terang, Wang Fei dapat merasakan energi bumi dan langit terdapat didalamnya.


"Ini adalah jurus terkuat ke-10 ku. Bersyukurlah karena aku mewariskannya kepadamu."


Wang Fei kemudian memalingkan mukanya. "Hmph! Apanya yang jurus terhebat ke-10? Kau kan sebentar lagi akan tiada, kenapa tidak memberiku jurus terkuatmu saja?" Ucap Wang Fei dalam hati sambil memasang ekspresi mengejek.


"Hei! Apa yang kau pikirkan?"


"Tidak... Tidak ada!"


Wang Fei kembali fokus kepada pelajarannya, dia mendapatkan wawasan baru tentang pembentukan energi. Menurutnya, energi bisa terbentuk karena Dao dari surga yang telah menyatu dengan alam. Jika Dao dari surga menghilang maka segala sesuatu yang tercipta oleh energi Ki akan musnah dari muka bumi. Hal ini juga membuatnya paham tentang karakteristik energi yang bersifat padat.


Xue Jian kemudian menyuruh Zhao Xianyan mempraktekan jurus 36 pedang terbang yang diajarkannya.


Sebelumnya Wang Fei mencoba membuat 3 buah pedang terbang, meski jumlahnya terlalu sedikit, namun kepadatan energinya sudah sangat padat, hal inilah yang membuat Xue Jian berpendapat kalau Wang Fei dapat melakukannya dengan sempurna.


"Gabungkanlah Energi Ki yang ada ditubuhmu, biarkan dia keluar dan menyatu dengan udara, lalu padatkan mereka dengan jumlah 36 buah pedang terbang, kau akan bisa menambah kuantitasnya saat mencapai kekuatan yang baru." jelas Xue Jian.


Wang Fei mengangguk lalu melakukan gerakan tangan yang rumit. Seketika tercipta sebuah pedang terbang berwarna emas, seiring berjalannya waktu, pedang terbang tersebut terus bertambah sampai akhirnya mencapai 20 buah pedang terbang.


"Ughh..."


Wang Fei sudah tak dapat menahan lonjakan energi yang telah dibuat olehnya, akhirnya kedua puluh pedang terbang tersebut terurai dan menyatu dengan alam.


"Tak perlu berkecil hati, cobalah sekali lagi." kata Xue Jian sambil menepuk pundak Wang Fei.


Wang Fei menetapkan tekadnya ke hatinya yang terdalam. Sekali lagi dia melakukan gerakan tangan yang sulit diikuti oleh orang normal.


Pedang terbang yang melayang diatas kepalanya, itu terus bertambah dan dalam waktu singkat telah terbentuk 35 pedang terbang.


"Fokuskan pikiranmu dan perkuat rohmu! Semakin kuat kekuatan jiwa yang kau kerahkan semakin besar pula kemungkinan kau membentuk pedang terakhir." seru Xue Jian dari jauh sambil memandang 35 pedang terbang berwarna biru.


Wang Fei kemudian mengeluarkan lebih banyak energi Ki miliknya dan membentuk sebuah objek yang baru.


Swoosh!


Satu pedang terbang telah terbentuk!


Wang Fei langsung terjatuh keatas tanah dan memandang langit yang berwarna jingga.


"Berhasil... Aku memang tak terkalahkan..."


...