God Heaven

God Heaven
Eps 15 - Kenalan Lama -



Li Yan yang dikejutkan dengan kemunculan Wang Fei yang tiba-tiba, membuatnya merasa masih ada kesempatan.


Setelah Wang Fei membunuh pria yang membuat Li Yan diikat, Wang Fei langsung bertanya kepada Li Yan. "Apakah masih ada para bandit yang tersisa?" Wang Fei akui bahwa sebelumnya dia belum sempat membereskan semua wilayah bandit ini. Dia sudah menduga akan ada yang selamat saat dia melakukan pembantaian.


Lin Yan menggangguk tak bersuara, lalu menunjuk kearah gua yang berjarak 500 meter dari mereka. "Aku tidak tau pasti jumlah mereka, tapi aku bisa bikang setidaknya ada 50 orang." Setelah berkata demikian, Wang Fei langsung menuju gua itu dengan cepat.


Gua yang dipenuhi oleh para bandit itu cukup luas untuk menampung 50 orang bahkan bisa sampai seratus orang.


Wang Fei langsung masuk ke gua itu tanpa basa basi. Kali ini mereka tidak menempatkan penjaga didepan gua, membuatnya lebih leluasa masuk kedalam sana.


Para bandit yang sedang berkumpul disana pun merasa terkejut dengan keberadaan Wang Fei.


"Itu... Itu dia yang membunuh bos kita! Lari! Kita harus lari!"


Para bandit itu mulai mencari jalan keluar dari gua itu, tapi hanya ada satu jalan keluar, yaitu jalan yang sedang Wang Fei lalui.


Para bandit itu merasakan keputusasaan. Saat Wang Fei mulai membunuh satu per satu bandit itu, membuat bandit yang lain semakin ketakutan, bahkan ada yang sampai ngompol di celana.


Dalam waktu yang singkat Wang Fei sudah membunuh lebih dari 15 orang. Dia langsung menggunakan jurus Tarian Pedang Abadi.


Dalam alunan pedang yang menyayat hati membuat Wang Fei terasa seperti tokoh utama didunia ini, tokoh yang luar biasa.


Hanya dalam 1 tebasan, Wang Fei sudah membunuh lebih dari 3 orang. Sampai pada akhirnya Wang Fei menghentikan pedangnya.


"Selesai..."


Para bandit yang tadinya sedang dalam keadaan yang bahagia, kini mereka telah kehilangan nyawa.


Membunuh lebih dari 300 orang membuat Wang Fei lebih susah untuk bergerak karena hawa membunuh disekitar tubuhnya. Memang saat ini Wang Fei memiliki cara untuk menyembunyikan hawa membunuh ditubuhnya, tapi tidak bisa menghilangkannya secara sempurna.


"Andai saja ada sebuah tehnik untuk menghilangkan aura membunuh ini..." Wang Fei menghela nafas. Dia sadar jika dirinya membunuh lebih banyak orang, maka dia akan dihukum oleh surga, dan hukuman dari surga tersebut sangat amat dahsyat. Hampir tidak ada orang yang mampu bertahan untuk hukuman dari surga tersebut.


"Dulu aku pernah mendapatkan hukuman dari surga karena telah membunuh 50.000 manusia biasa, bahkan hukuman surga lebih dahsyat dari hukuman neraka menurut mitos yang beredar." kata Wang Fei.


Setelah Wang Fei meninggalkan Gua, dia membawa Li Yan pergi untuk menyembuhkan luka yang dialamimya.


Di rumah Li Yan, Wang Fei mulai menyembuhkan luka yang dialami oleh Li Yan menggunakan Energi Ki. Hanya dalam waktu hitungan menit luka itu sudah tertutup sempurna.


Saat Wang Fei sudah selesai menyembuhkannya, Li Yan tertidur diatas tempat tidurnya.


Sambil melihat Li Yan, Wang Fei menghela nafas pelan. "Hutang budiku sudah terbayar lunas, bukan?"


...


Keesokan harinya, Li Yan berniat untuk kembali ke Guild Hunter untuk melaporkan bahwa misinya sudah selesai.


Karena Wang Fei sendiri yang telah membantai seluruh bandit itu, Li Yan menyuruh Wang Fei untuk mengikutinya, bahkan dia akan diberikan imbalan karena telah membantu Guild Hunter dalam mengatasi masalah ini.


Wang Fei setuju dengan penawaran yang diberikan Li Yan kepadanya. Menurutnya tidak ada lagi tempat yang dia harus dituju selain mengikuti Li Yan.


Keduanya pergi meninggalkan rumah itu setelah matahari sudah hampir diatas kepala. Jarak antara mereka saat ini dengan Guild Hunter cukup jauh, yaitu 800 Kilometer. Namun karena keduanya sudah memiliki kemampuan yang lumayan, Wang Fei dan Li Yan hanya membutuhkan waktu 1 hari untuk sampai pada tujuan mereka. Jika Wang Fei menggunakan seluruh kemampuannya, mungkan hanya akan memakan waktu 6 jam saja untuk sampai.


Tempat Guild Hunter berada adalah sebuah kota yang cukup besar untuk menampung 100.000 orang. Mereka mulai menuju kesebuah gedung bertingkat 5 yang menjulang keatas.


Saat Li Yan dan Wang Fei memasuki gedung, terlihat 2 orang penjaga yang ada di samping pintu. Penjaga itu memberi hormat kepada Li Yan.


Melihat penjaga tersebut sangat hormat pada Li Yan, Wang Fei berasumsi bahwa posisi Li Yan cukup tinggi di Guild Hunter.


Banyak orang melirik mereka berdua saat berjalan berdampingan, bahkan ada yang melihat dengan tatapan yang jijik pada Wang Fei.


Li Yan adalah seorang perempuan yang sangat cantik bahkan di kotanya. Melihat Li Yan berjalan berdampingan dengan seorang anak yang tampak miskin itu, membuat mereka menunjukan ekspresi yang menjijikan kepada Wang Fei.


Li Yan dan Wang Fei langsung menuju ke lantai 5. Di lantai lima adalah ruangan khusus untuk pemimpin Guild Hunter.


Tok.. Tok..


Li Yan mengetuk pintu, dan tidak lama setelah itu ada suara yang keluar dari dalam ruangan.


"Masuk."


Wang Fei dan Li Yan langsung segera masuk.


Didalam ruangan itu terlihat seorang kakek tua yang duduk dikursi dengan santai.


Wang Fei yang melihat kakek tua itu sangat terkejut, karena pernah bertemu sekali dengannya.


"Anda adalah... Penjual barang antik waktu itu!" setelah Wang Fei menunjukan ekspresi terkejutnya, kakek tua itu juga langsung terkejut.


"Hahaha! Langit mempertemukan kita kembali pendekar muda!" kakek tua itu tertawa lantang kearah Wang Fei.


Kakek tua itu merupakan orang yang menjual Papan Kayu Besi kepada Wang Fei.


Kini dugaan Wang Fei telah terjawab. Kakek tua yang menjual barang antik itu memang memiliki keahlian bela diri dan juga merupakan seorang kultivator.


Li Yan yang menyaksikan kejadian itu membuatnya semakin bingung. "Bagaimana mereka saling kenal? Bahkan ketua sangat jarang keluar kecuali mencari sebuah artefak.


Kakek tua itu langsung berdiri dan menapak pundak Wang Fei. "Sudah lama kita tidak bertemu. Dulu aku belum memperkenalkan diri, sekarang aku akan memperkenalkan diriku." kata kakek tua itu. "Namaku adalah Li Shao, aku adalah pemimpin Guild Hunter, aku juga seorang Kultivator Tingkat True Foundation Awal!" sambil memperkenalkan diri, Li Shao berkata dengan Bangga.


Setelah mendengar nama dan status dari kakek tua itu membuat Wang Fei semakin terkejut lagi. "Seorang True Foundation Awal? Dia kuat!"


"Tunggu dulu! Sebenarnya apa yang terjadi? Apakah kalian sudah pernah bertemu sebelumnya?" Li Yan tidak lagi bisa menahan pertanyaan yang ada dihatinya.


Li Shao pun tertawa pelan. "Ya, dia adalah kenalan lama ku. Aku tidak pernah memberitahumu tentang dia, tapi dialah yang menukarkan artefak Papan Kayu Besi dengan Ginseng Emas yang ku bawa untukmu."


Mendengar penjelasan dari Li Shao membuat Li Yan ikut terkejut.


Dulu Li Yan memiliki penyakit Energi Ki yang tercemari oleh racun, seiring berjalannya waktu kondisi Li Yan semakin memburuk. Li Shao pun melakukan perjalanan yang panjang untuk menemukan obat yang mampu menyembuhkan Li Yan sampai dia bertemu dengan Wang Fei.


Li Shao tersenyum kecut. "Dengan kata lain anak muda ini adalah penyelamat mu!"


Li Yan yang mendengar kata-kata itu langsung memalingkan wajahnya yang merah karena malu.


"Hahaha! Kau memang masih kecil!" Li Shao tertawa lantang. "Sekarang beritahu aku namamu anak muda."


Wang Fei sama sekali tidak mengerti apa yang baru saja terjadi, tapi dia tidak membahasnya lebih lanjut.


"Baiklah. Namaku Wang Fei, dan aku juga seorang kultivator sama sepertimu. Aku sudah menembus Qi Foundation seminggu yang lalu."


Mendengar bahwa Wang Fei memiliki kekuatan Qi Foundation, kini giliran Li Shao yang terkejut. "Kau memang memiliki bakat yang tidak pernah ada dalam waktu 1000 tahun!" Kata Li Shao penuh semangat. "Bagaimana kalau kau... Dan cucuku....?" Li Shao tersenyum lebar sambil melirik Li Yan.


Mendengar perkataan Li Shao membuat Li Yan semakin malu. "Kakek! Apa yang kau bicarakan?!" kata Li Yan sambil marah-marah dengan pipi yang merah merona.


Wang Fei tak pernah menyangka bahwa Li Yan dan Li Shao memiliki hubungan keluarga.


"Apa?! Jadi mereka berdua kakek dan cucu?!"


...