God Heaven

God Heaven
Eps 37 - Tes Bertarung (2) -



Semua ketua yang menghadiri pertarungan itu menampakan ekspresi yang terkejut. Bahkan jika dua hewan buas seperti itu saja dihadapkan dengan mereka, tidak menjamin kalau mereka akan menang.


Salah satu ketua pedang mulai setuju dengan promosi yang diberikan Yan Hu untuk Li Yan. Para ketua yang lain juga ikut menganggukan kepala menandakan setuju.


"Di umur yang baru segini, dia menduduki tahap Core Foundation Puncak merupakan bakat yang luar biasa!"


Ketua pedang yang terlihat seperti kakek tua dan berambut putih, memberikan komentar kepada Li Yan.


Tentu semua ketua pedang juga setuju kalau menyebut Li Yan merupakan seorang yang berbakat tinggi. Pada orang yang paling berbakat di sekte pedang abadi, hanya ada satu orang yang menembus tahap Core Foundation pada umur ke 17 tahun, tapi hanya pada tahap awal! Sedangkan Li Yan sudah berada pada tahap puncak.


Para ketua pedang setuju untuk melanjutkan tes tersebut, kali ini Wang Fei akan dihadapkan dengan Hewan Buas Xiantian! Hewan buas xiantian memiliki kekuatan yang mengimbangi Qi Foundation, jika saja para ketua pedang yang berjumlah 10 orang itu berhadapan dengan 3 hewan buas Xiantian saja, maka bisa dipastikan kalau pertarungan seperti itu akan imbang. Karena pada setiap hewan buas xiantian memiliki ketahan tubuh yang sangat kuat, bahkan lebih kuat dibanding dengan seorang Qi Foundation biasa!


Alasan Wang Fei dihadapkan dengan Hewan Buas xiantian ini karena Yan Hu sangat percaya diri bahwa Wang Fei bisa mengalahkannya. Karena dia sendiri tahu kalau Wang Fei memiliki kekuatan True Foundation.


"Mereka memang tidak berniat membuatku masuk ke sekte ini?" Wang Fei menggelengkan kepalanya saat melihat hewan buas Xiantian keluar dari kandangnya. Sialnya lagi dia dihadapkan dengan hewan buas xiantian jenis unggas! Jenis ini lebih sulit di lawan karena dia bisa terbang dan gerakannya sangat cepat.


"Haah.... Meskipun aku bisa mengalahkannya, tapi ini sangat merepotkan."


Hewan buas xiantian jenis unggas mereka tak bisa mengeluarkan suara, melainkan memancarkan gelombang ultra sonik untuk mengancam lawannya. Saat Wang Fei menatapnya saja, dia merasakan kalau aura disekitarnya seperti berubah karena pengaruh dari hewan buas itu.


Wang Fei jelas sudah sering dihadapkan dengan hewan buas xiantian seperti ini pada kehidupan pertamanya. Dia juga mendapatkan pengalaman dari pertarungan seperti ini sebelumnya.


"Meskipun hewan buas xiantian terkenal kuat, tapi jika aku menyerang pada titik lemahnya, maka dia akan tumbang dalam sekali serang." batin Wang Fei. Meskipun dia bisa mengalahkan hewan buas seperti itu dalam sekali serang, akan sangat sulit untuk menemukan momen yang pas untuk menyerangnya.


Saat hewan buas xiantian yang lebih mirip burung gagak itu terlepas dari belenggunya, dia tiba-tiba terbang keatas langit. Meskipun dia tidak bisa melarikan diri dari sini karena Formasi pelindung yang dibuat ketua pedang, dia berencana untuk membunuh semua orang yang dilihatnya.


Merasa kalau gerak gerik burung itu membuat Wang Fei curiga kalau burung xiantian itu sudah memiliki keceradasan.


"Kalau memang begitu, ini akan semakin sulit..."


Sebelum burung itu menyerang kebawah, Wang Fei terlebih dahulu menyerangnya. Dia terbang keatas menggunakan tenaga dalamnya, dalam sekilas saja sudah terlihat kalau Wang Fei sudah sampai didekat burung itu.


Para ketua pedang menampkan keterkejutan dari wajahnya.


"Anak itu...!"


"Dia bisa terbang! Mungkinkah dia sudah berada ditahap True Foundation?!"


"Mustahil! Dengan kecepatan seperti itu pasti akan terjadi Sonic Boom!"


Bunyi dentuman yang keras terdengar dari langit ketika Wang Fei menghampiri burung itu. Ini membuat kabut di sekitarnya terkikis, bahkan awan yang lebih tinggi pun menyebar kesegala arah.


Sekali lagi para ketua pedang terpana atas apa yang dilakukan Wang Fei.


Burung itu mulai mengepakan sayapnya, hembusan angin kencang terjadi ketika sayap burung itu dihempaskan kebawah.


Wang Fei terlempar kebelakang sejauh 100 meter. Karena dia sedang berada diatas udara dan gaya gravitasi di atas rendah, Wang Fei jadi terlempar lebih jauh dibandingkan didarat.


Tidak sampai disitu, burung tersebut kembali mengeluarkan aura pekat dari tubuhnya, aura itu sudah cukup untuk menekan seorang Qi Foundation. .


Melihat pergerakan burung itu yang tidak biasa membuat Wang Fei semakin waspada. Di tetap mempertahankan dirinya berada diudara meskipun memerlukan energi Ki yang tak sedikit.


"Sepertinya aku harus menggunakan Icedragon Sword? Tidak, aku harus menyembunyikannya untuk sekarang."


Pedang yang dipakai Wang Fei merupakan Pusaka biasa yang dia temukan di cincin penyimpanan milik Lan Xia waktu dia menyerang keluarganya.


"Pedang ini sidah cukup bagus, tapi aku ragu akan durabilitasnya."


Sebelumnya Wang Fei juga telah pernah memiliki pedang seperti ini, memang ketajamannya cukup untuk memotong pohon dengan sekali tebas. Tapi durabilitasnya perlu dipertimbangkan.


Wang Fei tidak memikirkanya lebih jauh. Dia memilih untuk menyerang burung itu dengan kecepatan tingginya.


Keduanya bergerak secepat kilat, benturan terjadi saat keduanya mulai bertukar serangan. Bunyi dentangan terjadi setiap serangan yang diberikan Wang Fei.


Burung itu tetap bisa menangkis tebasan pedang Wang Fei meskipun dia bergerak dengan cepat.


Diudara terlihat percikan-percikan api akibat benturan pedang Wang Fei dan cakar burung itu. Tidak berlangsung lama serangan membabi buta yang Wang Fei beri. Dia kembali menyerangnya dengan kekuatan besar.


"Ilmu pedang pembasmi iblis - Tebasan iblis Monarch!"


Kecepatan serta gerakan yang dihasilkan Wang Fei terlihat sangat cepat. Namun jika dilihat lebih teliti, serangan seperti itu sangat mengerikan!


'Ilmu Pedang Pembasmi Iblis' merupakan sah satu ilmu tertinggi yang dimiliki Wang Fei saat ini. Dia menemukan ilmu ini saat berkeliling di pasar tempat Guild Hunter berada dulu. Ilmu ini sendiri sangatlah kuat, Wang Fei berpendapat mungkin saja ilmu ini dapat menyaingi orang yang satu tingkat diatasnya.


Tebasan pedang itu menghasilkan lengkungan layaknya bulan sabit. Cahaya hitam pekat terpancar dari serangan itu. Dalam sekali tebas, serang itu langsung memotong sayap burung xiantian itu, dan membuatnya jatuh kebawah dengan kecepatan tinggi.


.....