God Heaven

God Heaven
Eps 38 - Tes Bertarung (3) -



Para ketua pedang yang menyaksikan pertarungan itu benar-benar terpaku dalam diam. Mereka tak menyangka akan ada orang yang mampu melukai hewan buas xiantian dengan satu serangan, jika ada pun maka bisa dipastikan kalau orang tersebut sudah berada di tingkat True Foundation!


Melihat serangannya berhasil melukai burung itu, Wang Fei juga turun kebawah dengan cepat.


Burung itu meronta di atas tanah saat darah bercucuran di salah satu sayapnya. Tidak sampai disitu, Wang Fei kembali menyareng burung itu dengan kuat.


"Ilmu pedang pembasmi iblis - hujaman iblis Zagan!"


Kali ini Wang Fei menggunakan gerakan berupa hujaman yang terdapat pada ilmu pedang pembasmi iblis. Hujaman pedang yang Wang Fei lakukan sangat cepat, bahkan sonic boom terjadi beberapa kali saat serang itu mengarah ke burung yang masih meronta ditanah.


Serangan Wang Fei menghasilkan efek petir dari pedangnya, ini menandakan kalau serangan Wang Fei sudah melebihi kecepatan suara!


Bunyi gemuruh terdengar saat Wang Fei hampir mengenai Burung itu. Dalam sekali serang, Wang Fei menargetkan leher burung itu.


Meskipun serangan Wang Fei berupa hujaman, namun tetap saja kepala burung itu terlepas dari tubuhnya.


Pertarungan yang dahsyat itu benar-benar membuat para ketua pedang membuka lebar mulut mereka, seakan tak percaya akan hasil yang Wang Fei raih.


Wang Fei sendiri langsung menghampiri Li Yan yang masih terpaku.


Jika saja serangan terakhir Wang Fei diarahkan kepada Li Yan, mungkin dia tidak akan mungkin untuk bernafas kembali.


"Aku tau kalau kau kuat, tapi... Dengan kekuatan seperti itu, kau dapat mengguncang dunia..." ucap Li Yan.


Wang Fei hanya tersenyum canggung, dia juga sependapat dengan Li Yan. Dengan umurnya yang baru 12 tahun ini, dan sudah menembus True Foundation, itu tidak hanya akan mengejutkan dunia, tapi juga akan ada konflik besar yang terjadi disetiap benua karena memperebutkan bakat yang mengerikan seperti itu.


Para ketua pedang yang hadir pun tidak membahasnya lebih lanjut dan memilih untuk segera menghantar Wang Fei dan Li Yan ke rumah yang disediakan sekte.


"Se.. Senior, kami hanya memiliki tempat kecil disini, jadi kalau anda merasa tidak nyaman, anda bisa menetap di rumah ketua pedang yang tersisa." kata salah satu ketua pedang yang terlihat berumur 40 tahun itu.


Meskipun Wang Fei akan memiliki status yang tinggi saat ini, namun dirinya harus menyembunyikan kekuatannya untuk saat ini.


"Ketua tidak usah memanggilku senior, panggil saja aku dengan namaku." balas Wang Fei sambil berbalik mengikuti Yan Hu yang menghantarkan mereka ke kediaman.


Suasana di sekte pedang abadi cukup ramai saat ini, terlihat ada ratusan murid yang berkeliling di pasar dan area latihan. Wilayah sekte pedang abadi sendiri mencakup luas 200 kilometer. Wilayah seluas ini dibagi menjadi beberapa bagian. Area latihan, pasar, asrama, dan akademi.


"Sepertinya reputasi sekte ini masih rendah? Dulu sekte ini memiliki 5000 murid didalamnya." batin Wang Fei. Meskipun dia telah mengingat jelas tentang sekte pedang abadi, namun ingatan itu hanya akan berlaku 3 tahun lagi, karena dulu dia memasuki sekte ini pada umur 15 tahun.


Ketiganya berhenti di bangunan yang cukup besar dn terlihat megah.


"Sudah sampai."


Yan Hu mengajak Wang Fei dan Li Yan memasuki bangunan itu. Terlihat para pelayan yang berjumlah 4 orang itu menundukan kepala mereka.


Awalnya Wang Fei mengira kalau tempat ini adalah kediaman ketua Yan, namun dia salah.


"Tidak masalah."


Bagi Wang Fei mungkin hal seperti itu tidak masalah, tapi bagi Li Yan itu adalah masalah!


"Aku akan serumah dengan laki-laki, apakah akan ada hal buruk yang menanti...? Tidak! Yang seperti itu tak mungkin terjadi!" wajah Li Yan memerah seperti kepiting rebus. Wang Fei yang melihat Li Yan sedang melakukan gerak gerik aneh pun bertanya.


"Kakak Yan, apa yang terjadi padamu?"


"Ahaha! Tidak terjadi apa-apa kok!" balas Li Yan dengan panik. Ini jelas membuat Wang Fei sedikit curiga namun tidak mempertanyakan lebih jauh lagi.


"Wanita memang sulit di tebak."


.........


Daratan Utara, Kerajaan Fengyuan.


Suasana didalam istana sangat hening, bahkan tidak banyak yang menjaganya saat ini. Kerajaan Fengyuan memang terkenal akan penduduk mereka yang terlalu bersikap dingin, dan semua itu dikarenakan oleh sesuatu yang ada disana.


Ruangan Raja.


Seorang gadis yang nampak baru berusia 20an tahun memasuki ruangan raja. Raut wajahnya mulai serius saat memasukinya. Ditangannya terdapat sebuah gulungan peta yang terlihat usang dan kuno.


"Hormatku kepada Raja Feng."


Seorang pria paruh baya yang mengenakan armor besi itu nampak suram. Tapi ketika kedatangan gadis itu, membuat dirinya menoleh kebelakang.


"Apakah informasi itu benar adanya? Jika dia berusaha membohongi kita, maka dia akan mati." pria yang di sebut Raja Feng itu menatap dengan dingin.


Gadis yang memegang sebuah gulungan itu mengangguk pelan. "Informasi yang diberikannya pada kita memang benar adanya." kata gadis itu. "Namun ada satu yang mengganggu."


"Apa itu?"


Wajah gadis tersebut mulai berubah suram. "Kerajaan Tianzhou dari daratan selatan telah menemukan peta ke 2 nya." sambil menyerahkan gulungan peta di tangannya.


Saat mendengar hal itu, membuat Raja Feng menampakan ekspresi yang murung. "Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Cepat kerahkan 100 Wanxiang dan 30 orang tahap Wandering Soul untuk merebut peta itu dari Kerajaan Tianzhou." Raja Feng memerintahkan.


"Baik! Akan segera kulaksanakan!"


Setelah gadis itu pergi meninggalkan ruangan, Raja Feng langsung duduk di kursinya.


"Hahh... Salah satu pusaka surgawi ada ditangan kerajaan Fengyuan ku. Dan efek dari pusaka itu sangat mengerikan. Hanya ada satu benda yang dapat menstabilkan pusaka surgawi itu." kata Raja Feng dengan lirih. "Aku harus secepatnya menemukan Kitab Dewa Phoenix salju!"


...............