
Hari-hari Wang Fei selalu dihabiskan dengan berbaring diatas tempat tidur. Beriringan dengan itu, Xia Xinxin juga membantu merawatnya dan menyuapi Wang Fei makanan.
Dalam hal tersebut Wang Fei benar-benar larut dalam pikirannya dan mengesampingkan masalah era peperangan yang akan terjadi.
Sudah 1 bulan sejak Wang Fei tinggal di penginapan tersebut. Walau tak biasanya penginapan kedatangan pelanggan yang akan menetap selama itu, mereka tetap menerimanya karena menyadari keduanya merupakan orang yang tak bisa mereka singgung.
Meski Wang Fei berada dipenginapan sudah lumayan lama, dia nyatanya sampai sekarang tidak mengetahui nama penginapan tersebut.
"Fyuuhh... Akhirnya hari ini aku bisa menggerakan tubuhku dengan mudah. Dalam sebulan belakangan juga kemampuanku telah meningkat sedikit demi sedikit." walau kelihatannya Wang Fei hanya berbaring tanpa bergerak, namun dia sedang melakukan kultivasi dalam posisi tersebut. Sangat sulit untuk melakukannya jika tidak dalam posisi duduk, namun hal tersebut dapat dilakukannya dengan mudah.
Wang Fei telah melakukan beberapa peningkatan dalam beberapa hal, seperti peningkatan kekuatan Fisik dan kualitas tulang. Jumlah energi didalam tubuhnya juga meningkat dan perlahan pulih dari penggunaan pil yang dia konsumsi sebulan lalu. Pil tersebut begitu menghambat regenerasi energi Ki di dalam tubuhnya, akibatnya Wang Fei juga harus berkultivasi lebih lama dari biasanya untuk memulihkan energi miliknya.
"Tapi apa yang tak disangka, aku telah membuka setengah dari kitab dewa Penguasa Unsur. Aku juga telah mempelajari beberapa jurus baru, oleh karena itu... Sebelum aku mengikuti Xia Xinxin, aku akan membalas dendam terlebih dahulu kepada para perampok itu." tatapan mata Wang Fei berubah tajam dan kemudian memancarkan aura membunuh yang pekat.
Tak lama setelah itu Xia Xinxin langsung memasuki kamar Wang Fei.
"Apakah ada sesuatu...?! Hm. Sepertinya dia mempermainkanku lagi..." begitu Xia Xinxin memasuki kamar, dia memasang ekspresi yang datar melihat Wang Fei.
Xia Xinxin dalam satu bulan terakhir sering dikerjai oleh Wang Fei saat dia mengeluarkan aura membunuh. Awalnya Xia Xinxin mengira kalau ada seorang musuh yang datang, tapi lama-lama dia sedikit terbiasa oleh tindakan Wang Fei tersebut. Namun aura membunuh yang dia rasakan saat ini benar-benar berbeda dan terasa lebih kuat, siapa sangka kalau aura membunuh itu juga disebabkan oleh Wang Fei.
Xia Xinxin membalikan badannya dan tak memperhatikan Wang Fei lebih lama lagi.
"Ohh? Kakak Xin, apa kau datang untuk menyuapiku makan lagi?"
Langkah Xia Xinxin tiba-tiba terhenti mendengar perkataan Wang Fei. "Apa? Aku tak mendengarnya, coba katakan sekali lagi?"
"Maafkan aku." kata Wang Fei tiba-tiba. "Tapi, apakah aku sudah bisa meninggalkan tempat sempit ini? Aku sudah tidak tahan lagi..."
"Kau sudah bisa keluar sesuka hatimu... Tapi kau harus mematuhi perintahku."
"Tentu saja, tapi sebelum kita pergi, aku ingin berkunjung terlebih dahulu ke kota yang waktu itu..."
....
"Hahaha! Saudaraku, kau benar-benar hebat waktu itu!"
"Kita kini lebih bebas, aku suka suasana seperti ini!"
"Kehidupan sebagai orang jahat memang menyenangkan..."
Para perampok yang dikenal dengan Eksistensi Penguasa, saat ini sedang melakukan pesta minum di restoran tersebut.
Mereka tak menyadari adanya bahaya yang akan datang sebentar lagi pada mereka. Saat ini mungkin mereka akan bersenang-senang, tapi tak lama setelah itu mereka akan dihancurkan satu per satu dengan sadis.
"Hehe... Orang-orang ini sepertinya memiliki suasana hati yang bagus ya?"
"Sebenarnya kau akan melakukan apa pada mereka?"
"Hmm.... Tenang saja, aku akan membuat mereka meneteskan air mata karena keputus asaan, sebentar lagi..."
Wang Fei yang berada di atas menara tinggi itu melompat kebawah dengan kecepatan tinggi. Mendarat dengan keras di depan restoran yang dipenuhi dengan para perampok tersebut.
Pandangan mereka mulai tertuju pada Wang Fei yang terlihat sedang menepuk bajunya karena berdebu.
"Siapa bocah ini?!"
"Lancang sekali dia, apakah kita harus membunuhnya?"
Senyum sinis nampak diwajah Wang Fei begitu memandang orang-orang didepannya. Bulu kuduk mereka merinding saat bertatapan dengan Wang Fei.
"Hai, lama tak bertemu... Sekumpulan sampah!"
...