God Heaven

God Heaven
Eps 58 - Para Pembunuh (3) -



Karena penasaran akhirnya Wang Fei memilih untuk memasuki tempat tersebut. Aula Pertarungan itu terdapat banyak sekali orang yang sedang menonton dua orang yang bertanding di tengah aula.


Dilihat dari manapun jelas kalau tempat ini sangat terkenal diseluruh kota Chinhu.


"Jika aku berada disini selama beberapa waktu kemunginan besar para pembunuh itu tidak akan melakukan gerakan yang mengundang perhatian." Wang Fei dengan segera memberikan beberapa keping perak pada seorang penjaga didepan aula pertarungan dan memasukinya.


Wang Fei sama sekali tidak memperhatikan pertarungan yang sedang berlangsung, tujuannya kesini hanyalah berlindung dari enam pembunuh yang tersisa.


Aula pertarunyan tersebut buka selama 24 jam penuh. Namun, tentu saja tidak akan ada penonton yang bersedia duduk disana selama itu untuk menyaksikan pertarungan.


Waktu terus berlalu hingga malam pun tiba. Wang Fei sudah tidak tahan lagi berada di tempat seperti itu. Saat ini hanya tersisa dua puluhan orang yang menyaksikan pertarungan. Setelah pertarungan berakhir barulah semua orang pergi.


"Ku harap setelah aku keluar tidak akan ada masalah..." Wang Fei dengan segera juga beranjak keluar dari aula pertarungan itu.


Whosh! Whosh!


Sesuai dengan apa yang dipikirkan Wang Fei, enam pembunuh yang tersisa tidak akan membiarkannya lolos dengan mudah.


"Hmph! Demi uang kalian berusaha membunuhku dengan imbalan nyawa kalian sendiri!" Wang Fei berdecak kesal. Dia memang tidak akan bisa mengalahkan keenam pembunuh itu dalam waktu bersamaan. Namun jika satu lawan satu itu sangat mungkin terjadi.


Dari arah jalanan kota yang sudah sepi muncul beberapa orang berjubah hitam. Mereka dengan perlahan dan waspada mendekati Wang Fei dan mengepungnya.


Wang Fei hanya bisa menghela napas sebelum akhirnya mengeluarkan Icedragon Sword miliknya.


"Kalian cari mati..."


Wang Fei tiba-tiba berubah menjadi buram dan muncul di salah satu pembunuh ditingkat True Foundation.


Clank!


Pedang pembunuh itu berbenturan dengan pedang Wang Fei, keduanya sempat bertukar serangan selama beberapa saat sebelum akhirnya Wang Fei membunuhnya.


"Kejar dia!"


Setelah Wang Fei membunuh satu pembunuh itu dia langsung kabur dan terbang dengan kecepatan tinggi.


Kejar-kejaran kembali terjadi. Kecepatan Wang Fei saat ini mampu menyaingi kecepatan seorang Wanxiang. Itulah mengapa pemimpin para pembunuh itu dapat menjaga jarak dengannya.


"Sialan, tak ada habisnya!"


Keenam sosok itu menjadi kilatan cahaya yang melintasi hutan belantara dimalam hari. Suara mendesing yang halus dapat terdengar samar-samar di keheningan malam.


Seratus kilometer...


Dua ratus kilometer...


Wang Fei dan kelima pembunuh yang mengejarnya semakin mendekati wilayah perbatasan daratan tengah dan utara.


Dari ufuk timur matahari mulai mengintip dan menyinari seluruh daratan. Sampai pagi pun Wang Fei tetap terbang dengan kecepatan tinggi.


"Ini gawat, aku sudah memakai lebih dari sepertiga energi Ki milikku." gumam Wang Fei sambil mengerutkan kening.


Lima pembunuh yang mengejar juga telah hampir kehabisan energi Ki mereka karena terbang dengan kecepatan tinggi sepanjang malam. Khususnya para True Foundation, sedikit lagi saja mereka tidak akan mungkin melakukan pengejaran.


Sebenarnya ini juga termasuk dalam rencana yang Wang Fei siapkan sebelumnya. Dia akan terus dikejar hingga akhirnya energi Ki para pembunuh itu habis. Namun untuk seorang Wanxiang diantara mereka, mungkin Wang Fei membuat pengecualian.


"Bagus... Mereka mulai mundur." Wang Fei menyunggingkan senyum kecil saat menyadari keempat pembunuh True Foundation berhenti melakukan pengejaran.


Kini hanya tersisa satu orang Wanxiang yang mengejar Wang Fei.


"Hmph! Jika bukan karena bayaran yang tinggi untuk membunuh bocah itu, aku sudah menyerah dari dulu!" pemimpin pembunuh itu berdecak kesal.


Setelah menempuh jarak seratus kilometer begitu empat orang pembunuh menyerah, akhirnya Wang Fei berhenti disebuah padang rumput yang luas.


Dengan cepat pemimpin pembunuh itu segera muncul dan berhadapan dengan Wang Fei dengan jarak dua puluh meter.


"Hehe... Aku tahu kau tidak akan sanggup untuk terus melarikan diri,"


"Omong kosong, aku berhenti disini hanya ingin membunuhmu!"


Wang Fei menarik pedang Icedragon Sword dari sarungnya dan memberikan serangan kepada Wanxiang tersebut.


Pemimpin pembunuh itu dengan segera menangkisnya dengan pedangnya.


"Sialan! Kau sangat keras kepala!"


Faktanya, energi Ki yang dimiliki pemimpin pembunuh itu lebih sedikit dibanding Wang Fei setelah terbang tanpa henti semalaman.


"Sebelum aku membunuhmu, sebutkan siapa namamu...." kata Wang Fei dengan dingin.


"Hmph! Tidak ada untungnya bagimu mengetahui namaku!"


Wang Fei mengerutkan kening, akhirnya dia hanya bisa menghela napas panjang dan mengerahkan seluruh kekuatan yang dia punya untuk melakukan satu serangan mematikan.


"Kalau begitu, matilah!!"


....................