God Heaven

God Heaven
Eps 07 - Fang Lin -



Dalam perjalanan pulang kerumahnya, Wang Fei bertemu dengan beberapa hewan buas dan membunuhnya. Dia juga mengambil inti kekuatan hewan buas yang dibunuhnya dan dimasukan kedalam cincin penyimpanan.


"Setelah sampai dirumah aku akan menyerap beberapa inti kekuatan hewan buas ini untuk meningkatkan kekuatanku, saat ini aku berada pada tingkat Core Foundation Akhir. Aku harus berada pada tingkat Qi Foundation dan aku akan masuk ke sekte Pedang Abadi."


Dikehidupan sebelumnya Wang Fei memiliki 2 orang rekan. Satu perempuan dan satunya lagi laki-laki. Dia jatuh cinta pada rekan perempuannya yang bernama Huo Yue saat pertama kali Wang Fei menyrlamatkan hidup wanita tersrbut dan membawanya ke sekte Pedang Abadi. Tapi sayangnya Huo Yue terbunuh karena penyerangan hewan buas tingkat atas yang berjumlah lebih dari 100 ribu menyerang sekte Pedang Abadi. Wang Fei merasa sangat terpukul karena terbunuhnya Huo Yue, dan memilih untuk meninggalkan sekte Pedang Abadi untuk berpetualang diikuti oleh rekan laki-lakinya bernama Liem Gui. Dan Liem Gui berpisah dengannya dari perjalanan mereka selama bertahun tahun karena Liem Gui menikahi seorang gadis yang ditemuinya saat perjalanan bertualangnya.


"Aku akan menemui seseorang di sekte Pedang Abadi dan aku akan menjadi jenius terhebat di sekte pedang abadi." Wang Fei bertekad didalam hatinya.


Setelah berjalan 2 jam, Wang Fei akhirnya sampai di desanya, sesampainya didesa dia berpapasan dengan anak dari kepala desa Pohon Apel, Fang Lin. Seorang tuan muda desa pohon apel yang terkenal kejam dan sombong. Fang Lin suka menindas orang yang lemah didesanya, kini dia berpapasan dengan Wang Fei yang anak seorang petani didesa Pohon Apel.


"Hmph! Berani sekali kau bertindak tidak sopan dihadapanku dan tidak memberi salam, kuperintahkan kau berlutut dihadapanku!" Fang Lin berteriak ke arah Wang Fei dan memerintahkannya berlutut dihadapannya.


Wang Fei hanya berdiri tegak tidak bergerak lalu berbicara dengan suara dingin. "kalau aku tidak mau, maka apa?" tanya Wang Fei dengan nada yang dingin dan tatapan sinis di matanya.


"Kau...! Berani sekali kau berkata seperti itu dengan tuan muda!" seorang pengawal Meneriaki Wang Fei, dan menyebabkan orang-orang yang ada di sekitar melihat kearah Wang Fei dan Fang Lin.


Fang Lin mengangkat tangannya kepada pengawalnya dan berkata. "Berhenti... Dia hanya seorang rendahan yang memancing keributan, biar aku yang mengurusnya. "


"Baik tuan!" jawab salah satu pengawalnya dibelakang.


"Hei... Siapa namamu? Dan, berani sekali kau bersikap tidak sopan dihadapanku, kau mau mati?" ucap Fang Lin kepada Wang Fei dengan tatapan yang dingin.


"Mati? Kalau kalian maju semua dan melawanku, kalian hanya akan menjadi samsak tinjuku." jawab Wang Fei dengan percaya diri.


"Apa?! Kalian...!! Serang dia dan bunuh dia!" Fang Lin memerintahkan 2 orang pengawal dibelakangnya untuk menyerang Wang Fei.


"Baik!" kedua pengawal itu melaksanakan perintah dari Fang Lin dan menyerang Wang Fei.


"Hehehe... Kau tidak akan bisa bersikap arogan lagi sekarang, karena aku akan membunuhmu!!" salah satu pengawal Fang lin menyerang Wang Fei dengan tombaknya yang panjang.


Wang Fei menangkis serangan itu seperti menyentuh angin. Dan dengan cepat dia langsung mematahkan tombak pengawal itu dan melepaskan tinju yang dimasukan sedikit tenaga dalam dan mengenai perut pengawal itu.


"Ap-...?! Arghh!! "


Pengawal itu terpental jauh kebelakang dan memuntahkan darah segar dari mulutnya lalu pingsan.


"Ahh... Apa yang kau tunggu?! Cepat bunuh dia!" Fang Lin memerintahkan 1 pengawalnya yang tersisa untuk menyerang Wang Fei.


"Ba, baik! "


Pengawal itu gemetar ketika mengarahkan tombaknya kepada Wang Fei karena dia sekarang tahu perbedaan kekuatan diantara keduanya terlalu besar.


Pengawal itu berlari kearah Wang Fei dan menghujamkan tombaknya.


"Heaahh!! "


Tapi sekali lagi dengan mudah Wang Fei menangkis serangan itu dengan mudah dikarenakan pengalaman bertarung hidup dan matinya di kehidupan sebelumnya.


Wang Fei melayangkan tinjunya dan mengenai dada pengawal itu dan membuatnya terdorong dan memuntahkan darah segar dari mulutnya lalu pingsan dengan darah yang masih mengalir.


"Apa... Bagaimana... Mungkin...?" Fang Lin merasa perbedaan kekuatannya dengan Wang Fei terlalu besar sehingga membuatnya ketakutan, Fang Lin merasa menyesal telah menyinggung Wang Fei.


"Ma, maafkan aku... Kau adalah penduduk desa ini dan kau tidak bisa membunuhku... Jika kau membunuhku maka ayahku akan mengusir mu dan keluargamu keluar dari desa ini!" Fang Lin menggertakan giginya dan mengancam Wang Fei.


"Aku tidak akan membunuhmu, tapi jika kau menggangguku lagi aku tidak akan tinggal diam, termasuk jika kau mengganggu orang lain di desa ini..." ucap Wang Fei dengan tatapan dan nada bicara yang dingin, menyebabkan Fang Lin bergetar ketakutan didepannya.


"Ba, baiklah! Aku tidak akan melakukannya lagi! Tapi kau tidak boleh mencampuri urusanku!" Fang Lin menunjuk kearah Wang Fei lalu berlari ketakutan menuju kediamannya.


"Hahh... Benar-benar merepotkan." Wang Fei menghela nafas panjang.


Wang Fei kembali melanjutkan jalannya menuju rumahnya.


Tampak dari kejauhan terlihat ayah Wang Fei sedang duduk di teras rumahnya, ayahnya sedang menunggu Wang Fei pulang dari latihannya.


"Ayah...! Aku pulang." Wang Fei telah sampai dirumahnya dan menyapa ayahnya, Wang Chou.


"Ohh? Kau sudah pulang Fei'er... Hmm? Dimana kau mendapatkan pedang itu?" ayahnya memandang pedang yang ada di pinggang Wang Fei.


"Ah! Aku mendapatkannya ketika aku bertemu dengan seorang pedagang dan aku diberikan pedang ini, katanya aku akan menjadi seorang pendekar hebat dimasa depan."


"Hm?.... Baguslah aku senang mendengarnya. Setelah ini kau harus belajar teknik pedang untuk bisa masuk ke sekte Pedang Abadi."


"Aa, ayah"


"Sial, aku lupa memasukan pedang ini kedalam cincin penyimpananku. Tapi ya sudahlah." Wang Fei masuk kerumahnya diiringi dengan ayahnya. Terlihat beberapa hidangan diatas meja makan.


"Fei'er, aku sudah menunggumu dan sudah menyiapkan mu makanan untuk disantap, pasti kau merasa lapar dari latihan mu di dalam hutan, kan?" tanya Wang Chou kepada Wang Fei.


"Ya, aku sedikit merasa lapar dan sudah lama aku tidak memakan masakan yang digoreng." jawab Wang Fei kepada ayahnya.


"Baiklah kalau begitu, ayo kita makan."


"Baik."


Setelah selesai makan, Wang Fei mandi dan mengganti pakaiannya lalu masuk kedalam kamarnya.


"Fyuhh... Aku akan melanjutkan latihan ku untuk meningkatkan tenaga dalamku serta fisikku, karena pelatihan tubuh adalah Pondasi penting dalam bela diri." Wang Fei bergumam pelan dan mulai duduk lalu mengambil beberapa Ginseng Emas di Cincin Penyimpanannya.


"Baiklah, aku akan memulainya." Wang Fei memakan Ginseng Emas yang ada di tangannya dan mulai berkultivasi untuk menyerap khasiat dari Ginseng Emas itu.


Wang Fei mengonsumsi 18 Ginseng Emas dalam waktu 1 malam, dan tenaga dalamnya meningkat dengan eksplosif.


"Fyuuhhh... Akhirnya selesai. Kolam Energi Qi mulikku sekarang bertambah besar, dan bisa menampung lebih banyak tenaga dalam." Wang Fei menghela nafas dan mulai berdiri untuk menuju kearah pintu rumahnya. Hari sudah siang dan Wang Fei ingin mengunjungi toko potion untuk menjual beberapa Inti Kekuatan hewan buas yang dimilikinya.


"Kekayaan adalah salah satu hal yang juga sangat penting bagi seorang Kultivator." Wang Fei berjalan keluar dan menuju toko yang menyediakan berbagai potion.


Sesampainya dia di toko potion yang ia tuju Wang Fei disambut pelayan di depan toko itu. Dia terus masuk dan ditanya salah seorang pelayan didalam toko tersebut.


"Maaf, boleh saya tau untuk apa anda datang kesini?" pelayan pria itu bertanya dengan ramah pada Wang Fei.


"Aku ingin menjual inti kekuatan hewan buas." jawab Wang Fei.


"Apa?! Kau memiliki inti kekuatan hewan buas? L" pelayan pria itu bertanya sekali lagi pada Wang Fei. Menurutnya mustahil seorang anak yang bahkan masih berusia 10 tahun mendapatkan Inti Kekuatan Hewan Buas.


"Ya, aku memiliki setidaknya 10 Inti kekuatan hewan buas." jawab Wang Fei dengam santai.


"Ap, apa? 10 inti kekuatan?" pelayan pria itu nampak tidak percaya.


"Ah! Maaf membuat anda menunggu, aku akan memanggil nyonya kesini untuk bertemu denganmu." kata pelayan pria itu kepada Wang Fei.


"Baik." Wang Fei menjawab dengan singkat.


Tidak lama setelah itu terlihat seorang wanita cantik dengan tubuh yang berisi dan rambut berwarna kuning keperakan menghampiri Wang Fei.


............